Westpac: Emas Pada Akhir Tahun Mencapai $1,440

864

(Vibiznews-Commodity) Rally dari emas kemungkinan akan mencapai puncaknya pada akhir tahun ini di ketinggian $1,440 an per ons pada bulan Desember, menurut perkiraan dari Bank Australia, Westpac.

Ekonom senior Westpac Justin Smirk berkata di dalam laporan bulan Juli. “Pergerakan yang besar untuk emas yang mana kami sekarang memperkirakan akan mengakhiri tahun 2019 pada $1,440 dan diakhir tahun 2020 di $1,374 per ons.”

Yang mendasari proyeksi harga ini adalah para bank sentral yang mengeluarkan kebijakan moneter yang longgar di seluruh dunia.

Para ekonom di Westpac menulis,”Meningkatnya ekspektasi bagi bank sentral utama dunia dalam melakukan pelonggaran karena terus berlangsungnya ketidakpastian global adalah tema besar yang mendasari tindakan pasar belakangan ini.”

Bank Australia ini memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunganya sebanyak 25 basis poin pada bulan Juli dan European Central Bank (ECB) memangkas 10 basis poin pada bulan September. Reserve Bank of Australia dan Reserve Bank of New Zealand juga sedang dalam jalur pelonggaran, catat Westpac.

“Pelonggaran global yang terkoordinasi di dalam kondisi moneter sekarang kelihatan meyakinkan, mendukung aktifitas dan kepercayaan pasar melewati masa yang penuh tantangan dan pada gilirannya menopang ekspansi ekonomi global sekarang ini” jelas para ekonom,”Ada alasan bagi FOMC untuk memangkas 25 basis poin pada bulan Juli dan kemungkinan diteruskan dengan pemangkasan berikutnya pada bulan Oktober atau Desember, tergantung kepada aliran data yang muncul.”

Keprihatinan akan perlambatan ekonomi global menggerakkan bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneternya dengan Westpac memperkirakan ekonomi AS akan bertumbuh 2.4% pada tahun 2019 dan hanya 1.8% pada tahun 2020.

“Memasuki pertengahan kedua tahun 2019 dan 2020, pertumbuhan akan melambat, namun hasil satu tahun penuh atau sedikit diatas potensi tetap merupakan basis kami,” laporan tersebut menyatakan. “Pemangkasan dari Federal Reserve harus dilihat sebagai latihan menyesuaikan frekwensi untuk meyakinkan bahwa pertumbuhan GDP didukung dengan berkelanjutan untuk melawan resiko dari resesi.”

Perang dagang antara AS dan Cina juga jauh dari selesai, yang mempengaruhi  manufaktur dan sentimen bisnis global, bank tersebut menambahkan.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here