IHSG Akhir Minggu Melemah 0,6% ke 6373; Rupiah Tampil Perkasa

865

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi akhir pekan Jumat sore ini (12/07) terpantau melemah 0,68% atau 43,721 poin ke level 6.373,345 setelah dibuka turun ke level 6.414,198. IHSG sempat dua arah di awal pasar lalu tergerus profit taking setelah dua hari menguat, dengan bursa kawasan Asia hari ini umumnya menguat oleh data perdagangan China yang tidak seburuk seperti yang dikhawatirkan pasar.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini semakin perkasa dari sesi paginya dengan menguat tajam 0,41% ke level Rp 14.007, dengan dollar AS di pasar uang Eropa terkoreksi setelah sempat naik turun dengan rilis inflasi AS yang kuat yang agak meredam ekspektasi the Fed akan memangkas bunganya pada bulan Juli ini. Rupiah menguat signifikan dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.065.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun ke level 6.414,198. Sementara indeks LQ45 ikut turun ke level 1.025,333. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG ditutup turun 21,8 poin (0,34%) ke level 6.395. Sedangkan indeks LQ45 turun 4,9 poin (0,48%) ke level 1.021.

IHSG kemudian tetap tertekan di zona merah, dan di akhir sesi ditutup makin merosot dengan turun 0,68% atau 43,721 poin ke level 6.373,345. Indeks LQ45 turun 8,883 poin (0,87%) ke level 1.017,350. Hari ini delapan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang merosot 1,67%, diikuti sektor consumer yang turun 1,57%.

Tercatat sebanyak 151 saham naik, 268 saham turun dan 126 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 503.09 kali transaksi sebanyak 17,29 miliar lembar saham senilai Rp 8,25 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat banyak menguat, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,20% dan Indeks Hang Seng yang naik 0,14%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Indah Kiat (INKP) -5,99%, BTPN Syaria (BTPS)-5,79%, Erajaya (ERAA) -5,50%, dan Kalbe Farma (KLBF) -4,86%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terhadang aksi profit taking mendekati resistant-nya, sementara bursa regional Asia banyak menguat menyikapi rilis neraca perdagangan China yang tidak terlalu mengkhawatirkan. Berikutnya IHSG nampaknya masih sekitar area konsolidasinya tetapi masih ada jejak uptrend-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.465 dan 6.516. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.324, dan bila tembus ke level 6.269.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here