Bursa Asia Akhir Pekan Cetak Untung, Bursa Australia Rugi Sendirian

949

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Asia akhir pekan berakhir lebih tinggi pada perdagangan hari Jumat (12/07)  meskipun berhati-hati menjelang data China dan di tengah kekhawatiran baru atas ketegangan perdagangan AS-China. Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis menuduh Cina melakukan kesalahan dalam janjinya untuk meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika.

Perdagangan saham China berakhir lebih tinggi karena investor menunggu banyak data kunci untuk petunjuk arah. Indeks Shanghai Composite naik 12,79 poin atau 0,44 persen menjadi berakhir pada 2.930,55 menjelang data perdagangan dan pinjaman yang dijadwalkan hari ini dan data  PDB kuartal kedua dijadwalkan untuk hari Senin. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,14 persen menjadi 28.471,62.

Bursa saham Jepang sedikit lebih tinggi dalam perdagangan berombak menjelang liburan pada hari Senin, indeks  Nikkei naik tipis 42,37 poin atau 0,20 persen menjadi 21.685,90  ditopang oleh saham Fast Retailing menguat 3,2 persen setelah laba bersih kelompoknya dalam sembilan bulan hingga Mei naik 7,0 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu saham  Lawson melonjak 4,6 persen merespon laporan pendapatan kuartal pertama yang kuat.

Bursa saham Seoul memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga oleh aksi beli investor asing setelah Federal Reserve AS mengisyaratkan siap untuk mulai memotong suku bunga.  Indeks Kospi naik 6,08 poin atau 0,29 persen menjadi 2.086,66.

Namun pergerakan sebaliknya terjadi pada perdagangan saham bursa Australia  di tengah kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan AS-China yang baru akan merugikan ekonomi global. Berbeda dengan bursa saham New Zealand bergerak kuat.

Indeks  ASX 200 turun 19,60 poin atau 0,29 persen menjadi 6.696,50 tertekan oleh anjloknya saham pertambangan besar. Bursa saham Selandia Baru berakhir sedikit lebih tinggi setelah sempat bergerak negatif awal sesi, indeks acuan  NZX 50 naik 14,11 poin atau 0,13 persen menjadi 10.701,43.

Perdagangan bursa saham Singapura tetap kuat dengan Indeks Straits Times Singapura naik 0,1 persen meskipun data PDB untuk kuartal kedua jauh di bawah ekspektasi.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here