GBP/USD Turun Karena Kekuatiran Akan Terjadinya Brexit Tanpa Kesepakatan

124

(Vibiznews-Forex) GBP/USD diperdagangkan disekitar 1.2690 dengan gagalnya pergerakan yang dipimpin oleh Partai Buruh untuk menghadang kemungkinan terjadinya Brexit tanpa kesepakatan sehingga melemahkan Poundsterling,

Poundsterling sempat naik pada hari Rabu kemarin dan diperdagangkan disekitar 1.2750 ditengah melemahnya USD dan perkataan dari kandidat unggul Boris Johnson di dalam kampanyenya yang mengatakan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober namun tidak bermaksud untuk melakukan Brexit yang tanpa kesepakatan.

Kontes kepemimpinan pada Partai konservatif sampai sekarang telah berjalan dengan mulus. Setelah membiarkan semua kompetitornya berkeringat dan memperlihatkan agenda mereka, bekas sekretaris luarnegeri Boris Johnson akhirnya memasuki ajang pertandingan.

Kandidat unggul ini dilaporkan mendapatkan dukungan masal dari kelompok ERG yang menganut Brexit keras di dalam partainya. Dia sedang meluncurkan kampanyenya dan pasar sedang memperhatikan dengan seksama kepada kebijakannya – khususnya terhadap Brexit.

Pada mulanya diprediksi Johnson akan berkata bahwa Inggris harus meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober, apapun kondisinya, dengan sepakat atau tanpa kesepakatan. Suatu janji yang akan menyenangkan anggota partai namun yang akan memukul pasar dan poundsterling. Namun dia bisa juga menawarkan langkah kebijakan yang lain. Sementara sikap Johnson mengenai Brexit seperti diatas bisa membebani Sterling, dia bisa berubah pikiran nantinya.

Inggris terus menikmati pasar tenaga kerja yang kuat. Data terbaru untuk bulan April menunjukkan bahwa tingkat pengangguran tetap rendah pada 3.8% dan upah telah naik 3.1% – sedikit lebih baik daripada yang diperkirakan. Berita ini mendorong poundsterling naik lebih tinggi.

Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengkritik Federal Reserve – meminta untuk memangkas tingkat bunga dan merayakan rendahnya inflasi. Federal Reserve akan mengadakan pertemuan pada minggu depan dan diproyeksikan akan tetap mempertahankan tingkat bunga tidak berubah.

Data ekonomi AS yang dirilis pada hari kemarin adalah laporan Consumer Price Index (CPI) untuk bulan Mei, yang muncul naik hanya 0.1%, turun dari bulan April, sebagaimana yang telah diperkirakan pasar. CPI naik 0.3% pada bulan lalu.  Level inflasi yang sangat rendah yang mendunia membuat bank sentral memberikan kelonggaran terhadap kebijakan moneter mereka.

Secara keseluruhan, pasar akan terus memantau Boris Johnson, perang dagang dan kebijakan Federal Reserve.

Secara tehnikal, penurunan lebih lanjut akan pasangan matauang ini berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2640 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2605 dan akhirnya 1.2558. Sebaliknya apabila berbalik bergerak naik, akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.2750 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2815 dan akhirnya 1.2870.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here