Bursa Asia Sebagian Besar Positif Menjelang Pertemuan Dagang AS-China

430

(Vibiznews – Index) Pasar saham Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (10/10) menjelang negosiasi perdagangan tingkat tinggi antara ASdan China.

Saham China Daratan naik, dengan indeks Shanghai naik 0,78% menjadi sekitar 2,947.71 dan indeks Shenzhen juga naik 1,413% menjadi sekitar 1,631.84.

The New York Times melaporkan Rabu malam di Amerika Serikat bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump berencana memberikan lisensi yang akan memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk menjual perlengkapan yang tidak sensitif ke Huawei. Awal tahun ini, Gedung Putih melarang penjualan ke raksasa telekomunikasi China, dengan alasan masalah keamanan nasional. Larangan itu kemudian ditunda oleh pemerintah untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika membuat pengaturan lain.

Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,10% pada 25707.93.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,45% menjadi ditutup pada 21.551,98. Indeks Topix menyelesaikan hari perdagangannya sedikit berubah di 1,581.42. Pesanan mesin inti di negara itu turun untuk bulan kedua berturut-turut pada bulan Agustus, menurut data Kantor Kabinet pada hari Kamis.

Namun di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 0,88% menjadi ditutup pada 2.028,15 karena saham produsen mobil Hyundai Motor turun 2,32%.

Indeks ASX 200 Australia mengakhiri hari perdagangannya sebagian besar datar di 6.547,10.

Investor sedang memantau pembicaraan perdagangan AS-China, yang akan dimulai Kamis di Amerika Serikat. Laporan South China Morning Post pada Kamis pagi di Asia mengatakan kedua belah pihak tidak membuat kemajuan dalam negosiasi tingkat wakil minggu ini. Dalam diskusi yang diadakan awal pekan ini, China menolak membahas masalah transfer teknologi paksa, kata laporan itu.

Laporan SCMP juga mengatakan bahwa perundingan perdagangan tingkat tinggi termasuk Wakil Perdana Menteri China Liu He akan dipotong menjadi satu hari sekarang, dengan delegasi dari Beijing ditetapkan untuk meninggalkan Washington pada hari Kamis bukannya hari Jumat seperti yang direncanakan semula.

Sementara itu, seorang juru bicara Gedung Putih mengatakan tidak mengetahui adanya perubahan dalam rencana perjalanan Wakil Perdana Menteri saat ini.

Seorang pejabat senior pemerintah juga memberi tahu Tausche bahwa Liu masih dijadwalkan berangkat pada Jumat malam.

Negosiasi perdagangan antara Washington dan Beijing minggu ini sangat dinanti. Dua ekonomi terbesar telah berjuang untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang kini telah berlangsung lebih dari setahun. Washington dan Beijing telah mengenakan tarif barang miliaran dolar untuk barang masing-masing.

Bloomberg News juga melaporkan semalam bahwa AS sedang mempertimbangkan kesepakatan untuk menunda kenaikan tarif minggu depan dengan imbalan pakta mata uang. AS sebelumnya mengumumkan akan meningkatkan bea atas barang-barang Tiongkok senilai $ 250 miliar dari 25% menjadi 30% pada tanggal 15 Oktober. Tarif 15% untuk impor Tiongkok senilai $ 160 miliar juga diperkirakan akan dimulai pada 15 Desember.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan bursa Asia selanjutnya akan mencermati hasil pertemuan negosiasi dagang AS-China malam nanti, yang jika memberikan sentimen positif akan menguatkan bursa. Namun jika masih dalam ketidakpastian dapat menekan bursa Asia.

Asido Situmorang, Senior Analyst, Vibiz Research Center, Vibiz Consulting

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here