Virus Yang Menyerang Afrika Barat Masih Topang Harga Kakao

686

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao berjangka yang diperdagangkan di bursa ICE New York dan berakhir pada hari  Jumat (24/05) naik kembali mendekati posisi rekor tinggi 1-1/2 bulan. Demikian dengan harga kakao di bursa ICE London melompat ke posisi tinggi 2-1/2 pekan.

Harga kakao ditutup lebih tinggi  oleh kekhawatiran tanaman kakao di Afrika Barat untuk bursa ICE New York, sedangkan kenaikan kakao  di bursa ICE London dipicu oleh anjloknya pound Inggris jatuh ke level terendah 4-1/2 bulan terhadap dolar.

Sebelumnya harga kakao di ICE New York  rally ke 1-1/2 bulan di tengah kekhawatiran bahwa kondisi kering di Pantai Gading dan wabah virus swollen shoot di Ghana dapat membatasi produksi kakao global.

Harga kakao berjangka untuk kontrak paling ramai yaitu bulan Juli di ICE New York  ditutup naik  13 poin atau 0,54 persen  pada posisi $2426  per ton. Untuk  harga kakao berjangka kontrak bulan Juli  bursa London  ditutup naik  12 poin atau 0,68% ke posisi $1773 per ton.

Di sisi negatif perdagangan kakao adalah persediaan kakao saat ini berlimpah setelah persediaan kakao di gudang ICE-dimonitor naik ke tertinggi 9-1/2 bulan  dari 4,631 juta kantong.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan  harga kakao kakao di ICE London diwaspadai akan anjlok kembali oleh posisi mata uang poundsterling yang anjlok ke posisi terendah 4-1/2 bulan.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here