(Vibiznews – Business) – Di balik seorang pria hebat terdapat seorang wanita hebat. Siapa sangka hal itu terjadi juga untuk negara Indonesia. Di balik sebuah negara hebat terdapat seorang wanita hebat. Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan sosok wanita yang kiprahnya tidak diragukan lagi, bahkan namanya sejajar dengan wanita-wanita yang membawa perubahan dunia. Meskipun kurang memperoleh penghargaan di dalam negeri ternyata pasar Indonesia terbukti sangat mencintai ibu yang satu ini. (06/05)
Pada perdagangan kemarin (05/05) tampak bursa saham menangisi keputusan Sri Mulyani untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan dan pindah kantor sebagai Managing Director Bank Dunia di kantor pusat di Washington DC.
Bursa saham Indonesia mengalami penurunan terbesar dalam 17 bulan belakangan pada perdagangan kemarin. Hingga sesi pertama hari ini terpantau indeks utama IHSG mengalami penurunan lanjutan sebesar 2.11%. Bursa saham Indonesia membukukan penurunan terbesar di antara bursa-bursa lain di Asia. Pasar khawatir mengenai risiko kebijakan fiscal menyusul keputusan pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani yang merupakan menteri keuangan terbaik di Asia.
Menurut para analis pasar factor pengunduran diri Sri Mulyani yang bertepatan dengan anjloknya bursa saham global akibat kekhawatiran kondisi ekonomi Eropa menjadi factor pendorong besarnya aksi jual saham yang terjadi di bursa. Kekhawatiran mengenai pengunduran diri Menkeu ini terutama mengenai kelanjutan dari kebijakan fiskal yang saat ini diterapkan.
Mata Uang Lokal Turut Menjadi Korban Rupiah yang sempat melesat kencang di bulan April lalu saat ini juga terpantau tidak berdaya dihantam aksi jual. Pada perdagangan hari Kamis ini nilai tukar rupiah tampak mengalami penurunan terbesar sejak bulan November 2009. Momentum penguatan dolar akibat krisis Yunani, anjloknya bursa saham dalam negeri dan keputusan mundurnya Sri Mulyani sebagai menteri keuangan telah memberikan tekanan bertubi-tubi kepada pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Reformasi birokrasi, terutama di tubuh Departemen Keuangan Indonesia diapresiasi tinggi oleh para pelaku pasar. Kehilangan figur Sri Mulyani sebagai inisiator reformasi di Departemen tersebut dikhawatirkan membuat proses yang sedang berjalan tersebut kehilangan momentumnya. Hal ini dinilai sangat memprihatinkan bagi para pelaku pasar dan bisnis.
Sementara itu kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi di Eropa kembali terpukul setelah Moody’s Investor Service menyatakan akan mempertimbangkan status rating kredit di Portugal. Sebelumnya Yunani menghadapi permasalahan dalam negeri karena aksi protes menetang pemotongan anggaran di ibu kota Athena memakan korban jiwa. Kondisi ini membuat euro terpuruk dan dolar menguat. Hal ini juga menjadikan momentum penguatan dolar terjadi terhadap rupiah.
Sementara itu anjloknya bursa saham dalam negeri akibat sentimen buruk di bursa-bursa saham dunia juga menjadi penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Mata uang ini terpuruk sebagai akibat keluarnya dana asing yang tadinya ada di portofolio-portofolio saham lokal.
Aktivitas penjualan tiket pesawat Merpati di kantor pusat Merpati, Jakarta, Senin (14/05). Menteri BUMN Dahlan Iskan resmi mengganti Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari Sardjono Jhonny Tjitrokusumo menjadi Rudy Setyopurnomo karena Merpati selalu merugi hampir Rp 2 miliar per hari dan pergantian ini dilakukan agar maskapai ini cepat keluar dari kesulitannya.(rl/RM/VBN,ant)
ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.