IHSG Selasa Berakhir Terkoreksi 0,46% ke 6261; Dihadang Profit Taking Setelah Rally

233

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi Selasa sore ini (3/09) terpantau terkoreksi 0,46% atau 28,956 poin ke level 6.261,590 setelah dibuka naik ke level 6.293,362. IHSG bergerak dua arah dengan sesi kedua banyak di zona merah, sementara bursa kawasan Asia hari ini umumnya variatif di tengah bank sentral Australia (RBA) yang mempertahankan level suku bunganya di level 1.0%.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini melemah 0,22% ke level Rp 14.225, dengan dollar AS di pasar uang Eropa masih melejit dalam rally hari kelimanya oleh anjloknya pound sterling karena suramnya prospek Brexit dalam gejolak politik Inggris serta merosotnya euro. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.194.

Mengawali perdagangannya, IHSG bertambah 2,816 poin (0,04%) ke level 6.293. Indeks LQ45 naik 0,842 poin (0,09%) ke level 987,295. Siang ini di penutupan sesi pertama IHSG turun 11 poin (0,19%) ke level 6.278,771. Indeks LQ45 turun 7 poin (0,7%) ke level 979,137.

IHSG kemudian banyak beredar di zona merah, dan di akhir sesi menurun lemah 0,46% atau 28,956 poin ke level 6.261,590. Indeks LQ45 turun 9,246 poin (0,94%) ke level 977,207. Hari ini tujuh dari sepuluh sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang merosot 1,29%, diikuti sektor aneka industri yang turun 1,07%.

Tercatat sebanyak 184 saham naik, 239 saham turun dan 133 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 545.52 kali transaksi sebanyak 15,20 miliar lembar saham senilai Rp 7,87 triliun.

Sementara itu, bursa regional sore ini terlihat mixed, di antaranya Indeks Nikkei yang menanjak 0,02% dan Indeks Hang Seng yang turun 0,39%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Erajaya (ERAA) -5,16%, Antam (ANTM) -5,13%, Timah (TINS) -4,95%, dan Bank Mandiri (BMRI) -3,83%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terhadang aksi profit taking setelah cenderung rebound dan rally dalam 5 sesi hari sebelumnya, sementara bursa regional Asia juga variatif setelah bank sentral Australia (RBA) yang mempertahankan level suku bunganya di level 1.0%. Berikutnya IHSG nampaknya akan lebih wait and see antara terus tergerus atau rebound bertahap, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.404 dan 6.468. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.149, dan bila tembus ke level 6.022.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

Editor: Asido

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here