Harga Minyak Melonjak 3 Persen Terbantu Stabilnya Yuan China

873

(Vibiznews – Commodity) Harga Minyak melonjak lebih dari $ 1 per barel atau 3 persen pada hari Kamis (08/08) terdukung stabilnya mata uang yuan setelah satu minggu merosot akibat peningkatan ketegangan perdagangan AS-China.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $ 1,76, atau 3% menjadi $ 52,87 per barel.

Harga minyak mentah Brent naik $ 1,37 pada $ 57,63 per barel, setelah mencapai sesi tinggi $ 58,01.

Yuan Tiongkok menguat terhadap dolar AS dan ekspornya secara tak terduga kembali ke pertumbuhan pada Juli karena meningkatnya permintaan global meskipun ada tekanan perdagangan AS.

Kedua kontrak minyak mentah turun ke level terendah sejak Januari pada hari Rabu setelah Administrasi Informasi Energi AS mengatakan pasokan minyak mentah AS naik pekan lalu setelah hampir dua bulan menurun karena impor mencapai tertinggi sejak Januari.

Pengiriman minyak mentah ke China, importir terbesar dunia, pada Juli naik 14% dari tahun sebelumnya karena kilang baru meningkatkan pembelian. Ekspor bahan bakar terus meningkat karena pasokan melampaui permintaan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Arab Saudi berencana untuk menjaga ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari pada Agustus dan September meskipun ada permintaan yang kuat dari pelanggan, untuk membantu mengurangi persediaan minyak global dan mengembalikan pasar ke keseimbangan, kata seorang pejabat minyak Saudi.

Ketegangan geopolitik atas keselamatan kapal tanker minyak yang melewati Teluk Persia tetap tidak terselesaikan karena Iran menolak untuk melepaskan tanker berbendera Inggris yang disita bulan lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik dengan stabilnya mata uang Yuan dan harapan pemotongan pasokan minyak. Harga minyak diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 53,40-$ 53,90, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 52,40-$ 51,90.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here