IHSG Awal Pekan Melemah 0,9% ke 6190; Profit Taking Asing

295

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pasar awal pekan Senin sore ini (17/06) terpantau melemah cukup tajam 0,96% atau 59,740 poin ke level 6.190,525 setelah dibuka naik ke level 6.259,535. IHSG tampak melemah oleh aksi jual investor asing di tengah peluang tersedia untuk profit taking setelah kenaikan 3 minggu berturut-turut, sedangkan bursa kawasan Asia hari ini umumnya variatif menjelang pertemuan the Fed minggu ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini terpantau juga melemah terbatas 0,07% ke level Rp 14.335, sedangkan dollar AS di pasar uang Eropa tampak melemah setelah gain kuat sebelumnya menjelang pertemuan FOMC minggu ini. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.325.

Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau naik 12 poin ke level 6.262. Indeks LQ45 menguat 2 poin ke level 993. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG ditutup turun 19,4 poin (0,31%) ke level 6.230,85. Sedangkan indeks LQ45 melemah 4,5 poin (0,46%) ke level 986,437.

IHSG kemudian terus bertahan di zona merah, dan di akhir sesi makin merosot ditutup melemah 0,96% atau 59,740 poin ke level 6.190,525. Indeks LQ45 turun 10,728 poin (1,08%) ke level 980,292. Hari ini sembilan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor industry dasar yang merosot 1,83%, diikuti sektor manufaktur yang turun 1,34%.

Tercatat sebanyak 146 saham naik, 279 saham turun dan 102 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 442.669 kali transaksi sebanyak 16,09 miliar lembar saham senilai Rp 7,96 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat umumnya mixed banyak yang melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,21% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,40%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain MNC (MNCN) -25,00%, Semen Baturaja (SMBR) -23,79%, Japfa (JPFA) -8,74%, dan Malindo (MAIN) -7,14%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tergerus di hari ketiganya oleh aksi profit taking terutama investor asing setelah IHSG rally dalam 3 minggu berturut-turut yang memberikan ruang cukup untuk ambil untung sementara, sementara bursa regional Asia variatif sembari memerhatikan arah pasar menjelang pertemuan FOMC minggu ini. Berikutnya IHSG kemungkinan agak konsolidatif dengan bias melemah, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.334 dan 6.456. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.110, dan bila tembus ke level 6.033.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here