Bursa Wall Street Melonjak Sambut Rencana Pertemuan Dagang AS-China Awal Oktober

385

(Vibiznews – Index) Bursa saham Wall Street melonjak pada Kamis setelah AS dan China sepakat untuk bertemu bulan Oktober di Washington untuk membahas perdagangan.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 372,68 poin, atau 1,4% menjadi 26.728,15.

Indeks S&P 500 naik 1,3% menjadi ditutup pada 2.976, dipimpin oleh kenaikan 2,1% di sektor teknologi, dan ditutup sekitar 1,7% dari rekor tertinggi.

Indeks Nasdaq naik 1,75% menjadi 8,116.83.

The VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH) naik 3% seiring Advanced Micro Devices naik 1,8%. On Semiconductor naik 2,6%. Saham-saham bank seperti J.P. Morgan Chase dan Citigroup masing-masing ditutup lebih dari 2% lebih tinggi sementara pemimpin perdagangan Caterpillar dan Boeing masing-masing naik 3,3% dan 1%.

Kementerian Perdagangan China mengeluarkan pernyataan Kamis pagi yang mengatakan bahwa Liu He, negosiator utama Beijing untuk perdagangan, telah berbicara dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan putaran perundingan perdagangan lagi di Washington pada awal bulan depan, dan konsultasi akan dilakukan pada pertengahan September sebagai persiapan untuk pertemuan tersebut, kata pernyataan itu.

Pengumuman itu muncul setelah dua negara ekonomi terbesar di dunia memberlakukan tarif baru pada barang masing-masing pada awal bulan, menandai peningkatan lain dalam perang dagang yang berkepanjangan. Sebelumnya, kedua belah pihak telah mengindikasikan mereka akan bertemu pada bulan September.

Pada rilis data, pertumbuhan sektor swasta di AS meningkat sebesar 195.000, menurut ADP dan Moody’s Analytics. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan gaji meningkat 140.000. Laporan dari ADP dan Moody’s Analytics dilihat oleh investor sebagai pratinjau laporan non farm payroll bulanan pemerintah AS, yang dijadwalkan untuk dirilis Jumat pagi.

Data payroll datang saat Federal Reserve dilaporkan bersiap untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin akhir bulan ini. Langkah ini akan mengikuti penurunan suku bunga seperempat poin pada Juli.

Sementara itu, Institute for Supply Management mengatakan sektor jasa A.S. berkembang pada tingkat yang lebih cepat dari yang diperkirakan bulan lalu.

Malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls Agustus AS yang diindikasikan melemah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak lemah jika data Non Farm Payrolls AS terealisir menurun. Juga akan mencermati perkembangan dan komentar seputar negosiasi perdagangan AS-China, yang jika memberika sentimen positif akan menguatkan bursa dan sebaliknya.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here