Dolar AS Naik Tertinggi 2 Minggu; Poundsterling Merosot Jelang Pemilihan PM Baru

628

(Vibiznews – Forex) Dolar AS menguat ke tertinggi dua minggu terhadap para pesaingnya pada hari Selasa (23/07), sehari setelah Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin kongres menyetujui perpanjangan dua tahun dari batas utang, meredam kekhawatiran default pemerintah akhir tahun ini.

Dolar AS naik 0,31% versus sekeranjang rivalnya menjadi 97,47, level tertinggi sejak 9 Juli.

Kekuatan dolar juga disebabkan oleh pelemahan yang meluas di Euro karena investor bersiap-siap untuk berita stimulus baru dari Bank Sentral Eropa pada hari Kamis.

Meskipun pasar uang telah memangkas taruhan pada pemotongan suku bunga deposito 10 basis poin dari ECB menjadi kurang dari 40% dari sekitar 60% pada hari Jumat, para analis mmeperkirakan proyeksi ke depan yang dovish dan kemungkinan syarat yang lebih longgar untuk pinjaman multi-tahun barunya yang direncanakan.

Harapan pelonggaran kebijakan telah meningkat sejak pidato Presiden ECB Mario Draghi Juni di Sintra, dengan imbal hasil obligasi Italia turun lebih dari 100 basis poin sejak saat itu dan Euro melemah lebih dari 2% selama periode itu.

Euro berjuang melawan dolar tetapi bertahan pada level tertinggi dua tahun terhadap franc Swiss yang menghasilkan rendah, sekitar 1,10 franc per euro, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Swiss National Bank dapat melakukan intervensi secara agresif untuk melemahkan mata uang.

Kekuatan dolar AS juga didukung oleh ketegasan umum dalam utang AS, dengan patokan imbal hasil 10-tahun melayang di sekitar 2,05%.

Pound Inggris adalah pecundang lainnya di awal perdagangan London, meluncur menuju wilayah $ 1,24 menjelang hasil dari kontes kepemimpinan Partai Konservatif. Boris Johnson secara luas diperkirakan akan menang dan menggantikan Theresa May sebagai perdana menteri.

Kekhawatiran bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan telah tumbuh setelah Johnson mengatakan dia akan menarik Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober “do or die”.

Pound diperdagangkan pada $ 1,2459, dalam jarak dekat dari terendah 27-bulan $ 1,2382 yang dicapai minggu lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS bergerak positif dengan kesepakatan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin kongres untuk perpanjangan dua tahun dari batas utang. Pelemahan Euro dengan sentimen pemangkasan suku bunga ECB, dan kemerosotan Poundsterling menjelang pemilihan perdana menteri baru Inggris, juga semakin mendukung dolar AS.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here