Rekomendasi Forex GBP/USD 1 Oktober 2109

507

(Vibiznews-Forex) GBP/USD pulih kembali dan berada di level mendekati 1.23. Perdana Menteri Johnson sedang dalam masalah besar karena tuduhan tingkah laku sexsual yang tidak benar. Oposisi bertemu untuk mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya. GDP final kuartal ke dua dinaikkan menjadi 1.3% YoY.

Perdana Menteri Boris Johnson ada dalam kesukaran yang besar – paling tidak dalam tiga medan. Charlotte Edwardes, seorang jurnalis majalah Times, telah menuduh Perdana Menteri menggerayanginya ketika dia menjadi editor dari Spectator pada tahun 1999. Bekas kanselir Phillip Hammond telah menuduh Johnson bekerja bagi donaturnya – hedge funds yang telah bertaruh melawan Poundsterling dan mengingini Brexit yang keras. Dan tuduhan penyalah gunaan dana publik selama dia menjadi Mayor dari London – membantu pebisnis wanita Amerika Jennifer Arcuri. Perkembangan buruk ini tidak menghentikan Perdana Menteri yang energik ini di dalam polling pendapat – dimana Konservatif jauh memimpin diatas Buruh dan Demokrat Liberal. Hal ini juga gagal untuk menghentikan Perdana Menteri di dalam usahanya untuk meninggalkan Inggris dari Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober , namun telah mencegah pounsterling dari pulih kembali.

Oposisi sedang mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya. Salah satunya adalah oposisi mengamandemen undang-undang dan memajukan tanggal dimana Perdana Menteri harus mendekati Uni Eropa untuk penundaan Brexit. Sementara pemimpin Buruh Jeremy Corbyn Oposisi sedang mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya. Salah satunya adalah oposisi mengamandemen undang-undang dan memajukan tanggal dimana Perdana Menteri harus mendekati Uni Eropa untuk penundaan Brexit. Sementara pemimpin Buruh Jeremy Corbyn yang ingin menggantikannya meminta perpanjangan dan pemilihan yang baru.  Jika Corbyn menjadi Perdana Menteri poundsterling bisa bangkit.

Saat ini ketidakpastian membebani Poundsterling. Sterling berhasil naik setelah angka final GDP kuartal kedua direvisi naik menjadi 1.3% setahun dari semula dilaporkan 1.2%. Meskipun kontraksi 0.2% secara kuartalan diteguhkan. Dan pertumbuhan yang lemah diproyeksikan pada kuartal kedua.

Secara tehnikal, GBP/USD terus menderita karena momentum penurunan pada grafik empat jam. Relative Strength Index (RSI) telah naik dari ke rendahan dekat kondisi “oversold” dengan demikian mengijinkan terjadinya penurunan lebih jauh.

Penurunan lebih jauh akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2275 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.2235 dan kemudian 1.2195. Sebaliknya kenaikan pasangan matauang ini akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di 1.2340 yang apabila berhasil ditembus akan lanjut ke 1.2390 dan kemudian 1.2415.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner  Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here