Home Tags Posts tagged with "Bank BNI Syariah"

0 318

Bank BNI membidik pertumbuhan kredit di tahun 2014 antara 17% sampai 17,5%. BNI mulai memaksimalkan beberapa sektor seperti agribisnis, telekomunikasi, listrik, konstruksi, food and beverages, perdagangan dan migas. Namun untuk migas BNI masih mempelajari dan megkaji lebih lanjut. Pembangunan infrastruktur dengan pembiayaan dari bank tetap diperlukan tahun depan, pembangunan infrastruktur diperlukan untuk kelanjutan pembangunan. Mengingat posisi BNI membantu fasilitasi pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Pertumbuhan kredit tahun depan sebesar 17% hingga 17,5% sepertinya cukup potensial dicapai.

Sektor-sektor tersebut bagus dan potensial untuk perkembangan ekspansi kredit BNI. Pembiyaan sektor agribisnis cukup menjanjikan, dimana sektor perkebunan dalam negeri terus berkembang pesat, terutama kelapa sawit. Selain itu BNI juga harus melakukan penetrasi terhadap penghimpunan DPK (dana pihak ketiga). Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BNI pada kuartal ketiga 2013 ini meningkat 15,4 persen menjadi Rp 275,63 trilliun. Peningkatan itu dilakukan dengan upaya penghimpunan dana murah, yang pada periode tersebut berhasil meraup sebesar Rp 34,9 triliun.

Per September 2013, upaya BNI dalam meningkatkan ekspansi kredit mendorong pertumbuhan pendapatan operasional. Di samping itu, loan to deposit ratio (LDR) BNI meningkat menjadi 84,7 persen pada kuartal ketiga 2013. Kredit yang disalurkan BNI pun tumbuh 27,3 persen menjadi Rp 234,91 triliun pada kuartal ketiga 2013.

Secara teknikal, MA cenderung menurun, ADX belum memberikan kekuatan untuk bergerak positif, sedangkan MACD mengindkasikan saham masih berusaha bangkit untuk bergerak positif. BBNI diprediksikan bergerak sideways dan cenderung menurun di kisaran Rp 3.825-Rp 3.975. Potensi rebound jika BBNI turun hingga level Rp 3.825.

(vh/JA/vbn)

0 254

Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk, BNI Syariah berusaha mengambil langkah strategi penambahan modal untuk tahun depan, dengan cara berencana mencari mitra strategis. BNI akan menambah Rp 500 miliar untuk modal 2014. Penambahan modal berasal dari internal dan juga bisa dari alternatif mitra strategis ataupun melalui penawaran umum saham perdana (IPO).

Namun kemungkinan terbesar adalah dengan mencari mitra strategis. Perseroan tidak hanya mencari mitra yang memiliki kemampuan finansial. Tapi juga kemampuan dalam pengembangan produk syariah. Dan yang pasti BNI harus memilih mitra dengan prospek yang bagus. Dengan langkah tersebut BNI harus berusaha menggandeng bank yang corporate banking nya kuat demi memperkuat pasar.

Jika dilihat dari laporan keuangan, perseroan sebenarnya masih memiliki cukup modal tanpa harus melakukan penambahan. Namun perusahaan akan tetap melakukan penambahan modal agar daya tahan bank tetap terjaga. Apalagi BNI mencatatkan penurunan rasio kecukupan modal (CAR). CAR BNI pada kuartal ketiga 2013 turun dari 17,1 persen menjadi 15,7 persen sebagai konsekuensi ekspansi penyaluran kredit.

Kekuatan sektor konsumer ritel dan mikro menjadi kekuatan perseroan yang diyakini bakal menjadi magnet bagi mitra strategisnya.  Proyeksi melambatnya pertumbuhan ekonomi tahun 2014 juga menguatkan perseroan untuk melakukan penambahan modal. Sehingga diharapkan BNI lebih kuat dalam menghadapi kemungkinan guncangan ekonomi.

Dilihat perdagangan sahamnya secara mingguan, BBNI sedang mengalami bearish. Dimana harga turun dari level Rp 4.475 hingga ke level Rp Rp 3.900. namun setelah itu saham mencoba rebound hingga pada penutupan kemarin (11/12) BBNI ditutup di level Rp 3.975. Indikator ADX dan stochastic member sinyal positif, saham BBNI mencoba bangkit dan menguji resistance Rp 4.100. Namun sentiment positif masih minim. Diprediksikan titik resistance tidak mudah ditembus dalam waktu dekat. BBNI diperkirakan bergerak di kisaran Rp 3.950-Rp 4.100.

(vh/JA/vbn)

0 400

(Vibiznews – Banking) Hingga bulan Agustus 2013, Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 46,78 persen menjadi Rp 10,73 triliun dari Rp 7,31 triliun pada periode yang sama tahun 2013.

Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan pertumbuhan DPK ini banyak didukung oleh banyak digunakannya produk-produk yang ditawarkan perseroan pada nasabah.

Komposisi DPK sampai bulan Agustus 2013 adalah giro yang tumbuh sebesar 49,73 persen menjadu Rp 1,45 triliun dari Rp 968,48 miliar, tabungan meningkat sebesar 41,5 persen menjadi Rp 4,45 triliun dari Rp 3,14 triliun dan deposito tumbuh sebesar 51 persen menjadi Rp 4,83 triliun dari Rp 3,19 triliun.

“BNI Syariah juga menawarkan tabungan syariah untuk nasabah anak-anak yang belum memiliki kartu tanda penduduk dengan harapan dapat mengedukasi anak-anak,” ungkap Imam.

“Kalangan perbankan saat ini sedang mengenjot transaksi nasabah dengan menawarkan produk-produk berhadiah agar nasabah mau meningkatkan jumlah tabungannya,” tambah Imam.

(RA/EF/VBN)

To show sotck chart