Dolar AS Masih Terpukul Setelah Anjlok Dari Tertinggi 2 Tahun

241

(Vibiznews – Forex) – Memasuki perdagangan forex awal pekan sesi Asia hari Senin (27/05), posisi dolar AS masih bergerak terbatas di posisi terendah sepekan setelah perdagangan akhir pekan lalu anjlok dari posisi tertinggi 2 tahun melawan rival-rival utamanya.  Terpantau terhadap rivalnya, yen alami profit taking setelah akhir pekan lalu cetak tertinggi lebih dari sepekan.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama menurun 0,04 persen di 97.57 setelah dibuka pada posisi yang sama. Perdagangan akhir pekan lalu posisi dolar AS ditutup pada  pada posisi 97.60.

Dolar AS melemah pada perdagangan akhir pekan lalu hingga turun 0,3 persen  di tengah spekulasi tentang penurunan suku bunga setelah data terbaru dari Markit menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur AS pada bulan Mei dengan meningkatnya ketegangan perdagangan dengan China.

Selain itu juga mendapat tekanan dari sentimen rilis data ekonomi seperti data penjualan rumah baru atau New Home Sales serta pesanan barang tahan lama atau Durable Goods Oreder alami penurunan dari periode bulan sebelumnya, bahkan turun dibawah ekspektasi.

Sebagai katalis penggerak sentimen pada perdagangan hari ini sangat sepi dikarenakan liburnya pasar keuangan Inggris dan juga Amerika Serikat. Sehingga volume perdagangan juga akan menurun.

Untuk pergerakan dolar selanjutnya menurut analyst Vibiz Research Center, indeks dolar diperkirakan akan naik ke posisi resisten di  posisi  97.78 – 98.90. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya akan turun menuju supportnya di 97.45 – 97.00.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here