Market Outlook, 22-26 July 2019

1333

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berakhir menguat signifikan terutama setelah BI memangkas suku bunga acuannya BI 7-DRR ke 5.75%, bertengger di hampir 11 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia juga menguat oleh ekspektasi the Fed akan memangkas suku bunganya dengan lebih agresif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat cukup tajam 1.31% ke level 6,456.540. Untuk minggu berikutnya (22-26 Juli 2019), IHSG kemungkinan masih menanjak sebentar lalu dihadang profit taking normal karena memasuki area overbought setelah rally dalam 8 minggu terakhir, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6516 dan kemudian 6636, sedangkan support level di posisi 6375 dan kemudian 6324.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu bergerak fluktuatif lalu menguat signifikan secara mingguan 0.51% ke level Rp 13,935, setelah juga BI memangkas suku bunga acuannya 25 bps dan berada di posisi sekitar 5 bulan terkuatnya, sementara dollar di pasar global bergerak turun naik. Rupiah tercatat di akhir minggu sebagai mata uang terkuat se Asia terhadap dollar, dan telah terapresiasi vs USD selama 9 minggu terakhir. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan masih dalam arah turun dengan rentang lebih terbatas dan berada dalam range antara resistance di level 14,098 dan 14,155, sementara support di level Rp13,835 dan Rp13,753.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Flash Manufacturing PMI pada Rabu malam; disambung dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m pada Kamis malam; berikutnya data Advance GDP q/q pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Flash Manufacturing PMI pada Rabu sore; diikuti dengan rilis pengumuman ECB Main Refinancing Rate yang diperkirakan bertahan di level 0.00% serta Monetary Policy Statement pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pidato RBA Gubernur RBA Lowe pada Kamis pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum berfluktuasi oleh ekspektasi pasar bahwa the Fed akan memangkas suku bunganya secara signifikan lalu rebound lagi dengan komentar the Fed yang dovish di akhir pekan, dimana indeks dolar AS secara mingguan naik ke 97.12. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau melemah tipis ke 1.1219. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1371 dan kemudian 1.1411, sementara support pada 1.1193 dan 1.1181.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah terbatas ke level 1.2500 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2577 dan kemudian 1.2705, sedangkan support pada 1.2381 dan 1.2365. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir melemah ke level 107.71.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.97 dan 109.93, serta support pada 106.79 serta level 105.13. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.7043. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7103 dan 0.7160, sementara support level di 0.6910 dan 0.6833.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dalam dinamika antara ketidakpastian perkembangan nego dagang AS – China dan harapan investor atas pemangkasan suku bunga the Fed yang lebih besar. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 21,466. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21785 dan 21900, sementara support pada level 20993 dan lalu 20924. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 28,765. Minggu ini akan berada antara level resistance di 29008 dan 29480, sementara support di 28080 dan 27985.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah terkoreksi dari level rekornya karena laporan keuangan emiten yang kurang sesuai harapan serta pernyataan the Fed New York terakhir yang dovish. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 27,154.20, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 27398 dan 27450, sementara support di level 26665 dan 26465. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2,976.61, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3017 dan 3050, sementara support pada level 2952 dan 2912.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau masih menguat walau agak tertahan aksi profit taking dari posisi 6 tahun tertingginya dan oleh menguatnya dollar di akhir pekan, sehingga harga emas spot menguat terbatas ke level $1,424.87 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1452 dan berikut $1487, serta support pada $1399 dan $1381.

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang sangat sulit untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here