Bursa Wall Street Bergerak Lemah Tertekan Penurunan Saham Apple

920

(Vibiznews – Index) Bursa Saham AS jatuh pada hari Senin (08/07) akibat kerugian saham Apple menekan sektor teknologi yang lebih luas. Investor juga bersiap untuk kesaksian kunci dari pejabat tinggi Federal Reserve akhir pekan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 157 poin lebih rendah, sementara indeks S&P 500 menarik kembali 0,5%. Indeks Nasdaq meluncur lebih dari 0,7%.

Saham Apple turun lebih dari 1% setelah seorang analis di Rosenblatt Securities menurunkan peringkat mereka untuk menjual dari netral. Analis mengatakan saham akan menghadapi kemunduran mendasar selama 6 hingga 12 bulan ke depan karena penjualan iPhone Apple mengecewakan dan pertumbuhan produk lainnya melambat.

Saham teknologi lainnya seperti NetApp dan Juniper Networks juga jatuh. Micron Technology, Applied Materials, dan Lam Research juga diperdagangkan lebih rendah.

Wall Street juga melihat ke depan untuk kesaksian dari Ketua Fed Jerome Powell pada hari Rabu. Kesaksian Powell muncul setelah laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan menimbulkan pertanyaan tentang apakah Fed akan menurunkan suku bunganya akhir bulan ini.

The Fed membuka pintu untuk suku bunga yang lebih rendah bulan lalu setelah mengatakan akan “bertindak sesuai” untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS saat ini, yang merupakan yang terpanjang yang pernah ada.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street berpotensi lemah tertekan pelemahan saham teknologi. Kewaspadaan investor mencermati perkembangan suku bunga AS juga meredam pergerakan.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here