HOME ECONOMY & BUSINESS FOREX COMMODITY INDEX & OPTIONS  INVESTMENT PORTFOLIO BONDS & MUTUAL BANKING & INSURANCE PROPERTY
 STOCK NEWS

Lippo Karawaci Terbitkan Notes Senilai US$150 Juta
Senin, 21 Mei 2012 15.45 WIB
 

Kantongi Laba Hingga Rp53,9 Miliar, AISA Masih Bergerak Turun
Senin, 21 Mei 2012 14.50 WIB
 

Penyaluran Kredit Naik 23%, BNGA Belum Berikan Sinyal Rebound
Senin, 21 Mei 2012 14.40 WIB
 

Kantongi Marketing Sales Rp1,4 T, SMRA Berpotensi Rebound
Senin, 21 Mei 2012 14.20 WIB
 

Laba Naik 27,34 Persen, CASS Cenderung Konsolidasi
Senin, 21 Mei 2012 11.50 WIB
 

Bagikan Dividen Senilai Rp42 Per Lembar, CPIN Mengalami Koreksi
Senin, 21 Mei 2012 11.35 WIB
 

HRUM Targetkan Produksi Tumbuh 30 Persen
Senin, 21 Mei 2012 11.20 WIB
 

Buana Finance Raih Pinjaman Senilai Rp125 M
Senin, 21 Mei 2012 10.50 WIB
 

Medco Akan Segera Terbitkan Obligasi Senilai Rp1,5 Triliun
Senin, 21 Mei 2012 10.20 WIB
 

Investor Kecewa, Saham Facebook Melemah di Akhir Perdagangan
Sabtu, 19 Mei 2012 14:00 WIB
 

<< PREVPAGE 1NEXT >>
 
Indeks Berita
Targetkan Fee Based Income 400 miliar, NISP Masih Kurang Diminati
Rabu, 22 Februari 2012 11:03 WIB

(Vibiznews – Stocks) - Direktur Ritel dan Konsumer PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), Rudy N. Hamdani, memaparkan bahwa di tahun 2012 ini perusahaan tengah menargetkan pendapatan operasional non bunga (fee based income) dari sektor consumer banking sebesar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Ia menuturkan bahwa pendapatan itu akan dikontribusikan dari wealth management fee, pertukaran mata uang asing (foreign exchange) dan bisnis bancassurance sebesar 50%, sedangkan sisanya dari liabilities fee, administrasi terkait pinjaman dan fee dari asuransi.

Sebagai informasi, di 2011 lalu, NISP berhasil membukukan fee based income sebesar Rp 651 miliar, yang mana merupakan 22,4% dari total pendapatan perseroan, sedangkan sisanya masih didominasi pendapatan bunga. Total pendapatan perseroan sendiri adalah sebesar Rp. 2,91 trilliun.

Secara teknikal, NISP tengah berada pada masa bullishnya. Namun dari indikator RSI, NISP telah memasuki area overboughtnya, sehingga berpotensi untuk terkoreksi dalam jangka pendek.

Support dan resistancenya berada pada Rp 1240,00 – Rp. 1300,00. Sementara itu, support dan resistance keduanya berada pada Rp. 1180,00 – Rp. 1380,00. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham ini ditutup di harga Rp.1250,00 tanpa ada satupun transaksi.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dengan transaksinya yang masih cukup kecil serta kurang diminati oleh investor, NISP masih akan cenderung stagnan dalam beberapa waktu kedepan.

(Yinylia Rusli/YR/VBN)




Link :
Securities Academy
Investment Portfolio Academy
I I I

Bookmark and Share

Berita Terkait :






Sponsored by vibizconsulting.com
CORPORATE INFO
RUPS Indosat
14 Mei 2012



Dirut PT. Indosat Tbk Harry Sasongko Tirtotjondro (dua kanan) berbincang dengan Direktur Indosat lainnya (kiri ke kanan) Hans Christian Moritz, Frederik Johannes Meijer, dan Curt Stefan Carlsson usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Senin (14/05). Salah satu hasil dari RUPST tersebut ialah Indosat resmi mengangkat Frederik Johannes Meijer sebagai sebagai direktur, dimana sebelumnya ia merupakan Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).(rl/RM/VBN,ant)



ADVERTISING
Vibiznews menyajikan berita terkini tentang investasi dan ekonomi 24 jam sehari untuk Forex, Commodity, Index, Options, saham-saham Bursa Efek Indonesia dan investasi lainnya properti, asuransi, perbankan, reksadana, produk keuangan lainnya); dilengkapi dengan "Breaking News", rekomendasi investasi harian (pagi dan siang), serta folder Wealth Plan.
ADVERTISING | OUR LINK | GLOSSARY | DISCLAIMER | PRIVACY POLICY | ABOUT US
Copyright © 2006-2012 Vibiz Media, Powered by: Jafam-ICT.com
Partners: lepmida.com - vibizlearning.com - vibizconsulting.com - vibizmedia.com - beritadaerah.com - management.co.id - visijobs.com - infobelanja.co.id - infotekno.co.id
 
1