Harga Minyak Rebound; Data API Menjadi Perhatian

395

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak sedikit rebound pada hari Selasa (06/08) dari penurunan besar di sesi terakhir, tetapi minyak mentah Brent tetap dekat posisi terendah tujuh bulan sekitar $ 60 per barel karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate naik 24 sen menjadi $ 54,93 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 29 sen menjadi $ 60,10 per barel, setelah sebelumnya merosot di sesi ke level terendah sejak 14 Januari di $ 59,07.

Harga Brent telah kehilangan lebih dari 9% dalam sepekan terakhir, dengan Presiden AS Donald Trump bertekad untuk memberlakukan tarif baru pada impor China dan China membuat langkah lebih lanjut terhadap penghentian pembelian barang pertanian AS.

Amerika Serikat juga menanggapi penurunan yuan China pada hari Senin dengan mencap negara itu sebagai manipulator mata uang, mendorong China untuk menuduh Amerika Serikat menyebabkan kekacauan di pasar keuangan.

Brent turun lebih dari 3% pada hari Senin karena para pedagang khawatir perselisihan antara dua pembeli minyak terbesar dunia akan mengurangi permintaan, membantu mendorong short-covering Selasa.

Harga minyak dapat menemukan beberapa dukungan nanti pada hari Selasa, dengan jajak pendapat Reuters menunjukkan persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah jatuh selama delapan minggu berturut-turut.

Dini hari nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh American Petroleum Institute (API)

Di sisi pasokan, Iran telah mengancam untuk memblokir semua ekspor energi keluar dari Selat Hormuz, yang dilaluinya seperlima dari lalu lintas minyak global, jika tidak mampu menjual minyak seperti yang dijanjikan oleh perjanjian nuklir 2015 sebagai imbalan untuk mengekang pengayaan uranium.

Inggris pada hari Senin bergabung dengan Amerika Serikat dalam misi keamanan maritim di Teluk untuk melindungi kapal dagang setelah Iran merebut kapal berbendera Inggris.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan aksi bargain hunting setelah merosot di sesi sebelumnya. Juga akan mencermati data laporan pasokan API, yang jika menurun akan mengangkat harga minyak dan sebaliknya. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 55,50-$ 56,00, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 54,50-$ 54,00.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here