IHSG Selasa Tertekan 0,9% ke 6119; Padat di Area Oversold

168

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi Selasa sore ini (6/08) terpantau lanjut tertekan 0,91% atau -56,232 poin ke level 6.119,471 setelah dibuka turun ke level 6.105,091. IHSG tergelincir dengan aksi jual investor asing bersama dengan sentimen negatif pasar regional, sementara bursa kawasan Asia hari ini lanjut melemah dengan ketidakjelasan situasi perang dagang AS –China.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini berakhir melemah tipis 0,07% ke level Rp 14.265, dengan dollar AS di pasar uang Eropa agak flat setelah rebound dari tekanan 3 hari berturut sebelumnya. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.255.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 70,612 poin (1,14%) ke level 6.105. Indeks LQ45 juga turun 18,682 poin (1,91%) ke level 957,067. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG melemah turun 60 poin (0,98%) ke level 6.115. Sementara indeks LQ45 turun 13,9 poin (1,4%) ke level 961,842.

IHSG kemudian tetap bertahan di zona merah, dan di akhir sesi agak rebound tetapi tetap melemah 0,91% atau -56,232 poin ke level 6.119,471. Indeks LQ45 turun 14,998 poin (1,54%) ke level 960,752. Hari ini tujuh dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor aneka industry yang merosot 2,26%, diikuti sektor keuangan yang turun 1,90%.

Tercatat sebanyak 120 saham naik, 137 saham turun dan 129 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 550.29 kali transaksi sebanyak 16,97 miliar lembar saham senilai Rp 10,50 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat banyak melemah, di antaranya Indeks Nikkei yang merosot 0,65% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,67%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain BTPN Syaria (BTPS) -5,11%, Untited Tractor (UNTR) -4,71%, Bank BRI (BBRI) -3,98%, dan Charoen Pokphand (CPIN) -3,31%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini digerus aksi jual investor asing terseret sentimen negatif bursa global, tertekan ke posisi 10 minggu terendahnya, sementara bursa regional Asia makin melemah oleh ketidakjelasan situasi perang dagang AS –China. Berikutnya IHSG nampaknya akan mencari ruang rebound karena sudah padat di area oversold-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.404 dan 6.468. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.022, dan bila tembus ke level 5.918.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here