HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX INDEX & OPTIONS IDX STOCK  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 COMMODITY NEWS

Emas Meningkat Tipis Meski Masih Rawan Koreksi
Kamis, 17 Mei 2012 17:54 WIB
 

Minyak Meningkat, Terdorong Ekspektasi Positif Ekonomi Jepang
Kamis, 17 Mei 2012 15:20 WIB
 

Gandum Meningkat, Cuaca Kering di Kansas
Kamis, 17 Mei 2012 14:39 WIB
 

Harga Emas Melempem Terus Akibat Kritisnya Situasi Eropa
Kamis, 17 Mei 2012 08:25 WIB
 

Harga Minyak Terpukul ke Level 6 Bulan Terendah
Kamis, 17 Mei 2012 07:15 WIB
 

Tembaga Melemah, Dampak Turunnya Data Ekonomi AS
Rabu, 16 Mei 2012 20:05 WIB
 

Sawit Menurun Lagi, Terendah Sejak 3 Februari
Rabu, 16 Mei 2012 19:29 WIB
 

Emas Melemah, Kekhawatiran Akan Eropa
Rabu, 16 Mei 2012 19:06 WIB
 

Minyak Melemah Terus, Dekati $91
Rabu, 16 Mei 2012 18:05 WIB
 

Trend Bearish Harga Emas Berpotensi Panjang
Rabu, 16 Mei 2012 10:28 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita



COMMODITY CHARTS

Brent dan WTI Bergerak Mixed; Tarik-Menarik Sentimen Geopolitik dan Turunnya Permintaan
Jumat, 03 Februari 2012 07:35 WIB


(Vibiznews – Commodity) – Pada akhir perdagangan di Nymex dini hari tadi harga minyak mentah tampak melemah signifikan, sementara di akhir perdagangan Brent di London justru terhadi kenaikan harga minyak mentah (03/02). Harga minyak dunia diperdagangkan bervariasi karena pedagang mengimbangi ketegangan Iran yang sedang berlangsung dengan bertahannya kekhawatiran atas prospek permintaan energi global.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 1,25 dolar AS menjadi ditutup pada 96,36 dolar AS per barel.

Tetapi minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret naik 51 sen menjadi menetap pada 112,07 dolar AS per barel di London.

Pedagang terus khawatir tentang peningkatan lain dalam stok minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia.

Departemen Energi AS, Rabu, melaporkan bahwa persediaan minyak mentah naik sebesar 4,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 27 Januari, lebih besar dari perkiraan analis.

Harga minyak mentah berjangka cenderung bervariasi selama seminggu terakhir karena faktor geopolitik masih mendasari Brent, sementara WTI tetap berada di bawah tekanan dari bertahannya kekhawatiran terhadap penurunan permintaan.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa harga minyak mentah perlahan tapi pasti dapat kembali terdorong menguat apabila Iran bereaksi terhadap sanksi yang dijatuhkan kepadanya oleh Negara-negara Uni Eropa. Kemungkinan harga minyak mentah akan menemukan support dan resistance pada kisaran 95 – 110 dolar per barel.

(Ika Akbarwati/IA/vbn)




Link :
Commodity Academy
Investment Portfolio Academy
I I I

Bookmark and Share

Berita Terkait :






Sponsored by vibizconsulting.com
[Most Recent Quotes from www.kitco.com]
CORPORATE INFO
Delegasi Rusia ke Indonesia
14 Mei 2012



Wapres Boediono (kanan) menerima kunjungan Dubes Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov (kedua kanan), Presiden United Aircraft Corporation Rusia Mikhail Pogosyan (kedua kiri) dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia selaku Ketua Delegasi Khusus Rusia untuk mempelajari Kasus Sukhoi Super Jet 100 Yuri Slyusar (kiri) di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (14/05).(rl/RM/VBN,ant)







 COMMODITY MARKET INFO


Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1