Rebound Dolar AS Tidak Berlanjut Karena Lemahnya Fundamental

123

(Vibiznews – Forex) – Diawal perdagangan forex sesi Asia hari Kamis (12/06), dolar AS tidak mampu mempertahankan kenaikannya  setelah rebound dari posisi terendah 11-minggu, karena mata uang seperti euro, pound, dan mata uang komoditas merosot karena fundamental mata uang tersebut yang lemah.

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa rival mata uang utama lainnya sedang melemah 0,08 persen ke posisi 96,92 setelah dibuka pada posisi 96.99. Perdagangan sebelumnya posisi dolar AS di tutup naik 0,3 persen pada posisi 97.00.

Dolar AS yang sedang dalam tekanan fundamental lemah oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed dan anjlok parahnya yield treasury AS bangkit dikarenakan kelemahan dalam fundamental mata uang lain.

Euro terpukul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan  bahwa ia sedang mempertimbangkan sanksi atas proyek pipa gas alam Nord Stream 2 Rusia dan memperingatkan Jerman agar tidak bergantung pada Rusia untuk energi.

Poundsterling tergelincir ketika anggota parlemen Inggris pada hari Rabu mengalahkan upaya yang dipimpin oleh Partai Buruh oposisi untuk mencoba memblokir Brexit tanpa kesepakatan.

Dari laporan kalender ekonomi semalam, data  yang dirilis  menunjukkan harga konsumen AS hampir tidak naik pada bulan Mei, menunjuk ke inflasi moderat yang bersama dengan ekonomi yang melambat. Hal ini  meningkatkan tekanan pada The Fed untuk menurunkan suku bunga tahun ini.

Namun kini Euro sedikit lebih tinggi pada $1,1293 setelah mundur 0,35% semalam, sementara poundsterling  naik pada  $1,2692 setelah anjlok 0,3%. Loonie Canada juga naik tipis ke C$ 1,3337 per per dolar setelah turun sekitar 0,5% pada hari sebelumnya. Namun terhadap aussie berhasil menguat dikarenakan sentimen pelemahan harga minyak mentah.

Untuk pergerakan selanjutnya analyst Vibiz Research Center memperkirakan secara teknikal akan bergerak menuju kisaran supportnya di 96.69 – 95.10. Namun jika terjadi pergerakan sebaliknya, akan naik menuju posisi resistennya di 97.12 – 97.85.

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting Group
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here