Meski Laporan EIA Mengejutkan, Harga Minyak Masih Kuat

218

(Vibiznews-Commodity) – Harga minyak mentah yang diperdagangkan pada awal sesi Asia hari Kamis (16/05)  bergerak  kuat melanjutkan rally perdagangan sebelumnya oleh sentimen  kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat menekan pasokan global membayangi kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS.

Harga minyak berjangka Amerika atau  West Texas Intermediate (WTI)  berada di $62,28 per barel, yang menguat 44 sen atau 0,71%  dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian minyak mentah berjangka acuan internasional atau minyak Brent  menguat 76 sen atau 1,07% berada di $72,04 per barel.

Kekhawatiran di Timur Tengah bangkit kembali setelah  Arab Saudi mengatakan pada hari Selasa bahwa pesawat tanpa awak menyerang dua stasiun pompa minyak, dua hari setelah sabotase tanker minyak di dekat Uni Emirat Arab. Serangan terjadi dengan latar belakang ketegangan AS-Iran. Washington memerintahkan kepergian karyawan non-darurat Amerika dari misi diplomatiknya di Irak pada hari Rabu untuk menunjukkan kekhawatiran tentang ancaman dari pasukan yang didukung Iran.

Kekhawatiran tersebut berusaha meredam laporan persediaan minyak mentah AS naik secara tak terduga minggu lalu ke level tertinggi sejak September 2017 dengan persediaan bensin turun lebih dari perkiraan. EIA laporkan persedian  minyak mentah AS membengkak sebesar 5,4 juta barel.

Sentimen positif untuk harga minyak juga datang dari lemahnya data ekonomi dari Amerika Serikat dan China  dengan memicu kekhawatiran bahwa permintaan minyak mentah global dapat melambat.

Badan Energi Internasional merevisi perkiraannya untuk pertumbuhan 2019 dalam permintaan minyak global 90.000 barel per hari lebih rendah menjadi 1,3 juta barel per hari. Pengawas energi tersebut juga mengatakan dunia akan membutuhkan sangat sedikit minyak tambahan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak tahun ini karena booming output AS akan mengimbangi penurunan ekspor dari Iran dan Venezuela.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak WTI diperkirakan akan melanjutkan pergerakan positifnya ke posisi resisten di 62.75 – 63.80. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun ke posisi support di 61.27 – 60.23.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here