Market Outlook, 29 July – 2 August 2019

1086

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau berakhir melemah cukup signifikan, tergerus aksi profit taking ke level 4 minggu tertendahnya dari posisi hampir 11 minggu tertingginya pada pekan sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia merah di akhir pekan oleh perkiraan bahwa the Fed tidak agresif dalam memangkas suku bunganya. Secara mingguan IHSG ditutup melemah cukup tajam 2.03% ke level 6,325.237. Untuk minggu berikutnya (29 Juli2 Agustus 2019), IHSG kemungkinan mulai rebound karena memasuki area oversold, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6468 dan kemudian 6516, sedangkan support level di posisi 6314 dan kemudian 6269.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu bergerak dalam trend yang melemah secara mingguan 0.29% ke level Rp 14,004, tergerus setelah 9 minggu sebelumnya terapresiasi, sementara dollar di pasar global juga perkasa di 2 bulan terkuatnya. Rupiah tercatat di akhir minggu kali ini sebagai mata uang terlemah se Asia terhadap dollar. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan sempat kembali turun dengan rentang lebih terbatas dan berada dalam range antara resistance di level 14,098 dan 14,155, sementara support di level Rp13,889 dan Rp13,835.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Senin malam; disambung dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change pada Rabu malam; berikutnya pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan dipangkas 25 bps ke level <2.25% serta data ISM Manufacturing PMI pada Kamis malam; diakhiri dengan rilis Non-Farm Employment Change (NFP) dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Core CPI Flash Estimate y/y pada Rabu sore; diikuti dengan rilis MPC Official Bank Rate Votes serta pengumuman Official Bank Rate BOE pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level 0.75%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data Monetary Policy Statement BOJ pada Senin pagi; dilanjutkan dengan rilis Caixin Manufacturing PMI pada Kamis pagi.

 

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum menguat ke level 2 bulan tertingginya, ditopang oleh pelemahan euro dalam perkiraan ECB yang dovish serta data GDP AS yang dirilis di atas ekspektasi, dimana indeks dolar AS secara mingguan naik ke 97.90. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau melemah ke 1.1127. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1225 dan kemudian 1.1281, sementara support pada 1.1101 dan 1.0922.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah tajam ke level 1.2378 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2577 dan kemudian 1.2705, sedangkan support pada 1.2334 dan 1.2108. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 108.65.  Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 108.99 dan 109.93, serta support pada 107.70 serta level 106.79. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.6911. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7082 dan 0.7103, sementara support level di 0. 6833 dan 0.6826.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif digoyamg arah kebijakan suku bunga dari Eropa maupun perkiraan bahwa the Fed tidak akan agresif dalam memangkas suku bunganya. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 21,658. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21823 dan 21900, sementara support pada level 20993 dan lalu 20924. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 28,398. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28809 dan 29008, sementara support di 28080 dan 27985.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat bahkan mencetak rekor tertinggi baru untuk S&P5000 dan Nasdaq karena rilis data GDP yang melebihi ekspektasi dan laporan keuangan emiten yang kuat. Indeks Dow Jones secara mingguan menguat ke level 27,192.45, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 27398 dan 27450, sementara support di level 26665 dan 26465. Index S&P 500 minggu lalu menguat dalam rekor ke level 3,025.86, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 3050 dan 3120, sementara support pada level 2973 dan 2952.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi oleh penguatan dollar di pasar uang dan profit taking investor, sehingga harga emas spot melemah terbatas ke level $1,417.89 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1452 dan berikut $1487, serta support pada $1399 dan $1381.

Bagi Anda yang mungkin, karena kesibukan atau hal lainnya, baru kembali beraktivitas dalam dinamika pasar investasi disarankan untuk pelajarilah dahulu situasi pasar secara hati-hati. Sikap “hati-hati” adalah kata kunci dalam berivestasi. Investasi itu bukan asal tebak, untung-untungan, atau sikap ‘semoga kali ini benar’. Investasi seutuhnya meliputi analisis, pengetahuan, pengalaman, pendalaman isyu, modal yang memadai, manajemen risiko, penguasaan psikologi, serta juga intuisi professional. Kombinasi ini semua membuat investor sukses berkarakteristik kehati-hatian. Hati-hati tetapi berani mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan matangnya. Kalau perlu bantuan, gabung saja lagi dengan kami yang adalah partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting
Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here