Emas Mundur Kembali Setelah Naik Keatas $1,500

278

(Vibiznews-Commodity) Emas sedikit melemah pada hari Kamis setelah kenaikan diatas $1,500 untuk pertamakalinya sejak April 2013 pada sesi sebelumnya sebagai respon terhadap ketidakpastian perdagangan AS – Cina dan meningkatnya tanda-tanda perlambatan ekonomi.

Emas spot turun 0.3% pada $1,496.52 per ons pada 17:15 WIB. Emas berjangka AS turun 0.7% menjadi $1,508.30 per ons.

Analis dari FXTM Lukman Otunuga berkata,”Setelah emas mengambil keuntungan dengan agresif pada beberapa hari yang lalu, wajar untuk harga emas berbalik turun sebelum kembali mendorong naik lebih tinggi.”

Metal berharga kuning telah naik lebih dari 17% tahun ini dan sekitar $100 pada minggu lalu, berlari dengan cepat didorong oleh ketegangan perdagangan dan semakin meningkatnya pergerakan kearah “dovish” di dalam kebijakan oleh bank sentral-bank sentral ditengah ketakutan akan pertumbuhan yang melambat.

Afshin Nabavi, wakil presiden senior di pedagang metal berharga MKS SA mengatakan,”Situasi tidak berubah. Ketegangan politik terus berlangsung. Perang dagang masih berlanjut, jadi saya tidak terkejut melihat naiknya harga emas.” Dia menambahkan harga emas bisa bergerak di dalam rentang $1,475 – $1,530 dengan absennya katalisator lebih lanjut.

Pasar saham global menikmati pemulihan yang tentatif setelah kejatuhan yang tajam sebagai respon terhadap eskalasi dalam perang dagang, ketika Cina mengijinkan yuan melemah melampaui batas kunci 7 yuan per dolar AS yang dipandang sebagai pembalasan terhadap ancaman tarif tambahan AS.

Analis di ActivTrades Carlo Alberto De Casa berkata di dalam catatannya,”setiap rekonsiliasi antara Trump dan Cina bisa membawa investor kembali ke assets yang lebih beresiko.

Namun, faktor-faktor lain, termasuk lingkungan turunnya tingkat bunga kemungkinan akan tetap menjaga emas yang “safe-haven” tetap terdukung, kata para analis.

Pada hari Kamis ini, bank sentral Filipina memangkas tingkat bunga peminjaman benchmark, mengikuti pergerakan yang serupa antara lain adalah Selandia Baru, India dan Thailand.

Setelah Federal Reserve AS memangkas tingkat bunganya pada minggu lalu, tingkat bunga berjangka menunjukkan para trader sedang bertaruh the Fed akan memangkas tingkat bunga tiga kali lagi sampai akhir tahun untuk menghindari diri dari resesi.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here