Bursa Eropa Akhir Pekan Merugi, Terjebak Banyak Masalah

864

(Vibiznews – Index) –  Bursa saham Eropa perdagangan akhir pekan hari Jumat (14/06) alami kerugian karena banyak badai seperti ketegangan krisis perdagangan baru, buruknya data produksi industri China serta kekhawatiran potensi konfrontasi militer di Timur Tengah yang mengurangi selera perdagangan aset risiko.

Pertumbuhan output industri China dilaporkan melambat ke level terendah 17 tahun lebih dari 5 persen pada periode bulan Mei di tengah meningkatnya perang dagang dengan Amerika Serikat.

Indeks Pan Eropa Stoxx 600 turun 0,4 persen pada 378,72 setelah naik 0,2 persen di sesi sebelumnya. Indeks DAX Jerman anjlok 0,6 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis dan indeks FTSE 100 dari Inggris turun sekitar 0,2 persen.

Saham sektor teknologi bergerak lebih rendah dan memimpin sektor yang lemah dengan penurunan 1,5 persen. Sektor anjlok parah setelah pembuat chip A. Broadcom memangkas panduan pendapatannya untuk tahun fiskal penuh, dengan alasan dampak pembatasan ekspor pada Huawei. Akibatnya saham Infineon, AMS dan STMicroelectronics anjlok 5-6 persen.

Saham pembuat mobil Jerman Volkswagen merosot setengah persen setelah pemberitaan yang menyebutkan perusahaan  hampir mencapai kesepakatan dengan Ford Motor untuk kendaraan otonom dan listrik. Saham pesaing BMW, Daimler, Peugeot dan Renault juga bergerak lebih rendah.

Saham Kier Group anjlok 16 persen di bursa London setelah laporan bahwa pembangun sedang bersiap untuk menjual unit pembangunan rumah dengan harga yang lebih rendah dari perkiraan. Kemudian saham perusahaan tambang logam mulia Fresnillo menguat 2,3 persen karena emas melonjak lebih dari 1 persen.

Sebagai informasi, bursa saham perdagangan sebelumnya ditutup lebih tinggi karena harga minyak rebound dan Jerman menyelesaikan lelang spektrum mobile 5G. Indeks Pan Eropa Stoxx 600 naik 0,2 persen dengan indeks DAX Jerman naik 0,4 persen, sementara indeks CAC 40 Prancis dan FTSE 100 naik tipis.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here