Harga Emas Selama Periode Musim Panas-Gugur: Naik? – Orchid Research

316

(Vibiznews-Commodity) Harga emas cenderung naik pada beberapa bulan kedepan dengan meningkatnya ketakutan akan resesi dan Federal Reserve mulai melonggarkan kebijakannya, kata sebuah perusahaan riset sebagaimana yang disampaikan dalam kitconews.com

Permintaan untuk metal kuning hanya mungkin meningkat di dalam lingkungan dengan tingkat bunga rendah dan pertumbuhan ekonomi yang melambat, tulis Orchid Research di dalam Seeking Alpha post terbaru.

“Meskipun memulai bulan Juli dengan lemah karena berkurangnya ekspektasi bahwa Fed akan bersikap dovish setelah laporan pekerjaan AS untuk bulan Juni yang lebih kuat daripada yang diperkirakan, kami tetap konstruktif terhadap emas selama bulan Juli. Walaupun dolar AS telah bergerak kuat naik lebih tinggi setelah laporan pekerjaan bulan Juni, emas terbukti tangguh” kata perusahaan riset ini. “Metal kuning telah memasuki rezim bullish dimana berita-berita bullish yang mengalir lebih berpengaruh dibandingkan dengan berita-berita bearish yang datang. Dengan perkiraan permintaan moneter yang lebih kuat untuk emas pada bulan-bulan yang akan datang, kami melihat harga emas akan diperdagangkan naik.”

Orchid Research mencatat, ketakutan akan resesi menggerakkan para investor untuk mencari keamanan. Probabilita terjadinya resesi menurut Orchid Research, naik ari 29% pada bulan Mei menjadi 33% pada bulan Juni, berdasarkan model penyebaran Treasury yang dikumpulkan bersama oleh Federal Reserve New York.

“Secara history, angka diatas 28% telah secara konsistan membawa kepada resesi selama 50 tahun belakangan,” tulis Orchid Researh.

Jika resesi benar-benar sudah ada dimana-mana, pasar emas bisa mengalami peningkatan lebih jauh di dalam posisi beli yang bersifat spekulatif, aliran masuk ETF dan lebih banyak pembeli fisik yang aktif.

Permintaan global dari bank-bank sentral untuk emas juga telah meningkat dan kemungkinan akan tetap menjadi faktor pendukung kunci untuk sisa tahun 2019 sebagaimana yang ditunjukkan oleh perusahaan riset ini.

“Kebanyakan bank-bank sentral dari dunia Emerging Market telah mendorong pembelian emas mereka pada bulan-bulan belakangan ini…. Chinese central bank (PBOC) telah meningkatkan pegangan emasnya sebanyak 10.3 ton pada bulan Juni, setelah pembelian 74 ton pada lima bulan pertama tahun 2019”

Perak, sebaliknya, telah mengecewakan para investor namun sekarang memberikan kesempatan nilai beli yang tinggi, menurut Orchid Research.

Perusahaan ini menulis pada hari Rabu kemarin,”rasio emas:perak berada pada posisi tertinggi sejak tahun 1992 dan 1993. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa perak menawarkan nilai proposisi yang sangat menarik, dengan perak sedang berada pada level terendah sejak tahun 1992 (relative terhadap emas).“

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here