Bursa Asia Mixed Menantikan Keputusan Suku Bunga AS

278

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Asia ditutup mixed pada hari Rabu (18/09) menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve AS yang akan dirilis pada Kamis dinihari.

Di China daratan, indeks Shanghai naik 0,25% menjadi sekitar 2.985,66 dan indeks Shenzhen juga naik 0,258% menjadi sekitar 1,655.61.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun tipis 0,13% pada 26754.12.

Indeks Nikkei 225 di Jepang tergelincir 0,18% pada hari itu menjadi 21.960,71 sementara Topix turun 0,49% menjadi ditutup pada 1.606,62. Data menunjukkan pada hari Rabu bahwa ekspor Jepang turun 8,2% tahun ke tahun di bulan Agustus, kurang dari ekspektasi penurunan 10,9% oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Indeks Kospi Korea Selatan mengakhiri hari perdagangannya 0,41% lebih tinggi pada 2,070,73.

Di Australia, indeks ASX 200 tergelincir 0,2% menjadi ditutup pada 6.681,60. Saham pengecer barang yang terdaftar di Australia, Kathmandu, melonjak 7,6% setelah perusahaan melaporkan kenaikan laba bersih setelah pajak lebih dari 13%.

Investor menunggu keputusan terbaru Fed tentang kebijakan moneter, yang akan dirilis pada hari Rabu di Amerika Serikat. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Itu akan menjadi penurunan suku bunga kedua pada 2019.

Saham perusahaan minyak di wilayah tersebut sebagian besar tergelincir pada hari Rabu, menyusul penurunan tajam harga minyak mentah semalam setelah Arab Saudi mengisyaratkan pasokan minyaknya akan segera kembali normal. Itu terjadi setelah kenaikan bersejarah dalam harga minyak setelah serangkaian serangan pesawat tak berawak selama akhir pekan pada industri minyak kerajaan yang mengganggu produksi minyak mentahnya.

Di Australia, Santos tergelincir 1,66% dan Woodside Petroleum turun 2,52% sementara Beach Energy menambahkan 0,75%. Inpex Jepang anjlok 4,22% dan S-Oil Korea Selatan turun 0,99%. Saham Petrochina dan CNOOC yang terdaftar di Hong Kong juga masing-masing turun 1,86% dan 1,24%, pada jam terakhir perdagangan mereka.

Langkah-langkah regional datang setelah menteri energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan dalam konferensi pers hari Selasa bahwa kemampuan produksi minyak sepenuhnya pulih dan bahwa produksi minyak akan kembali ke tingkat pra-serangan pada akhir September.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan mencermati keputusan suku bunga Federal Reserves AS, yang jika turun dan menguatkan bursa Wall Street, maka dapat mengangkat bursa Asia pada perdagangan selanjutnya.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here