Semua Bursa Utama Asia Cetak Kerugian Besar, Nikkei dan Shanghai Paling Lemah

683

(Vibiznews – Index) – Pada penutupan perdagangan bursa saham Asia hari Kamis (18/07) semua bursa utama alami kerugian yang cukup besar dengan indeks turun sangat signifikan dari perdagangan sebelumnya yang sudah lemah. Saham-saham anjlok karena investor tetap khawatir tentang pukulan terhadap pendapatan perusahaan -perusahaan besar dampak perang dagang AS-China yang berkepanjangan dan sengketa perdagangan Jepang-Korea Selatan.

Bursa saham China jatuh dengan indeks Shanghai Composite turun 30,52 poin atau 1,04 persen menjadi 2.901,18 sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong berakhir turun 0,46 persen pada 28.461,66.

Perdagangan saham Jepang mengalami kerugian satu hari terburuk dalam hampir empat bulan terakhir karena data ekspor yang lemah dan pendapatan perusahaan AS yang mengecewakan. Ekspor Jepang turun 6,7 persen dari tahun sebelumnya pada Juni.

Indeks  Nikkei jatuh 422,94 poin atau 1,97 persen menjadi 21.046,24, menyentuh level terendah satu bulan dan menandai penurunan terbesar kedua sejauh tahun ini.  Tertekan oleh anjloknya saham-saham eksportir utama pasca penguatan yen seperti saham Canon merosot 4 persen karena laporan Nikkei bahwa laba operasionalnya kemungkinan akan turun 40 persen tahun ini.

Bursa saham Korea Selatan berakhir lemah dengan indeks Kospi turun 6,37 poin atau 0,31 persen menjadi 2.066,55 setelah Bank of Korea secara tak terduga memangkas suku bunga kebijakan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dengan alasan  pelemahan yang sedang berlangsung dalam ekspor di tengah sengketa perdagangan.

Dikawasan pasifik juga saham-saham banyak merugi baik di bursa saham Australia dan juga New Zealand. Bursa Australia berakhir lebih rendah karena harga bijih besi mundur dari tingkat rekor dan Woodside Petroleum melaporkan penurunan 32 persen dalam pendapatan kuartal kedua. Indeks ASX 200 turun 24,20 poin atau 0,36 persen menjadi 6.649,10 sedangkan di bursa Selandia Baru  dengan indeks acuan  NZX 50 berakhir naik 86,29 poin atau 0,81 persen menjadi 10.741,09.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting  
Editor: Asido Situmorang 
SHARE
Previous articleHarga Minyak di Eropa Kembali Lemah Setelah Sempat Kuat di Asia
Next articlePenjualan Retail Inggris Bulan Juni Rebound
Jul Allens is Editor in Vibiznews.com and as Senior Commodity Researcher of Vibiz Research Center, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of global commodities. Since 2004 he has also active as a national leadership trainer - Vibiz Learning Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here