IHSG Kamis Pagi Melandai ke 6395; Bursa Asia Tertekan Ketidakpastian Nego Dagang

165

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kamis pagi ini (18/07) terpantau agak melandai dengan menguat tipis 0,03% atau 0,804 poin ke level 6.395,964 setelah dibuka turun ke level 6.385,058. IHSG bergerak 2 arah dan terimbas sentimen negatif bursa regional yang dipakai kesempatan untuk ambil untung lagi, dengan bursa kawasan Asia pagi ini melemah di tengah berlanjutnya ketidakpastian negosiasi dagang AS – China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau flat saja 0,0% ke level Rp 13.980, dengan dollar AS di pasar uang Asia berlanjut terkoreksi oleh berkurangnya yield surat berharga AS dan rebound-nya pound sterling dari 27 bulan terendahnya. Rupiah stabil dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.980 juga.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun 9,5 poin (0,14%) ke level 6.385. Sementara indeks LQ45 berkurang 2 (0,2%) ke level 1.020. Pagi ini IHSG terpantau menguat tipis 0,03% atau 0,804 poin ke level 6.395,964. Sementara LQ45 terlihat turun 0,04% atau 0,065 poin ke level 1023,200.

Tercatat saat ini sebanyak 134 saham naik, 101 saham turun dan 155 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street yang ditutup Kamis subuh ini berakhir melemah oleh kekhawatiran pasar terhadap rilis laporan keuangan emiten. Sedangkan, bursa regional pagi ini terlihat banyak merah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 1,62% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,68%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini kembali terpengaruh sentimen negatif bursa kawasan serta pasar yang menebak hasil RDG BI siang ini, sementara bursa regional Asia melemah di tengah berlanjutnya ketidakpastian perkembangan negosiasi dagang AS – China. Berikutnya IHSG nampaknya masih tertahan aksi jual pendek tetapi masih berpeluang rebound nantinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.465 dan 6.516. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.324, dan bila tembus ke level 6.269.

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here