HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL PROPERTY
 
 BANKING & INSURANCE NEWS

Bank Umum Catat Laba Bersih Rp 21.61 Triliun
Rabu, 16 Mei 2012 11:31 WIB
 

Bank Mega Catat Laba Bersih Sebesar Rp 498 Miliar
Rabu, 16 Mei 2012 11:26 WIB
 

Bank Dunia Siap Berikan Pinjaman Pada Indonesia
Rabu, 16 Mei 2012 11:20 WIB
 

Perbanas: Bank Tak Akan Terpengaruh Aturan DP Baru
Selasa, 15 Mei 2012 18:00 WIB
 

Dalam Rangka Ekspansi, BNI Rekrut 1.000 Pegawai Baru Setiap Tahun
Selasa, 15 Mei 2012 17:55 WIB
 

26 Bank Italia Turun Peringkat
Selasa, 15 Mei 2012 17:50 WIB
 

Direktur BCA: Kebijakan Baru DP Buat Daya Beli Masyarakat Turun
Selasa, 15 Mei 2012 17:45 WIB
 

Ina Drew, Eksekutif JPMorgan yang Mengundurkan Diri Tetap Dapatkan Hak-haknya
Selasa, 15 Mei 2012 17:35 WIB
 

Laporan Keuangan Tahunan BI Dapat Predikat Wajar Tanpa Pengecualian
Selasa, 15 Mei 2012 10:00 WIB
 

LPS: Indonesia Tertinggal Dalam Kepemilikan Rekening
Selasa, 15 Mei 2012 10:01 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Asal Muasal Dana Tak Bertuan di Jamsostek
Rabu, 22 Februari 2012 18:10 WIB

(Vibiznews-Banking& Insurance), PT Jamsostek (Persero) tidak bisa sembarangan mempergunakan untuk investasi atau hal lain terkait keberadaan dana 'tak bertuan' sebesar Rp 4,5 triliun. Berdasarkan keterangan perseroan, dana iuran jaminan hari tua ini banyak dikumpulkan oleh karyawan perusahaan tambang yang telah lama gulung tikar.

Demikian disampaikan Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI dengan Kementerian BUMN dan Direksi Hotel Indonesia Natour di Jakarta, Rabu (22/2/2012).

"Itu adalah perusahaan tambang yang telah bubar. Namun saat operasi karyawan tetap iuran," jelasnya.

Ia menambahkan, karyawan dari perusahaan tambang tersebut juga tidak disosialisasikan oleh manajemen terkait hak mereka yang telah disetorkan kepada Jamsostek. Hingga kini tidak ada upaya dari kelompok karyawan untuk melakukan klaim.

"Itu waktu bubar, nggak lapor. Dan tambang kan biasanya ada di tengah hutan. Sulit jadinya," paparnya.

Hingga kini, Jamsostek terus melacak pihak-pihak yang berhak atas dana Rp 4,5 triliun tersebut. Jika ada seseorang yang mampu membuktikan berhak atas iuran jaminan hari tua itu, maka perseroan segera mencairkannya.

"Jamsostek sedang lacak. Itu kita lakukan terus, masih proses. Ini adalah hak peserta, nggak boleh (dipakai Jamsostek). Masalahnya mereka juga nggak tahu kalau dipotong," ucapnya.

Seperti diketahui PT Jamsostek (Persero) mengakui menyimpan dana Rp 4,5 triliun yang belum diketahui siapa pemiliknya. Dana ini sudah ada sejak 33 tahun lalu saat Jamsostek berdiri.

"Dana yang baru diketahui siapa pemiliknya Rp 500 miliar. Sisanya Rp 4,5 triliun tidak diketahui pemiliknya dan itu membutuhkan waktu," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2012).

Dia mengatakan, Jamsostek berharap dalam dua tahun ini dana tersebut bisa disalurkan karena mulai 1 Januari 2014 Jamsostek akan bertransformasi ke dalam Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS).

"Kami masih berbicara kepada pemegang saham, mau dihibahkan tapi kepada siapa? Atau dibagi secara proposional," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Hotbonar mengatakan dana yang tidak diketahui pemiliknya tersebut tetap diasuransikan dan tidak akan hilang sampai jelas pemiliknya.

"Yang perlu kita cari di mana alamatnya, padahal kita sudah umumkan ke koran-koran lokal dan koran-koran Jakarta. Tetapi belum efektif karena baru ratusan ribu. Mereka individu-individu yang datang ke kami itu tersebar di seluruh kantor kami di Indonesia dan satu hari bisa selesai prosesnya," kata Hotbonar.

Apabila ternyata pemegang polis tersebut meninggal, Hotbonar menyatakan ahli waris bisa mengambil uang tersebut asalkan ada surat kematian dari pemegang polis aslinya.


(ns/NS/vbn-dtc)




Link :
Investment Portfolio Academy
I I I

Bookmark and Share

Berita Terkait :






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
Commenwealth Bank Indonesia Raih Penghargaan
15 Mei 2012



(Dari kiri ke kanan) Thomas Zink, Associate Editor VRL Banking and Payment Asia memberikan penghargaan khusus "Trailblazer Award 2012" kepada Commonwealth Bank Indonesia yang diwakili oleh Andriaan Laoh, Deputy President Director Commonwealth Bank Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan spesial Commendation Mobile Banking pada ajang penghargaan Banking & Payments Asia Trailblazer Awards 2012 dari VRL, perusahaan konsultan dan analisis keuangan asal Inggris yang menjadi penyelenggara acara tersebut di Hotel Grand Copthorne Waterfront, Singapura.(rl/RM/VBN,Commonwealth Bank Indonesia)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1