IHSG Kamis Terkoreksi Terbatas ke 6381; Konsolidasi Melandai Lalu Melemah

519

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi Kamis sore ini (1/08) terpantau terkoreksi terbatas 0,14% atau -8,963 poin ke level 6.381,542 setelah dibuka turun ke level 6.385,264. IHSG sempat bergerak dua arah dalam konsolidasi lalu melemah, dengan bursa kawasan Asia hari ini umumnya melemah oleh data menyusutnya aktivitas industri China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini berakhir melemah tajam 0,71% ke level Rp 14.116, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menanjak tajam ke level 2 tahun tertingginya terhadap euro setelah pidato Chairman the Fed Powell ditangkap pasar sebagai the Fed tidak agresif dalam pemangkasan bunga selanjutnya. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.017.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun 5,242 poin (0,05%) ke 6.385,264. Indeks LQ45 berkurang 1,482 poin (0,14%) ke 1.020,951. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG melemah 1,45 poin atau 0,02% ke level 6.389,05.

IHSG kemudian sempat melandai dua arah, dan di akhir sesi semakin turun 8 poin (0,14%) ke level 6.381. Indeks LQ45 turun 5 poin (0,56%) ke level 1.016,748. Hari ini enam dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor property yang merosot 1,29%, diikuti sektor perdagangan yang turun 0,92%.

Tercatat sebanyak 192 saham naik, 239 saham turun dan 132 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 503.81 kali transaksi sebanyak 15,55 miliar lembar saham senilai Rp 9,83 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat variatif dengan banyak melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,09% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,76%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain PT PP (PTPP) -7,67%, Waskita (WSKT) -5,85%, Erajaya (ERAA) -5,42%, dan Surya Citra (SCMA) -5,16%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini sempat dua arah dan kemudian mendatar dan akhirnya melemah, sementara bursa regional Asia banyak melemah oleh data menyusutnya aktivitas industri China. Berikutnya IHSG nampaknya masih sekitar konsolidasinya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.419 dan 6.468. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.283, dan bila tembus ke level 6.269.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here