Gula ICE New York Dijual Tinggi Karena Rally Uangnya Brasil

272

(Vibiznews – Commodity) – Harga gula mentah berjangka yang diperdagangkan di bursa komoditas internasional ICE New York yang berakhir hari Kamis (13/06) menguat ke posisi tertinggi 6 pekan. Namun untuk harga gula putih di bursa ICE London retreat dari penguatan sebelumnya.

Harga gula ditutup mixed dengan harga gula di ICE New York semakin tinggi oleh pergerakan kuat mata uang  Real Brasil ke level tertinggi 2 bulan terhadap dolar  yang  mencegah penjualan ekspor oleh produsen gula Brasil. Namun kenaikan ini dibatasi oleh laporan Green Pool memotong estimasi defisit gula 2019/20 global menjadi -1,62 MMT dari perkiraan Mei -3,0 MMT.

Gula masih melihat beberapa dukungan mendasar dari laporan  Unica bahwa Brazil Center-South 2019/20 produksi gula selama Oktober-Mei turun -11,96% y/y menjadi 4,856 MMT, dengan persentase tebu yang dihancurkan untuk gula turun menjadi 33,41% dari 34,45% tahun lalu dan persentase tebu yang dihancurkan untuk produksi etanol naik ke rekor 65,59% dari 65,55% tahun lalu.

Harga gula mentah kontrak bulan Juli akhir perdagangan bursa New York ditutup naik  0,08 poin atau 1.13% dari perdagangan sebelumnya pada harga $12,62 per lb. Demikian juga untuk harga gula putih kontrak bulan Agustus yang terpantau di bursa London ditutup turun  2.10   poin atau 0.63% dari perdagangan sebelumnya di 333.70 per lb.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga sesi Amerika malam nanti, analis Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal harga gula di ICE New York berpotensi naik kembali oleh proyeksi penguatan harga minyak mentah.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here