Perang Dagang AS – China Yang Semakin Tegang Menekan Ekonomi

165

(Vibiznews – Forex) – Perang perdagangan Amerika Serikat dan China masih menjadi sentimen utama yang dicermati para investor untuk perdagangan pasar global minggu ini. Perang dagang kedua negara besar ini ternyata bukannya semakin mereda, tapi semakin meruncing.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu bahwa AS bersiap mengenakan tarif 10% untuk barang China senilai $ 300 miliar mulai 1 September. Namun China tidak tinggal diam, membalas ancaman Trump, pemerintah Beijing menyatakan menunda pembelian produk pertanian sebagai tanggapan terhadap tarif baru AS.

Tidak sampai disitu saja, ketika mata uang China Yuan melemah melewati ambang psikologis penting 7 yuan per dolar untuk pertama kalinya sejak 2008, pemerintah AS melalui Departemen Keuangan AS menuduh China adalah manipulator mata uang sebuah langkah yang tidak pernah dilakukan Gedung Putih sejak pemerintahan Clinton.

Dengan semakin meningkatnya ketegangan AS-China ini, apa pengaruhnya bagi pasar global?

Pasar saham anjlok. Bursa Wall Street merosot tajam, bahkan ketiga indeks utama baik Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan terburuk selama tahun 2019. Demikian juga bursa Asia terperosok di zona merah, dan diperkirakan bursa Eropa juga terpuruk. Jika ketegangan terus berlanjut, bursa global akan merosot.

Kita lihat pasar komoditas. Ketegangan perdagangan AS-China yang menekan ekonomi, diperkirakan akan menguatkan harga emas sebagai asset safe haven di saat pasar mengalami ketidakpastian. Demikian juga harga minyak dapat melemah karena kekhawatiran menurunnya permintaan akibat tekanan ekonomi global. Namun kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan aksi bargain hunting, saat harga minyak turun jauh.

Dari pasar forex, aksi balasan China dengan tidak membeli produk pertanian AS, menekan dollar AS. Mata uang saingan utama dollar AS seperti Euro dan Poundsterling naik mengatasi dollar AS. Yuan China yang kemarin merosot, hari ini pulih lagi, yang dapat menekan dollar AS dan memicu mata uang saingan dollar AS terus menguat.

Dapat diperkirakan fokus pasar akan terus mengawasi perkembangan perdagangan AS-China ini, yang kelihatannya sulit menemui jalan kesepakatan kedua negara. Jika ketegangan terus meruncing, diperkirakan pasar global akan tertekan. Namun jika muncul pernyataan atau tindakan kesepakatan yang meredakan ketegangan perang dagang, dapat membantu pulihnya pasar global.

Selasti Panjaitan/Vibiznews
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here