Harga Emas “Bullish”, Seberapa Kuat?

484

(Vibiznews-Commodity) Setelah memulai minggu yang baru dengan lambat, pasar emas akhirnya naik ke potensinya sebagai assets “safe-haven” dengan harga emas terdorong kembali keatas $1,300 per ons  menjelang akhir minggu lalu.

Daya Tarik “Safe Haven”

Daya tarik emas terletak pada pandangan yang menganggap emas sebagai assets “safe-haven” yang paling murah di dalam pasar keuangan. Walaupun indeks dolar AS tidak bisa mempertahankan keuntunganny diatas 98, dia masih diperdagangkan dekat ketinggian selama dua tahun. Pada saat yang bersamaan, imbal hasil obligasi 10 tahun diperdagangkan pada level terendah dalam 21 bulan pada 2.16%. Emas, disegi lain, diperdagangkan pada ketinggian dua minggu. Emas berjangka bulan Agustus terakhir diperdagangkan pada $1,309.20 per ons, naik lebih dari 1% sejak akhir minggu.

Christopher Vecchio, senior currency strategist, di DailyFX.com mengatakan,”Tidak ada keraguan bahwa emas akan terus kelihatan menarik dengan dolar AS jatuh dan dengan imbal hasil obligasi pada level ini.”

Menurut beberapa analis, ketegangan geopolitik telah mencapai titik balik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengimplementasikan tarif 5% pada Mexico di dalam usaha terbarunya untuk mencegah imigrasi illegal masuk ke AS.

Pada tanggal 10 Juni, Amerika Serikat akan mengenakan tarif 5% atas barang-barang yang masuk ke AS dari Mexico, sampai migran illegal yang datang dari Mexico ke AS berhenti. Tarif akan meningkat secara bertahap sampai persoalan imigran illegal diperbaiki.

Pembicaraan tarif yang membuat persoalan muncul setelah Cina mengancam untuk mengurangi ekspor dari metal “rare earth” yang akan melumpuhkan dengan parah rantai “supply” global untuk banyak perusahaan internasional.

Ross Strachan, senior commodities economist di Capital Economics mengatakan bahwa kedua skenario tersebut masing-masing secara terpisah tidak banyak pengaruh pasar emas, namun bersama-sama mereka terus menyoroti bertumbuhnya ketidakpastian geopolitik dan meningkatkan ancaman dari perlambatan ekonomi global yang signifikan atau bahkan resesi tiba-tiba.

Dia berkata,”Kita telah melihat serangkaian kejadian yang akhirnya mempengaruhi daya tarik safe-haven dari emas. Kita telah mengharapkan emas akan meraih performance yag baik di dalam lingkungan yang seperti ini dan hal ini sedang terjadi sekarang.”

Tarif Mexico Akan Mempengaruhi Lebih Daripada Harga Avocado

Para ekonom mencatat bahwa ancaman tarif Trump terhadap Mexico memiliki dampak yang signifikan lebih daripada perang dagang dengan Cina. Mexico adalah partner dagang AS terbesar ketiga dan karena rantai supply di dalam North American Free Trade Agreement antara AS, Mexico dan Kanada sangat terintegrasi.

Marc Chandler, chief market strategist di Bannockburn Global Forex mengatakan,”Di beberapa industry, suatu barang bisa menyeberang melewati perbatasan beberapa kali sebelum selesai menjadi barang jadi. Hal ini berarti suatu produk bisa terkena dengan tarif beberapa kali. Dan ketika dia berkata bahwa produk itu diorganisir keseluruh kontinen, dimengerti bahwa hal itu tidak hanya berlangsung sesederhana itu. Banyak perusahaan besar, kebanyakan perusahaan Amerika, namun juga banyak perusahaan Eropa dan Jepang telah terintegrasi di kontinen.”

Menurut statistik pemerintah, Amerika Serikat mengekspor $265 miliar barang ke Mexico pada tahun lalu, lebih banyak daripada Cina, Jepang dan Jerman digabung. Pada saat yang bersamaan AS mengimpor $347 miliar barang dari Mexico.

Colin Cieszynski, Chief Market Strategist, di SIA Wealth Management berkata bahwa dia “bullish” atas emas di dalam lingkungan dimana ketidakpastian geopolitik menjadi tidak terbatas.”

Dia mengatakan,”Ancaman Trump telah memberikan pasir yang serius terhadap gigi perekonomian seluruh Amerika Utara. Beberapa minggu yang lalu kita berpikir persetujuan perdagangan bebas yang baru telah selesai dan kemudian tiba-tiba Presiden Trump memecahkannya hanya dengan satu kali tweet. Berita mengenai tarif yang terbaru menunjukkan bahwa tidak ada yang selesai dengan pemerintahan ini dan hal itu menggaris bawahi ketidakpastian di pasar keuangan. Pasar emas pastinya menjadi bagus di dalam lingkungan yang tidak pasti.”

Ketakutan Resesi Terus Meningkat

Ketegangan perdagangan global yang meningkat telah menciptakan ketakutan yang nyata di pasar dengan investor sekarang kuatir mengenai meningkatnya resiko resesi.

Banyak analis telah mencatat inversi yang lebih jauh dari beberapa kurva imbal hasil sebagai tanda dari bertumbuhnya resiko resesi. Menurut laporan itu, kurva imbal hasil 3 bulan/10 tahun adalah yang paling “inverted” sejak 2007.

Di dalam catatan yang dipublikasikan awal tahun ini, Steen Jakobsen, kepala ekonom di Saxo Bank berkata bahwa mereka melihat Federal Reserve akan memangkas tingkat bunga sebanyak 50 basis poin pada bulan Oktober.

Apa yang dikatakan oleh Jakobsen tidak jauh dari konsensus pasar dengan pasar menghitung kemungkinan pemangkasan tingkat bunga sebanyak satu kali adalah 88% dan 60% untuk pemotongan dua kali sampai akhir tahun.

Di dalam catatan riset mingguan, para ekonom di BNP Paribas mencatat bahwa di dalam survey belakangan ini, 84% dari “chief financial officer” memperkirakan bahwa Amerika Serikat akan memasuki resesi pada kuartal pertama tahun 2021.

Wall Street dan Main Street

Wall Street dan Main Street sama-sama melihat emas akan terus mempertahankan momentum naiknya minggu depan, berdasarkan survey emas mingguan dari Kitco News.

Dari 15 profesional pasar yang mengambil bagian di survey Wall Street, sebanyak 11 suara atau 73% memandang emas akan naik. Tidak seorangpun yang memberikan suara turun, sementara 4 suara atau 27% memprediksi pasar “sideways” atau netral.

Sementara, dari 448 responden yang mengambil bagian di dalam polling Main Street, sebanyak 242 atau 54% memandang emas akan naik. Sebanyak 123 atau 27% memprediksikan emas akan turun. Sisanya sebanyak 83 suara atau 19% memandang pasar  “sideways”.

Peter Hug, trading director dari Kitco Metals, juga optimis dengan metal berharga. Hug berkata,”Apabila tembus level $1,302 akan terus naik dalam jangka pendek. Eskalasi dari perang dagang AS, yang sekarang termasuk Mexico, bisa dilihat sebagai pajak langsung terhadap konsumen Amerika, yang akan mulai memperlambat permintaan dan menurunkan pertumbuhan di AS. “

“Pasar saham AS sangat rentan dan the Fed kemungkinan menurunkan tingkat bunga pada bulan Juni, yang akan mulai mempengaruhi dolar AS secara negatif. Dengan demikian kami mempertahankan outlook yang konstruktif atas emas dan memperkirakan kerendahan untuk tahun 2019 sudah masuk.”

Darin Newsom, seorang analis tehnikal independent juga melihat emas sedang naik. “Kenaikan dalam jangka menengah untuk emas bulan Agustus terus menguat, dengan resistance awal berada pada ketinggian empat minggu di $1,310.10. Lewat itu, targetnya adalah dekat $1,317.40, sebaliknya apabila turun akan terjaga pada kerendahan $1,273.10.”

Jim Wyckoff, analis tehnikal senior di Kitco mengatakan, “tren bullish sekarang memiliki momentum tehnikal”.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

 

SHARE
Previous articleRekomendasi Harian Harga Emas 4 Juni 2019
Next articleRekomendasi Forex USDJPY 4 Juni 2019
LIE RICKY FERLIANTO SE.Ak is an investment and financial consultant, active columnist in electronic and paper media and known as a best seller book writer. He was experience in futures business for 13 years in Futures Brokerage Firm and 3 years in Futures Exchange. Currently he is a Managing Partner of Vibiz Consulting Group.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here