(Vibiznews – Business) – Figur ekonomi Indonesia untuk bulan Januari kemarin tampak cukup baik (02/02). Beberapa data yang dirilis menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi dalam negeri masih prima dan tidak terlalu dipengaruhi oleh gonjang-ganjing ekonomi global yang masih terus terasa.
Inflasi Januari Melambat
Inflasi di bulan Januari melambat untuk lima bulan berturut-turut. Kenaikan harga pangan yang moderat dan terkontrol menjadi penyebab melambatnya inflasi tersebut. Inflasi tahunan di bulan Januari berada di level 3.65%. Pada bulan Desember sebelumnya inflasi tahunan mencapai angka 3.79%.
Sementara itu inflasi inti yang tidak memasukkan produk makanan dana bahan bakar yang pergerakan harganya volatil tampak mengalami perlambatan juga. Tingkat inflasi inti di Januari melambat ke angka 4.29% (y/y) dibandingkan 4.34% di bulan Desember sebelumnya.
Inflasi bulanan di Januari ini justru tampak mengalami peningkatan. Inflasi bulanan mencapai angka 0.76% di bulan Januari, naik dari inflasi bulanan sebesar 0.57% di bulan Desember sebelumnya.
Ekspor Indonesia Cetak Rekor di 2011
Di samping figur inflasi yang moderat, ekonomi Indonesia yang membaik juga terlihat dari figur ekspor yang mengesankan. Ekspor di tahun 2011 lalu mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah di angka 204 miliar dolar.
Indonesia berhasil melipatgandakan kinerja ekspornya dalam lima tahun terakhir. Pencapaian tersebut sangat hebat mengingat banyak negara membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai level pertumbuhan tersebut.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memberikan contoh bahwa Arab Saudi membutuhkan waktu selama 26 tahun ini untuk melipatduakan nilai ekspor. Sementara tetangga Indonesia Singapura butuh waktu 10 tahun. Bahkan jangka waktu yang dibutuhkan oleh China juga lebih lama yaitu enam tahun.
Ekspor total di tahun 2011 tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 29% dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai angka 158 miliar dolar. Sebelumnya pemerintah menargetkan ekspor Indonesia di 2011 hanya mencapai 200 miliar dolar.
Level pertumbuhan yang dicapai tahun 2011 lalu diperkirakan akan cenderung melambat di tahun 2012 ini. Diperkirakan ekspor akan cenderung stagnan dan hanya akan mencapai angka 205 miliar dolar, atau naik 0.5%.
Ekspor Indonesia memang masih terkoneksi dengan erat dengan kinerja ekonomi global. Melambatnya ekonomi Eropa dan AS akan mengakibatkan penurunan permintaan barang-barang buatan dalam negeri.
Destinasi Pariwisata Indonesia Kedatangan Tambahan Turis
Devisa Indonesia yang berasal dari wisatawan asing mengalami peningkatan sehat di tahun 2011 lalu, sebesar 13% (y/y). Kenaikan devisa tersebut seiring dengan kenaikan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.
BPS melaporkan bahwa devisa yang berasal dari sektor pariwisata mencapai 8.6 miliar dolar, naik dari 7.6 miliar dolar yang dicapai pada tahun 2010. Sementara itu kunjungan wisatawan asing mengalami peningkatan sebesar 9% menjadi 7.7 juta orang. Rata-rata pengeluaran yang dilakukan oleh wisatawan asing juga mengalami kenaikan menjadi 1118 dolar per kunjungan.
Melalui beberapa figur ekonomi tersebut dapat kita simpulkan bahwa hingga saat ini ekonomi Indonesia masih cukup mampu bertahan dari gempuran krisis. Meskipun demikian di tahun 2012 ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk mempertahankan kinerja ekonomi tersebut.
Aktivitas penjualan tiket pesawat Merpati di kantor pusat Merpati, Jakarta, Senin (14/05). Menteri BUMN Dahlan Iskan resmi mengganti Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari Sardjono Jhonny Tjitrokusumo menjadi Rudy Setyopurnomo karena Merpati selalu merugi hampir Rp 2 miliar per hari dan pergantian ini dilakukan agar maskapai ini cepat keluar dari kesulitannya.(rl/RM/VBN,ant)
ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.