| |
|
|
| BANKING & INSURANCE NEWS |
Bank Umum Catat Laba Bersih Rp 21.61 Triliun | Rabu, 16 Mei 2012 11:31 WIB
| | | Bank Mega Catat Laba Bersih Sebesar Rp 498 Miliar | Rabu, 16 Mei 2012 11:26 WIB
| | | Bank Dunia Siap Berikan Pinjaman Pada Indonesia | Rabu, 16 Mei 2012 11:20 WIB
| | | Perbanas: Bank Tak Akan Terpengaruh Aturan DP Baru | Selasa, 15 Mei 2012 18:00 WIB
| | | Dalam Rangka Ekspansi, BNI Rekrut 1.000 Pegawai Baru Setiap Tahun | Selasa, 15 Mei 2012 17:55 WIB
| | | 26 Bank Italia Turun Peringkat | Selasa, 15 Mei 2012 17:50 WIB
| | | Direktur BCA: Kebijakan Baru DP Buat Daya Beli Masyarakat Turun | Selasa, 15 Mei 2012 17:45 WIB
| | | Ina Drew, Eksekutif JPMorgan yang Mengundurkan Diri Tetap Dapatkan Hak-haknya | Selasa, 15 Mei 2012 17:35 WIB
| | | Laporan Keuangan Tahunan BI Dapat Predikat Wajar Tanpa Pengecualian | Selasa, 15 Mei 2012 10:00 WIB
| | | LPS: Indonesia Tertinggal Dalam Kepemilikan Rekening | Selasa, 15 Mei 2012 10:01 WIB
| | |
| | |
|
Indeks Berita
|
|
| LPS Kembali Jual Bank Mutiara Ditargetkan Capai Rp 6,7 Triliun |
Kamis, 02 Februari 2012 16:35 WIB
|
(Vibiznews-Banking)Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menjual Bank Mutiara (eks Bank Century) yang ditargetkan bisa mencapai Rp 6,7 triliun. Pihak berminat bisa mengajukan penawaran selambatnya 1 Mei 2012.
Demikian disampaikan dalam pengumuman oleh LPS yang dikutip, Kamis (2/2/2012).
"Dalam rangka memenuhi Pasal 42 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS, dengan ini LPS mengumumkan rencana penjualan seluruh saham PT Bank Mutiara Tbk. Saham akan ditawarkan melalui penjualan strategis kepada calon investor yang memenuhi kriteria," demikian isi pengumuman LPS.
Investor bisa mengajukan penawaran melalui penasihat keuangan PT Danareksa Sekuritas. Seperti diketahui, Bank Mutiara dulu bernama Bank Century dan pernah disuntik Rp 6,7 triliun oleh LPS kala krisis 2008. Sejak itulah LPS merupakan pemegang saham penuh Bank Mutiara.
1. Adapun kriteria yang diinginkan oleh LPS untuk calon pembeli Bank Mutiara adalah:
2. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk Peraturan Bank Indonesia.
3. Bukan merupakan Pemegang Saham Lama dan bukan pihak terafiliasi atau memiliki hubungan keluarga dengan Pemegang Saham Lama.
4. Mempunyai komitmen dan kemampuan keuangan yang kuat untuk memenuhi seluruh kewajiban pembayaran atas pembelian Saham secara tepat waktu.
5. Mempunyai pengalaman dalam industri perbankan dan/atau mampu menunjukkan kemampuan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan industri perbankan di Indonesia.
6. Tidak termasuk dalam daftar negatif atau daftar orang tercela di industri perbankan di Indonesia.
Pihak-pihak yang berminat untuk mengikuti proses penjualan dapat mengirimkan pernyataan minat secara tertulis yang ditujukan kepada Danareka. Pihak yang berminat akan disyaratkan untuk mendaftarkan diri dan melengkapi beberapa persyaratan dokumentasi selambat-lambatnya 1 Mei 2012.
Penjualan ini merupakan amanat UU bahwa dalam 3 tahun sejak diambil alih, Bank Mutiara wajib dilepas kembali. Tahun lalu, LPS sudah mencobanya namun gagal dengan alasan calon pembeli tidak memenuhi kualifikasi yang disyaaratkan.
LPS menyatakan telah menguasai 99,996% saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) melalui bailout senilai Rp 6,7 triliun. Pemegang saham lama terdilusi paksa menjadi hanya sebesar 0,004% dan akan hilang setelah dijual nanti. Setelah LPS berhasil menjual Bank Mutiara dalam jangka waktu 3-5 tahun ke depan, pemilik baru akan mengambil alih 100% saham Bank Mutiara.
Hingga akhir 2011, LPS menyampaikan Bank Mutiara memperolehan laba Rp 291 miliar (unaudited). Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp 218 miliar.
Anggota Dewan Komisioner LPS Mirza Adityaswara menambahkan, penyaluran kredit bank mutiara juga naik 49,2% menjadi Rp 9,4 triliun, dari sebelumnya Rp 6,3 triliun.
Dana pihak ketiga (DPK) pun naik 25,84% menjadi Rp 11,2 triliun pada Desember 2011, dibanding akhir tahun 2010 sebesar Rp 8,9 triliun.
(ude/UDE/dtc-vbn) |
Link :
Investment Portfolio Academy
I I I
Berita Terkait :
|
|
|
CORPORATE INFO
Commenwealth Bank Indonesia Raih Penghargaan15 Mei 2012

(Dari kiri ke kanan) Thomas Zink, Associate Editor VRL Banking and Payment Asia memberikan penghargaan khusus "Trailblazer Award 2012" kepada Commonwealth Bank Indonesia yang diwakili oleh Andriaan Laoh, Deputy President Director Commonwealth Bank Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan spesial Commendation Mobile Banking pada ajang penghargaan Banking & Payments Asia Trailblazer Awards 2012 dari VRL, perusahaan konsultan dan analisis keuangan asal Inggris yang menjadi penyelenggara acara tersebut di Hotel Grand Copthorne Waterfront, Singapura.(rl/RM/VBN,Commonwealth Bank Indonesia)
|
|
|
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
|
| | | | |
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Partners: - - - - - - - -
|
|
|