(Vibiznews - Investment Portfolio) Terdiri dari dua materi, yaitu: PORTFOLIO SUGGESTION dan MARKET OUTLOOK. Akan bermanfaat apabila Anda berinvestasi melalui portfolio. Portfolio merupakan penggabungan lebih dari dua jenis instrumen keuangan yang berbeda jenisnya. Penggabungan ini bermanfaat untuk meminimalisasi tidak tercapainya hasil imbal balik yang kita harapkan, dan untuk mengelola risiko digunakan pendekatan DCA (Dollar Cost Averaging) – maksudnya pembelian secara berkala. Melakukan investasi dengan cara mengelola portfolio yang disesuaikan dengan profil risiko Anda secara keseluruhan adalah sangat bijaksana. Profil risiko Anda tahun ini bisa jadi berbeda dengan tahun sebelumnya. Lakukan penilaian profil risiko Anda secara berkala untuk mendapatkan hasil imbal balik yang diharapkan dan konsisten dengan tingkat risiko yang ditoleransi sesuai profil risiko Anda. Perhatikan instrumen keuangan pada portfolio investasi anda, perlukah beberapa diantaranya dialihkan ke instrumen keuangan lain yang disesuaikan dengan profil risiko, jumlah dana investasi yang tersedia dan keuntungan yang diharapkan? Selanjutnya, dengan kondisi ekonomi atau pasar pada saat ini, lakukan pemilihan instrumen keuangan, dan produknya, khususnya produk non perbankan, saham misalnya, perlu juga memperhatikan jenis industrinya.
PORTFOLIO SUGGESTION; Krisis Eropa dan data ekonomi AS belum sepenuhnya baik, membuat sebagian bursa-bursa global melemah. Namun optmisme membaiknya politik Yunani dengan pembentukan pemerintahan baru memperkuat perdagangan emas dan bursa saham di Indonesia, ini dapat menjadi pertimbangan anda berinvestasi, disamping juga investasi property yang tetap membaik saat ini.
MARKET OUTLOOK; Masih berlangsungnya resesi ekonomi di Eropa, ditambah data ekonomi AS seperti data neraca perdagangan yang memburuk, sempat melamahkan bursa-bursa global. Namun upaya pembentukan pemerintah baru di Yunani dan menurunnya angka klaim pengangguran di AS, membuat wall street sempat rebound. Namun pergerakan masih terlus berlanjut, masih belum jelasnya penyelesaian resesi ekonomi di Eropa, diperkirakan akan dapt membuat pergerakan bursa-bursa saham masih berpotensi melemah tipis.
Kawasan Amerika; Ekonomi AS mengalami perkembangan yang kurang baik. Bureau of Economic Analysis menyampaikan bahwa neraca perdagangan Amerika Serikat semakin memburuk pada bulan Maret. Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin besarnya defisit perdagangan dan indikator fundamental ekonomi Trade Balance yang dilaporkan turun menjadi -51.8 milyar USD dari nilai periode lalu yaitu -45.4 milyar USD. Sebelumnya sejumlah ekonom memperkirakan hanya akan turun menjadi -49.8 milyar USD.
Kawasan Eropa; Indikator French Industrial Production m/m yang merupakan data terkini mengenai perkembangan output sektor manufaktur, pertambangan dan utiliti bulan Maret di negara tersebut, diduga menyusut -0.4% dari nilai periode lalu yang tumbuh 0.3%. Kontraksi ini diperkirakan terjadi dengan semakin dalamnya ancaman resesi di kawasan Uni Eropa.
Kawasan Inggris; Jelang pengumuman Bank of England mengenai kebijakan program pembelian aset, yang merupakan kebijakan stimulus moneter untuk memerangi resesi di negara tersebut, diperkirakan Indikator fundamental ekonomi Asset Purchase Facility masih akan ditahan pada jumlah 325 milyar Poundsterling. Sementara secara umum pasar mengharapkan stimulus moneter untuk ditambah jumlahnya, mengingat memburuknya perjalan recovery ekonomi dengan membaranya politik di beberapa negara Uni eropa. Hal ini memberikan sentiment negative bagi Sterling.
Indeks Saham; Indeks S&P 500 mengalami penurunan signifikan sebesar 0.7% dan ditutup pada posisi 1354.58 poin dini hari tadi. Posisi tersebut adalah yang terendah dalam dua bulan. Indeks Dow Jones mengalami penurunan sebesar 97.03 poin (0.8%) di posisi 12835.06 poin.
IHSG; Menurunnya data klaim pengangguran di AS dan positifnya kondisi politik Yunani dengan adanya upaya pembentukan pemerintahan baru, menguatkan IHSG pada penutupan perdagangan kamis (10/05), yang ditutup naik 4,57 poin (0,11%) ke level 4.133,63. Diperkirakan IHSG akan berpotensi menguat
Indeks Hang Seng; Memburuknya data perdagangan bulan April di China, memberikan dampak negative bagi bursa Hong Kong. Indeks berjangka Hang Seng untuk kontrak Mei tampak ditutup anjlok tajam di posisi 19926 poin, kamis (10/05). Indeks ditutup di level poin ini merupakan kali pertamanya sejak tanggal 19 Januari atau nyaris empat bulan lalu. Indeks berjangka Hang Seng ini mengalami penurunan sebesar 209 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Indeks spot hang seng tampak mengalami penurunan 103.36 poin (0.51%) di posisi 20227.28 poin. Pergerakan berikutnya akan cenderung dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi pada sesi perdagangan di Wall Street.
Indeks Kospi; Buruknya neraca perdagangan China dan kekhawatiran mengenai buruknya kondisi ekonomi kawasan euro, melemahkan bursa Korea Selatan. Pada penutupan perdagangan kamis siang (10/05), indeks berjangka Kospi 200 berada di level 258.20 poin, hal ini mengalami penurunan signifikan sebesar 135 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Indeks spot Kospi mengalami penurunan sebesar 5.36 poin (0.27%) di posisi 1944.93 poin. Pergerakan berikutnya akan cenderung dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi pada sesi perdagangan di Wall Street.
Indeks Nikkei; Indeks Nikkei negatif, hal ini dipengaruhi buruknya neraca perdagangan China dan kekhawatiran mengenai buruknya kondisi ekonomi kawasan euro. Pada penutupan perdagangan kamis siang (10/05), indeks berjangka Nikkei 225 berada di level 9050 poin. Indeks ini menguat sebesar 45 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Indeks spot Nikkei mengalami penurunan 35.41 poin (0.39%) dan ditutup pada posisi 9009.65 poin. Topix turun 765.42 poin. Pergerakan berikutnya akan cenderung dipengaruhi oleh sentimen yang terjadi pada sesi perdagangan di Wall Street.
Emas; Pada perdagangan elektronik kamis (10/05), harga emas mengalami peningkatan meskipun cenderung masih terbatas. Hal ini terimbas dari optimisme pembentukan pemerintahan baru di Yunani diharapkan memberikan kondisi ekonomi yang lebih baik. Harga emas spot tampak berada pada posisi 1595.05 dolar per troy ons. Harga emas mengalami kenaikan sebesar 5.85 dolar dibandingkan penutupan perdagangan dini hari. Kemarin sebelumnya harga emas anjlok ke posisi 1580.10 yang merupakan level terendah sejak tanggal 3 Januari lalu.
Properti; Kebutuhan tempat tinggal atau akomodasi tidak terlepas dari kehidupan dan bisnis. Oleh karena itu konsep hotel dengan harga murah seperti yang dilakukan Tune Hotels memberikan prospek positif pengembangan hotel-hotel murah dan baik. Tune Hotels berjumlah 11 hotel di Malaysia, dua di Bali, dua di London, tiga di Filipina dan dua di Thailand. Dengan konsep tersebut, tamu hanya membayar harga kamar dengan pilihan tambahan fasilitas berupa handuk dan perlengkapan mandi, pendingin ruangan (AC), koneksi internet nirkabel dalam kamar, serta TV satelit di beberapa hotel.
(Asido Situmorang/AS/vbn)
ADVERTISING |