BI Pangkas Suku Bunga 25 Bps Menghadapi Perlambatan Global

367

(Vibiznews – Economy & Business) Indonesia memangkas suku bunga untuk bulan kedua berturut-turut yang bertujuan memacu ekonomi menghadapi risiko perlambatan global dan perang dagang.

Bank Indonesia menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,50% pada hari Kamis (22/08), sebuah langkah yang diprediksi oleh hanya 13 dari 34 ekonom yang disurvei Bloomberg. Mayoritas mengharapkan bank untuk mempertahankan kebijakan tidak berubah setelah menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun pada bulan Juli.

Seperti yang dilansir dalam situsnya, Bank Indonesia menyatakan kebijakan penurunan suku bunga acuan tersebut konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran, tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal, serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global.

Indonesia menggunakan campuran kebijakan moneter dan fiskal untuk merangsang ekonomi terbesar di Asia Tenggara setelah pertumbuhan melambat pada kuartal kedua. Inflasi yang rendah dan prospek kebijakan Federal Reserve yang dovish memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk membalikkan beberapa kenaikan suku bunga tahun lalu.

Bank-bank sentral di pasar negara berkembang seperti India, Brasil, dan Rusia, juga di Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, dan Filipina – semuanya menurunkan suku bunga tahun ini untuk menyalakan kembali pertumbuhan.

Bank Indonesia seperti yang disampaikan dalam situsnya menyatakan akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Koordinasi Bank Indonesia dengan Pemerintah dan otoritas terkait terus diperkuat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA).

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here