Emas Mengarah Turun Meskipun Ada Potensi Naik

593

(Vibiznews-Column) Pada akhir minggu lalu, pasar emas telah kehilangan keuntungan yang diperoleh pada awal minggu lalu dan menuju ke dekat kerendahan selama dua minggu.

Apa yang dimulai sebagai minggu yang positip bagi emas pada minggu lalu, dengan para investor menimbun assets “safe-haven” yang disebabkan oleh penurunan 2% di saham, telah berakhir mengecewakan dengan harga emas mengarah ke penurunan hampir 1% sejak hari Jumat minggu lalu. Emas berjangka bulan Juni terakhir diperdagangkan pada $1,275.90 per ons.

Kegagalan Menembus Batas “Resistance”

Menurut sebagian analis, sentimen “bearish” yang baru bagi metal berharga bisa mendorong harga emas ke kerendahan yang baru dalam tahun ini dalam jangka pendek.

Fawad Razaqzada, technical analyst di City Index mengatakan,”Ketidak sanggupan emas untuk menembus keatas $1,300 adalah indikasi bahwa pasar benar-benar rentan dan saya pikir investor seharusnya memperkirakan harga emas akan turun dalam jangka pendek. Saya pikir kita harus melihat emas akan turun sepanjang harga emas tidak bisa mempertahankan keuntungan diatas $1,300. Pada grafik mingguan saya tidak melihat alasan untuk menjadi bullish terhadap emas kapan segera. “

Razaqzada berkata dia memasang mata terhadap emas dalam kerendahan baru-baru ini di $1,266 per ons. Dia menambahkan apabila tembus level tersebut akan mendorong harga emas turun lebih jauh ke $1,256 per ons.

Dia mengatakan,”jika harga emas turun kebawah target diatas, disitulah orang memperkirakan penjualan emas berakhir.”

Bill Baruch, presiden dari Blue Line futures mengatakan performance emas yang mengecewakan bisa membawa kepada penurunan 1% berikutnya dalam jangka pendek, yang bisa mendorong harga emas kembali ke level $1,267 per ons.

Kelemahan Ekonomi Global Akan Menyeret Turun Ekonomi AS

Jasper Lawler, head of research di London Capital Group, berkata bahwa salah satu alasan mengapa emas berjuang adalah karena dolar AS dan ekonomi AS kelihatan jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain.

Dia berkata,”Pertanyaan kuno selamanya yang ditanyakan oleh para investor adalah assets safe-haven mana yang dipilih dan sekarang ini dolar AS dan treasurieslah pemenangnya.”

Namun, Lawler menambahkan bahwa dia belum menyerah dengan emas. Dia mencatat bahwa metal kuning terus memiliki performance yang relatif baik, dengan badai yang dihadapi pasar.

Dia mengatakan,”Jika ekonomi AS mulai melemah dan jika penurunan yang belakangan ini terlihat pada saham lebih dapat dijaga, emas akan kelihatan jauh lebih baik dipandangan para investor. Namun AS harus memimpin kelemahan ini. Hal ini tidak bisa datang dari pasar emerging.”

Razaqzada setuju bahwa jika emas mau naik, harus terjadi pertumbuhan ekonomi AS yang melemah dan lebih stabilnya pasar emerging. Dia menambahkan bahwa salah satu alasan mengapa emas tidak berhasil untuk rally adalah karena lemahnya permintaan dari pasar emerging dengan negara-negara seperti India melihat harga emas berada pada rekor ketinggiannya belakangan ini.

Harapan Untuk Tetap Naik

Karena ada ketidakpastian yang masif yang muncul di pasar keuangan, sebagian analis memberikan catatan bahwa sekarang bukanlah waktunya untuk menyerah dengan assets “safe-haven”, meskipun performance akhir-akhir ini mengecewakan.

Baruch mengatakan bahwa walaupun dia netral terhadap emas dalam jangka pendek, dia tidak bermaksud untuk menjual emas di pasar segera. Dia menambahkan bahwa dia masih “bullish” secara jangka panjang terhadap emas.

Dia berkata,”Saya mengatakan pada minggu lalu dan saya sungguh-sungguh percaya bahwa kita perlu masuk ke kontrak bulan Juni dan emas akan mulai kelihatan jauh lebih baik. Saya tidak buru-buru membeli emas pada ini tetapi saya juga tidak melihat ada alasan mengapa investor ingin menjual emas.”

Lukman Otunuga, research analyst di FXTM mengatakan bahwa dia tetap optimis dengan emas karena $1,268 bisa terbukti menjadi “support” yang solid bagi metal berharga.

Dia mengatakan,”Sementara kenaikan emas telah mengalami kekalahan pada minggu lalu ketika harga diperdagangkan mengarah ke $1,280, peperangan masih berlangsung. Pendulum sentimen bisa dengan mudah mengayun kearah bullish pada minggu ini, jika ketegangan perdagangan meningkat dan keprihatinan mengenai pertumbuhan global yang melambat bertambah. Selain itu, dengan emas masih didukung oleh tema inti dalam bentuk hati-hatinya Federal Reserve dan spekulasi mengenai potensi pemotongan tingkat bunga pada 2019, metal berharga tetap dilindungi dari goncangan turun.”

Wall Street dan Main Street

Wall Street dan Main Street sama-sama memandang emas akan naik minggu ini, berdasarkan survey emas mingguan dari Kitco News.

Dari 18 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, sebanyak 9 suara atau 50% memandang emas untuk naik. Sebanyak 6 suara atau 33% memprediksikan emas akan jatuh. Sisa 3 suara, atau 17% memandang pasar emas “sideways” atau netral.

Sementara, 332 responden yang mengambil bagian di dalam polling Main Street online, sebanyak 167 suara, atau 50% memandang emas untuk naik. Sebanyak 110 atau 33% diprediksikan akan turun dan sisanya 55 suara atau 17% memandang pasar “sideways”.

Afshin Nabavi, head of trading di MKS, mengatakan dia “bullish secara hati-hati” atas keberuntungan emas untuk minggu ini.

Nabavi berkata,“Meskipun berita-berita semalam mengenai Cina menarik diri dari percakapan perdagangan dengan AS, emas nampaknya tidak menemukan banyak dukungan. Secara luas rentang harga berada antara $1,267 dan $1,309. Secara pribadi, saya tidak bisa menjadi bearish dengan ketegangan geopolitik pada timur tengah dan pembicaraan perdagangan.”

Alex Turro, market strategist di RJO Futures, angka emas bisa turun lebih jauh pada jangka pendek, namun masih cenderung naik dalam jangka panjang.

Jasper Lawler, head of research di London Capital Group, berkata bahwa dia sedikit positip atas emas dengan tetap bertahan mengarah naik dihadapan pemulihan dari pasar saham dan relatif kuatnya dolar AS. Walaupun emas tidak bisa mempertahankan support kritikal fisiologis pada $1,300, metal kuning menunjukkan ketangguhan dengan berpegang pada support disekitar $1,280 ketika Lawler berbicara sebelum turun kebawah.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here