Mengapa Bank-bank Sentral Emerging Market Memangkas Suku Bunganya?

296

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Dilansir dari Reuters, pergerakan suku bunga di 37 negara berkembang menunjukkan pemangkasan bersih bulan lalu, yang merupakan serangkaian pemangkasan bersih dalam kurun waktu empat bulan berturut-turut.  Ada dua pemangkasan bersih bulan lalu setelah tiga pemangkasan bersih pada tiga bulan berturut-turut sebelumnya.

Penurunan suku bunga ini memberi sinyal dovish akibat kekhawatiran kondisi ekonomi global dan efek perang dagang.

Pemangkasan suku bunga ini terjadi setelah kebijakan pengetatan alias kenaikan suku bunga yang berakhir awal 2019. Kenaikan suku bunga ini merupakan upaya otoritas moneter emerging market untuk menghadapi penguatan dollar Amerika Serikat (AS), kenaikan inflasi dan pelemahan nilai tukar.

Berikut adalah daftar beberapa bank sentral yang mengubah kebijakan moneter dalam empat bulan terakhir:

Sri Lanka: Bank sentral memangkas suku bunga acuan 50 basis point (bps) pada 31 Mei untuk menopang ekonomi yang menghadapi tekanan akibat penurunan keyakinan bisnis dan konsumen setelah serangan bom bulan sebelumnya.

Tajikistan: Bank sentral memangkas suku bunga refinancing dari 14,75% menjadi 13,25% pada 31 Mei 2019.

Kirgistan: Otoritas moneter memangkas suku bunga acuan dari 4,5% menjadi 4,25% pada 28 Mei akibat perlambatan inflasi.

Angola: Bank sentral Angola menurunkan suku bunga acuan pinjaman sebesar 25 bps menjadi 15,5% pada 24 Mei.

Kosta Rika: Bank sentral memangkas suku bunga acuan dari 5% menjadi 4,75% pada 23 Mei.

Zambia: Bank sentral menaikkan suku bunga pinjaman dari 9,75% menjadi 10,25% pada 22 Mei untuk mengatasi tekanan inflasi dan mendukung stabilitas makroekonomi.

Pakistan: Lonjakan inflasi memicu bank sentral Pakistan untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 12,25% pada 20 Mei dengan sinyal potensi kenaikan lebih lanjut jika harga minyak naik. Kenaikan suku bunga ini juga merupakan bagian dari reformasi dari dana talangan Dana Moneter International.

Jamaika: Bank sentral memangkas suku bunga acuan 50 bps menjadi 0,75% pada 19 Mei. Ini adalah pemangkasan ketiga sejak awal tahun.

Filipina: Bank sentral Filipina menggunting suku bunga acuan 25 bps menjadi 4,50% pada 19 Mei dengan ekspektasi perlambatan inflasi setelah ekonomi Filipina tumbuh dengan laju paling lambat empat tahun terakhir pada kuartal pertama lalu.

Malaysia: Bank sentral Malaysia menjadi bank sentral Asia Tenggara pertama yang menurunkan suku bunga acuan tahun ini, pada 7 Mei. Bank Negara Malaysia menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 3% di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Rwanda: Bank sentral Rwanda menggunting suku bunga repo 50 bps menjadi 5% pada 6 Mei.

Malawi: Bank sentral memangkas suku bunga pinjaman 100 bps menjadi 3,5% pada 3 Mei.

Republik Ceko: Czech National Bank menaikkan suku bunga acuan pada 2 Mei untuk mengatasi inflasi. Ini adalah lanjutan kebijakan pengetatan yang terhenti pada akhir 2018 lalu.

Azerbaijan: Bank sentral menurunkan suku bunga refinancing sebesar 25 bps menjadi 8,75% pada 26 April karena perbaikan situasi makro dan naiknya harga minyak.

Ukraina: Bank sentral memangkas suku bunga acuan menjadi 17,5% pada 25 April. Ini adalah penurunan pertama dalam dua tahun terakhir.

Kazakhstan: Bank sentral menurunkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 9% pada 15 April. Pemangkasan ini dilakukan setelah Presiden Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan penurunan suku bunga agar kredit lebih murah.

India: Bank sentral memangkas suku bunga acuan 25 bps pada 4 April. Langkah ini untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lemah sebelum pemilihan umum. Inflasi masih rendah. Pertumbuhan ekonomi India turun menjadi 6,6% pada Desember, terendah dalam lima kuartal terakhir.

Nigeria:  Sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, bank sentral memangkas suku bunga acuan dari 14% menjadi 13,5% pada 26 Maret.

Paraguay: Bank sentral menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 4,75% pada 22 Maret.

Georgia: Bank sentral memangkas suku bunga refinancing menjadi 6,5% dari 6,75% pada 13 Maret karena adanya prediksi inflasi tahunan dekat dengan target tahun ini pada 3%.

Tunisia: Otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan dari 6,75% menjadi 7,75% pada 19 Februari untuk mengendalikan inflasi tinggi. Ini adalah kenaikan suku bunga ketiga dalam 12 bulan terakhir.

Mesir: Bank sentral menurunkan suku bunga simpanan overnight dari 16,75% menjadi 15,75% pada 14 Februari. Pemangkasan yang mengejutkan ini dipicu oleh penurunan inflasi dan perbaikan indikator makroekonomi. Selain menurunkan suku bunga pinjaman, bank sentral juga menurunkan suku bunga kredit dari 17,75% menjadi 16,75%. Ini adalah pemangkasan pertama sejak Maret 2018.

 

 

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting 
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here