IHSG Akhir Pekan Tertekan 0,6% ke 6340; Tensi Perang Dagang Menjatuhkan Bursa Asia

864

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi akhir pekan Jumat sore ini (2/08) terpantau tertekan 0,65% atau -41,362 poin ke level 6.340,180 setelah dibuka turun ke level 6.341,124. IHSG tertekan searah dengan sentimen pasar regional, sementara bursa kawasan Asia hari ini melemah dengan memanasnya lagi tensi perang dagang AS –China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini berakhir melemah signifikan 0,49% ke level Rp 14.185, dengan dollar AS di pasar uang Eropa lanjut terkoreksi dari level 2 tahun tertingginya terhadap euro setelah Trump menyampaikan akan menambahkan tariff atas impor China. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.116.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun turun 40 poin (0,6%) ke level 6.341. Indeks LQ45 berkurang 9 poin (0,97%) ke level 1.006,891. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG melemah turun 52 poin ke level 6.329,542. Indeks LQ45 juga turun 11 poin ke level 1.005,585.

IHSG kemudian tetap bertahan di zona merah, dan di akhir sesi melemah 0,65% atau -41,362 poin ke level 6.340,180. Indeks LQ45 turun 8,317 poin (0,65%) ke level 1.008,431. Hari ini delapan dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor industry dasar yang merosot 1,57%, diikuti sektor property yang turun 1,48%.

Tercatat sebanyak 143 saham naik, 276 saham turun dan 138 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 400.31 kali transaksi sebanyak 13,27 miliar lembar saham senilai Rp 7,87 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat variatif dengan banyak melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 2,11% dan Indeks Hang Seng yang turun 2,35%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Pool Advista (POOL) -9,11%, Surya Citra (SCMA) -5,10%, Adaro (ADRO) -4,08%, dan MNC (MNCN) -3,96%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terseret sentimen negatif bursa global oleh memanasnya tensi perang dagang, sementara bursa regional Asia melemah oleh pernyataan Trump akan menaikkan tariff impor China 10%. Berikutnya IHSG nampaknya masih masih akan berhadapan dengan tekanan jual dan berupaya mendarat di fase konsolidasi, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.404 dan 6.468. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.283, dan bila tembus ke level 6.269.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here