Investasi Emas, Masihkah Menguntungkan?
Harga emas di pasaran dunia sesungguhnya terus mengalami peningkatan karena kebutuhan yang semakin meningkat sementara persediaan semakin berkurang karena belum banyak ditemukan tambang-tambang emas yang baru. Akan tetapi, di masa krisis ini, permintaan emas dunia semakin melonjak tajam. Krisis hutang yang terjadi di Eropa dan Amerika membuat sebagian besar masyarakat dunia menaruh dananya dalam bentuk emas karena menganggap emas sebagai Save Havens dan merupakan investasi yang lebih aman dan stabil, sangat liquid dan dapat berfungsi pula sebagai alat pembayaran seperti uang.
Telah terbukti, di masa krisis di tahun 1920-an di Amerika, di saat berbagai instrumen investasi seperti saham, mata uang dan lainnya turun tajam, emas justru mengalami pelonjakan yang tajam. Bahkan di saat terjadinya inflasi yang tinggi, perang dan lainnya, emas mengalami peningkatan yang tajam. Kini, di masa krisis sekarang ini, emas telah mencapai rekor tertingginya di $ 1920.75/troy onz.
Akan tetapi, setelah mencapai rekor tersebut, emas mengalami koreksi yang cukup dalam akibat adanya intervensi dari Amerika Serikat yang menguatkan mata uangnya dan berdampak pada penurunan berbagai mata uang. Intervensi ini juga melemahkan nilai emas hingga sempat mencapai 1532.45. Bahkan, akhirnya mencapai posisi terendahnya di bulan Desember di posisi 1522.65. Hal ini menimbulkan keraguan bahwa emas tidak lagi berfungsi sebagai save havens melainkan pergerakannya terpengaruh naik turunnya US dolar. Hal ini ada benarnya mengingat emas sudah mencapai posisi tertingginya mendekati target $ 2000/toz, bahkan tidak adanya lagi pemicu inflasi menurut beberapa pengamat mengakibatkan turunnya harga emas seiring dengan menguatnya dolar Amerika akibat melemahnya mata uang Eropa akibat krisis yang masih berlanjut dan belum jelas kapan akan berakhir. Ini membuat beberapa investor besar mulai menjual persediaan emas fisiknya dikarenakan mereka tidak menginginkan nilai emas fisiknya menyusut terus dan ingin melakukan Take Profit atas nilai persediaan emas mereka yang menurut mereka sudah jenuh beli. Di samping itu, mereka lebih memikirkan untuk menyimpan uang mereka ke dalam US dolar di bank sehingga mereka mendapatkan bunga bank, daripada mereka menyimpan emas fisik di bank, mereka harus keluar uang untuk membayar biaya simpan, biaya bunga, dan asuransinya.
Lalu, apakah ini saatnya kejayaan emas berakhir ? Apakah Emas dapat kembali menjadi Save Havens dan menjadi leader kembali sebagai produk investasi yang paling banyak diminati di tengah krisis dan masih menguntungkan ?
Outlook Emas Untuk Wealth Management
Wealth Management atau manajemen kekayaan adalah suatu manajemen yang mengatur pemikiran kita atau investor kita untuk merasa nyaman dalam hal pengaturan asset atau kekayaannya. Ternyata, tidak semua investasi cocok dalam segala kondisi yang terjadi di suatu Negara atau suatu perusahaan. Ketika suatu negara ada dalam keadaan ekonomi yang baik, banyak investor yang melirik saham-saham di negara tersebut untuk meraih Gain. Bahkan, banyak investor yang ingin menguasai perusahaan yang punyak pospek besar di masa yang akan datang. Contohnya di Indonesia yang peringkatnya investasinya naik, menjadikan Indonesia sasaran dari para investor. Akan tetapi, hal ini tidak boleh membuat Indonesia lengah. Cina, yang pertumbuhan ekonominya semenjak krisis global mengalami pertumbuhan yang pesat, saat ini mulai terpengaruh oleh krisis Eropa karena ekspornya ke Eropa dan Amerika mengalami penurunan. Akibatnya, pertumbuhan ekonominya mengalami perlambatan. Untuk tahun 2012 ini, investasi saham masih rentan karena belum terlihat kapan krisis Eropa berakhir. Jadi, investasi apakah yang paling baik di tahun 2012 ini ? Jawabannya adalah EMAS. Sekalipun saat ini emas sedang mengalami penurunan, akan tetapi, secara jangka panjang emas masih ada dalam trend Bullish.
Alasan emas masih merupakan investasi yang terbaik tahun ini adalah :
1. Emas tidak pernah kehilangan penggemarnya, dari kalangan menengah sampai kalangan atas terutama ibu-ibu rumah tangga dengan perhiasan-perhiasannya dan pasangan-pasangan yang akan menikah.
2. Tahun baru Cina merupakan momen yang dipakai untuk kebangkitan kembali emas karena masyarakat Cina diduga melepaskan persediaan emasnya menjelang tahun baru Cina sehingga emas turun dan dapat membelinya kembali menjelang tahun baru Cina dengan harga murah. Terhitung mulai tanggal 30 Desember 2011, emas mulai kembali naik dari posisi 1522.65 hingga 1737.90 saat ini seiring dengan mulai naiknya permintaan menjelang tahun baru Cina.
3. Menurut sejarahnya, telah terbukti, di saat resesi terparah yang terjadi di amerika sekitar tahun 1920-an, emas merupakan investasi yang terus meroket di tengah menurunnya produk investasi lainnya.
Sekalipun Emas sempat mengalami koreksi dalam, dengan Wealth Management ini, maka, kondisi kekayaan yang kita investasikan dapat kita kelola dengan baik. Di saat suatu investasi yang kita lakukan mengalami suatu kerugian, maka, akan ada instrumen investasi lainnya yang dapat kita pakai untuk mengurangi resiko kerugian, bahkan dapat berbalik menjadi keuntungan.Wealth Management dapat kita pakai untuk mengatasi resiko investasi kita, terutama di saat krisis yang masih melanda Amerika dan Eropa saat ini. Apalagi, saat ini belum ada tanda-tanda kapan krisis global ini berakhir.
Dalam Wealth Management, dikenal instrumen investasi yang bernama Derivatives, yang di dalamnya termasuk produk investasi LLG (Loco London Gold) yang bisa dioperasikan secara online. Dalam produk ini, investor bisa mengambil posisi secara langsung secara online baik untuk mengambil posisi beli ataupun jual. Keduanya bisa untuk mendapatkan keuntungan karena yang diperdagangkan bukan fisik melainkan kontrak jual dan belinya. Karena bisa mengambil keuntungan di saat harga sedang turun, maka produk emas derivatives ini bisa dipakai pula oleh investor saat harga emas mengalami penurunan. Dalam Welth Management, produk Derivatives emas ini masuk dalam pilar akumulasi yang bersifat spekulatif dan lebih jangka pendek sifatnya.
Akan tetapi, dalam ilmu Wealth Management ini, emas termasuk pula dalam pilar proteksi dan tidak dapat disangkal emas, dalam hal ini emas fisik, memang dipakai oleh banyak negara sebagai alat proteksi untuk menjaga keuangan negara disaat inflasi dan krisis yang melanda negara tersebut bahkan global seperti yang terjadi saat ini. Produk emas ini memang dipakai sebagai proteksi untuk jangka panjang. Sebagai contohnya, banyak negara dan lembaga keuangan negara masih menyimpan cadangan devisanya bukan dalam bentuk US dolar melainkan dalam bentuk emas fisik.
Sekalipun harga emas global sempat mengalami penurunan, akan tetapi harga emas di Indonesia cenderung lebih stabil. Mengapa ? Saat ini, tengah menjamur produk kepemilikan emas di bank-bank Syariah di Indonesia. Hal ini menyebabkan tidak saja kalangan ekonomi menengah ke atas yang bisa menikmati investasi emas ini, tetapi kalangan ekonomi menengah ke bawah juga sudah mulai bisa melakukan investasi emas karena mereka dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan emas fisik melalui sistem cicilan.
Jangan ragu, investasi emas di Indonesia masih berkilau dan masih menjanjikan mendatangkan keuntungan yang besar di masa yang akan datang.
(Asido Situmorang/AS/vbn)
Tidak Ada Column Terkait |