Market Outlook, 7-11 October 2019

699

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia seara mingguan melemah mengikuti kemerosotan bursa global akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi global dengan melemahnya data manufaktur AS dan bisnis Eropa, sementara bursa kawasan Asia secara mingguan juga melemah karena buruknya data ekonomi China. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 2.19% ke level 6,061.25. Untuk minggu berikutnya (7–11 Oktober 2019), IHSG berpotensi positif setelah bursa Wall Street dan Eropa berakhir naik di akhir pekan terdukung data pekerjaan AS yang lebih baik, juga optimism pertemuan dagang AS-China pada minggu mendatang. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6116 dan kemudian 6190, sedangkan support level di posisi 6014 dan kemudian 5998.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu terpantau menguat, bahkan rally selama 3 hari, dimana secara mingguan menguat 0.21% ke level Rp 14,130. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan melemah dalam range antara support di level 14,031 dan 13,967, sementara resistance di level Rp14,234 dan Rp14,316.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA pada Rabu malam; disambung dengan FOMC minutes pada Kamis dinihari; berikutnya data Inflation Rate September pada Kamis malam, juga data Michigan Consumer Sentiment pada Jumat malam.
• Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Balance of Trade Agustus Jerman dan Inggris pada Kamis siang; diikuti dengan Inflation Rate September Jerman pada Jumat malam.
• Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis data NAB Business Confidence September Australia dan data Caixin Services PMI September China pada Rabu pagi; selanjutnya data Westpac Consumer Confidence Oktober Australia pada Kamis pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara umum melemah, dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 98.84. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau menguat ke 1.0975. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1075 dan kemudian 1.1127, sementara support pada 1.0939 dan 1.0876.

Poundsterling minggu lalu terlihat turun tipis ke level 1.2320 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2504 dan kemudian 1.2738, sedangkan support pada 1.2158 dan 1.2030. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir turun tipis ke level 106.89. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 107.92 dan 108.61, serta support pada 105.98 serta level 104.68. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menguat ke level 0.6768. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.6846 dan 0.6919, sementara support level di 0.6686 dan 0.6659.

Pasar Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah tertekan kekhawatiran ancaman resesi global pasca lemahnya data ekonomi AS, Eropa dan China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir melemah ke level 21,410. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 22220 dan 22660, sementara support pada level 21473 dan lalu 21145. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir turun ke level 25,835. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26454 dan 27063, sementara support di 25577 dan 24675.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir menguat setelah data pekerjaan AS masih sesuai harapan. Indeks Dow Jones secara mingguan melemah ke level 26,547, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 26857 dan 27245, sementara support di level 26266 dan 25915. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2,951, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2982 dan 3017, sementara support pada level 2915 dan 2891.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat terpicu kekhawatiran perlambatan ekonomi yang memicu investor mencari asset safe haven, juga pelemahan mata uang dollar AS, sehingga harga emas spot naik ke level $1,504.42 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1525 dan berikut $1555, serta support pada $1482 dan $1456.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here