Bisakah Emas Bertahan di $1,400 Setelah Pertemuan G20?

864

(Vibiznews-Column) Emas pada bulan Juni telah naik sangat tinggi dan sekarang para investor dan trader sedang menunggu untuk melihat apakah metal berharga bisa mempertahankan “support” di atas $1,400, dengan pasar melihat tekanan jual yang konsisten setelah menyentuh ketinggian selama 6 tahun pada awal minggu lalu.

Sentimen di pasar metal berharga telah berbalik sangat “bullish” tak tertahankan pada minggu yang lalu dengan harga emas terdorong naik ke ketinggian selama 6 tahun, namun, pada saat mendekati penutupan minggu, sentimen telah menjadi semakin berkurang dengan pasar mulai mempertanyakan akan ekspektasi mereka yang agresif untuk penurunan tingkat bunga Amerika Serikat.

Walaupun turun dari ketinggiannya, emas masih terlihat berada pada bulan yang paling baik di dalam 3 tahun. Selama minggu lalu harga emas naik hampir 1%; Emas berjangka bulan Agustus terakhir diperdagangkan pada $1,415.60 per ons. Sedangkan selama bulan Juni, harga emas naik hampir 8%.

Ekspektasi Penurunan Tingkat Suku Bunga

Metal berharga mulai mengalami tekanan jual pada akhir minggu dan tidak berhasil untuk mendapatkan momentum yang konsisten setelah anggota-anggota dari bank sentral AS mencoba menguasai ekspektasi akan adanya tindakan kebijakan moneter yang agresif secepatnya pada bulan depan. Pada permulaan minggu, pasar memperhitungkan dalam harga lebih dari 40% kemungkinan dipangkasnya suku bunga sebesar 50 basis poin pada bulan Juli. Pasar sekarang hanya memperhitungkan kemungkinan dari tindakan tersebut sebanyak 30%.

Ekspektasi mulai bergerak setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berkata bahwa bank sentral AS seharusnya tidak bereaksi berlebihan terhadap sentimen jangka pendek. Namun, dia juga memberikan catatan bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang lebih longgar terus terbangun.

Wall Street dan Main Street

Baik Wall Street maupun Main Street memandang metal berharga akan mempertahankan kilauannya pada minggu ini.

Metal pada minggu lalu menyentuh level tertinggi sejak 2013, didorong ekspektasi akan pemangkasan tingkat bunga pada bulan Juli ini dan meningkatnya ketegangan antara AS dengan Iran. Walaupun emas tertarik turun dari ketinggiannya ketika pembuat kebijakan the Fed muncul tidak se “dovish” seperti yang diantisipasikan pasar.

“Gold adalah golden” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Group Futures. “Tidak hanya menembus rentang perdagangan setahun ke atas, jalan dari tingkat bunga yang rendah diseluruh dunia akan membuat pasar emas tetap kuat. Ditambah dengan serentetan faktor resiko geopolitik, metal kuning mengarah naik.”

Dari 17 profesional pasar yang mengambil bagian di dalam survey Wall Street, sebanyak 10 suara atau 59% melihat emas akan naik. Ada 1 suara atau 6% memandang turun, sementara 6 partisipan, atau 35% netral.

Sementara dari 591 responden yang mengambil bagian di dalam polling Main Street, sebanyak 320 suara atau 54% memandang emas akan naik. 162 yang lain atau 27% memprediksi emas akan jatuh. Sisa 109 suara atau 18% melihat pasar “sideways”.

Emas Telah Berlari Terlalu Jauh Dengan Terlalu Cepat

Pasar emas mengalami bulan yang sangat luarbiasa hebat, namun sebagian analis memperingati investor bahwa kecepatan kenaikan emas sekarang adalah tidak tahan lama.

Banyak analis yang memandang harga emas untuk paling tidak mengetes “support” awal disekitar $1,380 per ons, yang merepresentasikan “support” yang kritikal selama 6 tahun terakhir.

Ross Strachan, senior commodity economist pada Capital Economics, berkata bahwa sentimen yang positip setelah pertemuan G20 bisa menjadi alasan yang diperlukan sebagian trader untuk mengambil untung di emas.

Dia menambahkan bahwa dia bisa melihat harga emas jatuh kembali kebawah $1,400 per ons di dalam jangka pendek dengan pasar menghitung ulang ekspektasi mereka untuk tindakan kebijakan moneter yang longgar secara agresif.

“Kita sedang memperkirakan ada gerakan yang signifikan di emas selama tahun ini dengan pasar memperhitungkan tingkat bunga yang lebih rendah di dalam harga, namun rally ini telah bergerak sedikit terlalu jauh dengan terlalu cepat” katanya.

Walaupun emas bisa jatuh pada jangka pendek, Strachan mengatakan bahwa dia masih memperkirakan harga emas bisa berakhir pada tahun ini disekitar $1,400. Setelah kelesuan pada musim panas, dia memperkirakan saham akan harus berjuang di dalam lingkungan pertumbuhan yang melambat, yang sekali lagi akan menggerakkan harga emas naik.

Komoditi analis di Bank of America Merril Lynch juga melihat adanya resiko harga emas turun dalam jangka pendek, meskipun demikian mereka melihat potensi harga emas menyentuh $1,500 per ons pada akhir tahun.

“Kami terus percaya bahwa kejatuhan makro ekonomi belakangan tetap mendukung. Terutama, the Fed yang beralih menjadi lebih dovish pada saat yang sama dengan badai makroekonomi global yang meningkat bisa mendorong metal kuning ke $1,500 per ons dalam 12 bulan ke depan. Namun, kami agak prihatin mengenai kecepatan dimana pasar telah menghitung ulang kemungkinan akan pemangkasan tingkat bunga oleh bank sentral AS. Setiap penundaan di dalam melaksanakan kondisi moneter yang lebih longgar, apalagi berpotensi diperburuk oleh hasil pertemuan G20 yang konstruktif, bisa mendorong harga emas turun dalam jangka pendek.”

Pembicaraan Perdagangan Pada Pertemuan G20

Bagi banyak analis, kunci kepada momentum emas akan datang pada hari Sabtu, ketika Presiden Donald Trump bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping selama pertemuan Group 20.

Adam Button, managing director dari Forexlive.com mengatakan bahwa berita yang positip mengenai perdagangan setelah makan malam yang sangat diantisipasikan bisa mengurangi lebih lanjut ekpektasi kebijakan moneter yang lebih agresif yang bisa membebani emas dalam jangka pendek.

Namun, dia menambahkan sulit untuk menjadi “bearish” atas emas di dalam lingkungan dimana tingkat suku bunga dan imbal hasil akhirnya bergerak turun.

Button mengatakan,”Saya pikir breakout kenaikan emas perlu dites untuk memberikan keyakinan kepada pasar. Namun tidak jadi soal apapun yang terjadi, Federal Reserve masih akan memangkas tingkat bunga pada bulan depan, hanya tidak sebanyak seperti yang diperkirakan oleh pasar.”

Memandang kepada jangka panjang, Button berkata bahwa setiap test terhadap “support” diantara $1,350 dan $1,375 adalah kesempatan untuk membeli yang substansial.

“Di dalam jangka panjang, saya kesulitan untuk melihat bagaimana emas bisa turun ketika tingkat bunga akan rendah secara permanen” katanya.

Tidak Mungkin Mengurangi Eskalasi Perang Dagang

Walaupun ada optimisme bahwa ketegangan perdagangan antara Cina dengan AS akan mereda setelah akhir minggu lalu, banyak ekonom memperkirakan sentimen yang positip ini tidak akan berlangsung terus.

Ekonom di Nomura mengatakan bahwa mereka bisa melihat pemerintah AS menambah tarif yang baru terhadap barang-barang Cina pada bulan September, yang bisa berarti baik bagi harga emas.

“Karenanya, kami tetap tidak yakin bahwa penurunan eskalasi setelah pertemuan minggu ini akan menghasilkan resiko rally yang berkelanjutan, dengan potensi pengumuman gencatan senjata perdagangan yang kekurangan perkembangan yang konkrit pada kebanyakan isu yang dipertentangkan yang dipandang dengan skeptic oleh para investor.”

Carsten Fritsch, precious metals analyst pada Commerzbank, juga tetap optimis atas emas pada jangka pendek dan panjang. Dia berkata bahwa tidak mungkin pertikaian perdagangan antara AS dengan Cina akan bisa diselesaikan pada akhir minggu ini.

Dia menjelaskan bahwa ketegangan perdagangan akan terus membebani pertumbuhan ekonomi dan akan memaksa Federal Reserve untuk memangkas tingkat bunga. Walaupun Federal Reserve tidak akan memangkas tingkat suku bunga sebanyak 50 basis poin pada bulan Juli, dia berkata bahwa dia memperkirakan ada tiga kali pemangkasan suku bunga selama tiga kuartal mendatang.

“Tindakan kebijakan moneter yang agresif akan menggerakan imbal hasil obligasi 10 tahun menjadi 1.25% dan itu akan menjadi lingkungan yang positip bagi emas” katanya.

Di dalam catatannya pada hari Jumat, Commerzbank meningkatkan perkiraan akhir tahun mereka untuk emas dan sekarang melihat harga emas akan naik sampai $1,500 sampai akhir tahun.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here