(Vibiznews - Business) - Pada hari ini (22/2) situs bisnis terkemuka, CNBC bekerjasama dengan HSBC merilis hasil survey berikut pula prediksi mengenai prospek beberapa negara yang diperkirakan akan mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dalam jangka panjang dan juga diprediksi akan menjadi pesaing kuat bagi beberapa negara industri seperti India dan China yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Baik CNBC maupun HSBC menitikberatkan pada indikator pertumbuhan GDP dan juga beberapa prospek atau indikator yang dapat dijadikan sebuah landasan bagi negara untuk dapat meningkatkan perekonomiannya seperti jumlah penduduk, faktor sumberdaya alam dan besarnya pangsa pasar dalam negeri. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut, mari kita lihat 5 negara yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam jangka panjang.
Mayoritas Didominasi Negara Asia
Peringkat pertama ditempati oleh Filipina. Diluar prediksi yang dibuat oleh CNBC maupun HSBC, Filipina sebetulnya merupakan negara yang telah mulai dilirik oleh investor dan negara yang cukup menjanjikan di kawasan Asia Tenggara. Dalam jangka panjang atau pada tahun 2050, pertumbuhan ekonomi Filipina diperkirakan akan menyentuh level 7% dengan GDP per kapita mencapai 1,688 triliun dollar. Saat ini, perekonomian Filipina merupakan salah satu yang terbaik di Asia. Secara demografis dan potensi ekonomi yang dimiliki, Filipina hampir menyamai negara-negara tetangganya seperti Thailand dan Vietnam. Hal yang cukup menjanjikan ialah tingginya pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang menjapai 9 juta orang sampai dengan tahun lalu. Sedangkan didalam negeri perekonomian masih ditunjang oleh sektor konsumsi, sektor finansial dan juga sektor manufaktur.
Negara kedua ialah Ukraina salah satu negara di kawasan Eropa Timur yang cukup potensial. Pada tahun 2050 diprediksi pertumbuhan ekonomi Ukraina diperkirakan akan mencapai 6% dengan GDP perkapita mencapai 462 miliar dollar. Nilai plus yang dimiliki Ukraina dibandingkan dengan negara-negara kawasan Eropa Timur lainnya ialah tertuju kepada sumberdaya alam yang dimiliki. Sejak Perang Dunia II, Ukraina dikenal sebagai salah satu pemasok bahan pangan terbesar di Eropa. Suburnya mayoritas lahan pertanian di Ukraina menjadi nilai lebih bagi negara ini selain kandungan mineral yang menghasilkan batubara dan bijih besi. Sedangkan disisi lain, mutu sumber daya manusia di Ukraina pun terus dibenahi. Bahkan menurut HSBC, 100% dari angkatan kerja memiliki minimal tingkat pendidikan setara SLTA. Kondisi tersebutlah yang menjadi modal dasar bagi perekonomian Ukraina di jangka panjang.
Selanjutnya untuk negara ketiga ditempati oleh Peru dengan prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2050 mencapai 5,5& dengan GDP per kapita mencapai 735 miliar dollar. Dalam jangka panjang, perekonomian Peru diperkirakan akan masih bertopang kepada sektor tambang dan pertanian. Peru saat in merupakan produsen tembaga kedua terbesar di dunia. Bukan hanya tembaga, potensi tambang lainnya yaitu batubara, emas dan perak. Sedangkan dari segi sektor pertanian, Peru mengandalkan hasil pertanian yang tumbuh di dataran tinggi. Kendala bagi perekonomian Peru dalam jangka panjang diperkirakan akan masih datang dari kasus kriminalitas terkait penjualan obat bius dan narkoba yang akan masih menganggu dan sulit untuk diatasi.
Peringkat keempat di tempati oleh India yang diprediksi akan masih menjadi negara yang di incar oleh para investor. Tahun 2050, pertumbuhan ekonomi India diperkirakan akan mencapai 5,5% dengan GDP per kapita mencapai 8,165 triliun dollar. Indikator-indikator perekonomian yang dimiliki oleh India dalam jangka panjang masih ditopang oleh beberapa indikator seperti tingginya jumlah penduduk, banyaknya angkatan kerja dan besarnya pangsa pasar. Besarnya populasi menjadi sebuah indikator yang masih menjadi jaminan bahwa India akan menjadi tujuan utama bagi investor yang bergerak di sektor konsumsi.
Di posisi 5 ditempati oleh negara tetangga India, Bangladesh. Dari segi indikator ekonomi, Bangladesh hampir mirip dengan India. Dari segi populasi, Bangladesh memiliki populasi sebesar 142,3 juta orang atau merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke 9 didunia. Sektor pertanian juga menjadi sektor unggulan bagi Bangladesh. Produk-produk pertanian yang diekspor diantaranya ialah beras, kentang, mangga, nanas, pisang dan teh. Sektor garmen juga menjadi sektor unggulan seperti India.
Aktivitas penjualan tiket pesawat Merpati di kantor pusat Merpati, Jakarta, Senin (14/05). Menteri BUMN Dahlan Iskan resmi mengganti Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dari Sardjono Jhonny Tjitrokusumo menjadi Rudy Setyopurnomo karena Merpati selalu merugi hampir Rp 2 miliar per hari dan pergantian ini dilakukan agar maskapai ini cepat keluar dari kesulitannya.(rl/RM/VBN,ant)
ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.