Harga Minyak Naik Terbantu Harapan Pemotongan Lanjutan Pasokan OPEC

928

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak naik pada hari Jumat (07/06), naik dari posisi terendah lima bulan minggu ini terbantu rencana OPEC dan produsen lain memperpanjang kesepakatan penurunan produksi minyak.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 84 sen atau 1,60 persen menjadi $ 53,40 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 97 sen atau 1,57 persen menjadi $ 62,64 per barel.

Harga minyak melonjak setelah Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan pada konferensi di St Petersburg Rusia, bahwa $ 60 per barel terlalu rendah untuk mendorong investasi di industri. Minyak mentah kemudian mengurangi kenaikan.

Falih mengatakan dia tidak ingin meningkatkan produksi Saudi untuk menebus harga minyak yang lebih rendah namun kembalinya ke lingkungan kejatuhan harga 2014-15 tidak dapat diterima.

Kesepakatan oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lain termasuk Rusia untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari habis pada akhir bulan ini.

Pasokan juga telah dibatasi oleh sanksi AS terhadap ekspor minyak dari Iran dan Venezuela.

Namun, sentimen permintaan masih lemah di tengah tanda-tanda baru dari kemunduran ekonomi global dan perang dagang yang semakin intensif antara Amerika Serikat dan China.

Amerika Serikat juga mengancam akan mengenakan tarif barang dari mitra dagang utamanya, Meksiko.

Pejabat Meksiko dan AS mengadakan pembicaraan hari kedua pada hari Kamis, memicu optimisme kesepakatan bisa dicapai, meskipun tidak jelas apakah janji Meksiko untuk mengekang migrasi sudah cukup untuk membujuk Washington untuk menunda tarif.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan harapan pemotongan pasokan lanjutan dari OPEC dan produsen minyak lainnya. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 53,90-$ 54,40, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 52,90-$ 52,40.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here