Home Tags Posts tagged with "laba bersih"

0 242

Di tahun 2013 PT Astra International Tbk (ASII) mengalami  kinerja yang stagnan. ASII membukukan pendapatan bersih Rp 193,9 triliun, hanya naik 3% dibandingkan tahun 2012. Sementara laba bersihnya sama dengan tahun 2012 sebesar Rp 19,4 triliun atau Rp 480 per saham. Penyebab stagnannya kinerja ASII ditengarai laba beberapa anak usahanya juga kurang menggembirakan.

Lini bisnis yang menggerus laba ASII diantaranya dari sektor pertambangan dan perkebunan. Kinerja divisi alat berat dan pertambangan yang turun 15% menjadi Rp 3 triliun. Laba divisi agribisnis juga anjlok sampai 25% menjadi Rp 1,4 triliun. Meski penjualan CPO naik 11% menjadi 1,6 juta ton, laba bersihnya turun karena meningkatnya beban selisih kurs.

Namun, ASII masih bisa sedikit bernafas dari pertumbuhan laba bersih divisi otomotif yang naik 4% menjadi Rp 9,8 triliun. Divisi otomotif ini berkontribusi 50,5% terhadap laba bersih. ASII gencar melakukan ekspansi dan diversifikasi usaha dengan memasuki lini bisnis baru. Misalnya saja, masuk ke pasar Low Cost Green Car. Bukan cuma itu, ASII juga telah mengakuisisi saham pabrik wheel rim melalui anak usahanya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

sisi lain fundamental ASII kinerja selama 2013 cukup signifikan meningkatkan sejumlah indikator pada income statementnya, dimana nilai EBITDA terus tumbuh mencapai Rp 12 triliun pada kuartal III 2013 setelah pada awal tahun 2013 baru mencapai Rp 3.8 triliun.

Disusul dengan rasio-rasio pengembalian dan efisiensi yang berada pada nilai 17.86% untuk ROE dan 8.6% untuk ROA. Besaran tersebut jauh lebih besar ketimbang para pesaingnya yakni AUTO, GDYR dan GJTL yang ROE dan ROA nya berada pada besaran 10% dan 6%.

Debt Equity Ratio (DER) dari ASII yang menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang berada pada nilai 0.6 kali, angka ini masih memadai bagi perkembangan bisnis peresroan walaupun masih cukup signifikan ketergantungannya pada pembiayaan dari hutang.

Sementara itu kabar dari lantai bursa pada perdagangan akhir pekan ini (28/2/14) dilaporkan ASII dibuka menguat 75 poin ke level 6775, pergerakan ASII cukup ramai dengan beberapa kali berusaha untuk rally setelah sempat melemah di awal pekan dengan sempat mencapai level 6900 dengan volume perdagangan awal mencapai 31 juta lot saham.

Secara teknikal, ASII melanjutkan gerak rebound dimana sejak perdagangan kemarin harga kembali menguat setelah penurunan karena aksi ambil untung. indikator MACD bergerak di wilayah positif, stochastic membentuk golden cross, dan RSI melonjak di area tengah. diperkirakan ASII akan bergerak kembali ke jalur bullish menuju resistance pada 6975, sementara support saat ini berada di level 6750. 

 

 Regi Fachriansyah /Junior Analyst Equity Research at Vibiz Research

Editor: Jul Allens

 

0 269

Raksasa produsen komputer dan laptop, Hewlett Packard (HP) telah melaporkan perlambatan penurunan pendapatan bersih dan peningkatan laba untuk kuartal Januari. Setelah dua tahun melakukan restrukturisasi dan PHK, perusahaan raksasa teknologi akhirnya menunjukkan keberhasilan proses pemulihan mereka.

Pendapatan kuartalan tercatat hanya turun 1 persen menjadi USD 28,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih naik 16 persen menjadi USD 1,43 miliar dari USD 1,23 miliar pada tahun sebelumnya. Perusahaan juga menaikkan prediksi laba untuk tahun mendatang.

HP berada dalam posisi yang lebih kuat daripada beberapa waktu sebelumnya. Kemajuan yang HP buat tercermin dalam pertumbuhan di beberapa bagian dari portofolio mereka sehingga terlihat dari neraca keuangan yang menguat.

HP adalah produsen PC terbesar di dunia, tetapi jatuhnya permintaan untuk komputer desktop dalam beberapa tahun terakhir terus membuat perusahaan sulit. Perusahaan sendiri sudah mencoba untuk menghilangkan ketergantungan pada penjualan komputer pribadi dengan fokus pada produksi peralatan komputer dan server komputasi untuk membantu pusat data.

Raksasa AS mengatakan, dalam dua tahun terakhir sudah melakukan PHK dan upaya restrukturisasi. Pada tahun 2012, perusahaan mengatakan akan memangkas 27.000 pekerjaan di seluruh dunia atau sekitar 8 persen dari tenaga kerjanya hingga akhir 2014. Pada Desember tahun lalu, perusahaan mengatakan akan mengurangi 1.124 pegawai di Inggris sebagai bagian dari rencana perampingan secara global.

Rizki Abadi/Journalist

Editor : Jul Allens

Pic:theepochtimes

0 286

Cisco Systems, pembuat peralatan jaringan komputer terbesar di dunia, mengatakan laba kuartal kedua mereka turun 54,5 persen dari tahun lalu karena turunnya pendapatan, naiknya biaya perbaikan komponen pemasok, dan ketidakhadiran manfaat pajak. Namun, raihan per saham perusahaan sudah sesuai dengan perkiraan per saham.

“Kami menyampaikan hasil yang kami harapkan di kuartal ini. Saya senang dengan kemajuan yang kami buat melalui transisi teknologi cloud, mobile, keamanan, dan video,” kata CEO Cisco, John Chambers kepada BBC News.

Cisco juga mengatakan Dewan Direksi telah mengumumkan pembagian dividen kuartalan sebesar USD 0,19 per saham biasa, meningkat USD 0,02 per saham dibandingkan pembagian dividen di kuartal sebelumnya.

Untuk kuartal terakhir , perusahaan yang berbasis di San Jose, California itu melaporkan laba bersih sebesar USD 1,4 miliar atau USD 0,27 per saham, dibandingkan dengan USD 3,1 miliar atau USD 0,59 per saham untuk kuartal yang sama di tahun lalu.

Hasil kuartal terbaru ini termasuk biaya pra pajak sebesar USD 655 juta yang terkait dengan biaya yang diharapkan dari remediasi masalah dengan komponen memori dalam produk-produk tertentu yang dijual di tahun fiskal sebelumnya. Hasil kuartal tahun lalu termasuk manfaat pajak sebesar USD 926 juta atau USD 0,17 per saham.

Penurunan ini adalah yang kedepalan kali secara berturut-turut di tahun lalu. Perusahaan telah berjuang untuk menghindari peningkatan pengeluaran yang mengancam menurunkan pertumbuhan pendapatannya.

Untuk mengurangi biaya, Cisco sudah memangkas ribuan pegawainya. Pada bulan Agustus, Cisco mengatakan akan memangkas 4.000 pegawai, atau 5 persen dari total tenaga kerja globalnya, untuk menyeimbangkan pembayaran gaji karyawan.

Cisco, yang membuat router dan switch komputer dan lalu lintas telekomunikasi melalui jaringan perusahaan dan Internet, mencatat penurunan pendapatan sebesar 7,8 persen menjadi USD 11,16 miliar untuk kuartal kedua tahun 2013 dari USD 12,10 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.

Pendapatan dari penjualan produk turun 10,8 persen menjadi USD 8,4 miliar di kuartal 2, sedangkan pendapatan jasa untuk kuartal 2 tumbuh 3 persen menjadi USD 2,7 miliar.

Selama kuartal ini, Cisco membeli kembali sekitar 185 juta saham dari saham biasa untuk harga pembelian agregat sebesar USD 4 miliar.

Cisco sendiri sangat agresif mengejar strategi pertumbuhannya, dengan cara diversifikasi usaha dan memasuki pasar konsumen. Pada kuartal 2, Cisco telah menyelesaikan akuisisi Whiptail Technologies Inc, Collaborate.com, dan Insieme Networks Inc.

Cisco dipandang sebagai pemimpin teknologi industri karena mendominasi pasar untuk produk router dan switch. Sementara itu, Cisco mengatakan mereka memperkirakan pendapatan kuartal ketiga menurun 6-8 persen dan pendapatan menjadi USD 0,47 darii USD 0,49 per saham.

(ra/JA/vbn)

Pic: slashgear

0 637

PT XL Axiata Tbk mencatatkan hasil yang kurang maksimal pada kinerjanya hingga akhir tahun 2013. Tercatat dalam laporan keuangannya. emiten berkode EXCL ini mencatatkan penurunan nilai laba dari yang sebelumnya mencapai 2,7 triliun, menjadi hanya 1,032 triliun. Jika dipresentasikan, maka penurunan laba ini mencapai sekitar 57 persen.

Jika memperhatikan pendapatan yang diperoleh EXCL sebenarnya ada peningkatan tipis sebesar 1,4 persen. namun yang menyebabkan turunnya nilai laba EXCL adalah pembengkakan pada segmen beban. Total beban EXCL yang meningkat paling tajam adalah dari pos rugi selisih kurs yang mencapai lebih dari 1 triliun.

Meskipun pendapatan perseroan tercatat Rp 21,27 triliun dari sebelumnya Rp 20.97 atau naik sebesar 1,41%, hal ini tidak cukup membendung membengkaknya beban perseroan akibat kerugian selisih kurs. Tercatat beban perseroan 1,04 triliun dari sebelumnya Rp 299,17 atau melambung 246,17%.

Nilai kurs rupiah terhadap dollar Amerika yang masih berada dalam tren pelemahan nampaknya menyebabkan pembengkakan tersebut terjadi. Hingga saat ini kurs rupiah masih berada dalam tren pelemahannya dimana level kurs tengah yang tercatat saat ini adalah sebesar Rp. 12.172 per dollar Amerika. Tren pelemahan yang belum terlihat akhirnya ini kembali dapat menggerus kinerja EXCL pada tahun 2014.

Padahal, EXCL tengah berada dalam rencana untuk mengakuisisi salah satu kompetitornya yaitu Axis. Paling tidak EXCL membutuhkan dana senilai Rp. 10 triliun untuk akuisisi ini. selain itu, EXCL juga berencana untuk melakukan pinjaman perbankan dalam proses akuisisinya tersebut. meningkatnya nilai utang, akan menimbulkan pertambahan akun beban keuangan sehingga mekin menggerus laba yang akan diperoleh perseroan di tahun 2014 ini.

Dengan kondisi seperti yang telah dijabarkan diatas, diperkirakan EXCL masih akan membukukan kinerja yang kurang maksimal sepanjang tahun 2014 ini karena besaran dana yang begitu besar untuk melkukan akuisisi kompetitornya tersebut.

Sementara jika melihat perdagangan sahamnya di bursa, EXCL masih terpantau berada dalam kondisi pergerakan yang negatif. Sejak 24 Januari 2014 lalu hingga saat berita ini dibuat, EXCL sudah mengalami penurunan harga sebesar 5,44 persen. pada perdagangan kemarin EXCL tunjukan pergerakan rebound secara teknikal yang diteruskan hingga hari ini. posisi harga saat ini berada pada level Rp. 4.955 per lembar sahamnya.

Sebagian indikator teknikal masih menunjukan pergerakan tren negatif. Hal ini ditunjukan oleh indikator MACD yang masih bergerak menurun di area negatif. RSI terpantau berbalik positif setelah penguatan harga yang terjadi pada 2 hari terakhir. Dan stochastic masih berada di wilayah jenuh jual, menunjukan potensinya untuk kembali lakukan rebound.

Berdasarkan analisa fundamental, EXCL hingga akhir tahun ini diprediksi masih bukukan penurunan kinerja yang akan berdampak negatif pada harga sahamnya. Namun secara teknikal, EXCL menawarkan cukup potensi untuk lakukan rebound atau pembalikan harga sementara. Kisaran support saat ini berada pada Rp. 4.800, sementara resistance yang menjadi perkiraan batas penguatan harga berada pada Rp. 5.050.

Namun nampaknya menurunnya kondisi laporan keuangan perseroan belum ditanggapi serius oleh pasar. Juga karena rilisnya laporan keuangan diimbangi statement Presiden Direktur XL yang dengan percaya diri menyatakan bahwa perseroan akan terus tumbuh sepanjang 5 tahun kedepan setelah berhasil men-“caplok” PT Axis Telekom Indonesia (Axis).         

(an/JA/vbn)

0 273

PT Semen Baturaja Tbk. mencatatkan perolehan laba bersih yang belum diaudit sebesar Rp. 310 miliar atau tumbuh sebesar 3,6 persen dari perolehan di tahun 2012 sebesar Rp. 299 miliar. Namun demikian, pertumbuhan tersebut masih jauh lebih rendah dari pertumbuhan di tahun 2011 – 2012. Dalam periode tersebut perseroan hanya  mampu membukukan pertumbuhan laba sebesar 18,6 persen.

Penurunan di tahun 2013 lalu diperkirakan karena penurunan permintaan semen secara keseluruhan di tahun 2013. Sebelumnya pertumbuhan permintaan semen dapat mencapai rata-rata 14,5 persen, namun di tahun 2013 lalu permintaan semen hanya tumbuh sebesar 5,6 persen.

Nampaknya tahun pemilu di 2014 ini juga belum dapat memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan SMBR. Kurs yang terus melemah masih memperbesar beban produksi perseroan sehingga dapat menggerus pendapatan. Sementara permintaan semen di tahun ini yang masih tertekan karena penurunan pada bisnis properti juga dapat mengurangi perolehan pendapatan SMBR di tahun ini.

Diperkirakan karena masih belum memuaskannya kinerja SMBR dan tekanan pada tahun ini membuat saham SMBR kian terpuruk. Pada perdagangan kemarin SMBR ditutup di level Rp. 358 dan pada perdagangan hari ini SMBR dibuka di Rp. 355. Sementara hingga berita ini dibuat, SMBR sudah kembali melemah ke Rp. 351.

Kondisi indikator juga menunjukan tren yang sudah jenuh beli. MACD terlihat sudah menemui puncak positifnya dan mulai mengarah turun, RSI masih mendatar di bawah area 70 persen. sementara stochastic sudah menurun dari area jenuh beli.

Dengan kondisi demikian, disarankan untuk tidak mengoleksi saham ini karena penurunan diperkirakan masih dapat terus terjadi. Kisaran suppot berada pada Rp. 355 dan resistance berada pada Rp. 370. 

(an/JA/vbn)

0 364

Intel Corp mengatakan penjualan chip untuk pasar komputer personal meningkat pada kuartal keempat, tetapi permintaan untuk sistem yang lebih besar tercatat lebih lemah dari yang diharapkan. Intel melaporkan laba bersih perusahaan naik 6,4 persen untuk periode yang berakhir pada bulan Desember, sedangkan pendapatan naik 2,6 persen. Margin laba kotor perusahaan adalah 62 persen di kuartal tersebut atau lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang sekitar 61 persen.

Intel sendiri dikatakan sangat merasakan dampak dari menguatnya penjualan tablet dan smartphone dan karenanya banyak pendapat  memperkirakan bahwa penjualan PC secara global akan turun 10 persen pada tahun 2013. Penurunan ini sedikit lebih ringan pada kuartal keempat, di mana IDC mencatat penjualan PC jatuh sebesar 5,6 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga yang jatuh 7,6 persen.  Tanda-tanda bahwa pasar PC akan kembali menguat telah membantu saham Intel untuk naik 13 persen sejak awal Desember.

Intel juga melaporkan pendapatan masih difokuskan dalam bisnis chip PC. Penjualan unit chip untuk semua jenis PC justru naik 3 persen dari periode tahun sebelumnya, dengan pengiriman Chip PC desktop sampai 7 persen. Namun sudah ada tanda-tanda penurunan dalam penyaluran chip untuk sistem server yang digunakan di pusat data perusahaan. Perusahaan itu mengatakan pendapatan dari sektor ini naik 8 persen pada kuartal keempat, tetapi unit penjualan hanya naik 1 persen dan harga jual rata-rata naik 7 persen.

CEO Intel, Brian Krzanich, mengatakan kinerja  keuangan Intel cukup solid, hal ini menunjukkan bahwa ada tanda-tanda stabilisasi penjualan segmen PC dan pertumbuhan keuangan dari tahun lalu. Untuk tahun fiskal 2014, perusahaan memproyeksikan pendapatan dan margin kotor sekitar 60 persen dan juga  Intel diprediksi akan mengalami pertumbuhan pendapatan sekitar 1,2 persen.

Pimpinan perusahaan ini juga akan meningkatkan jangkauan perusahaan dengan masuk ke pasar smartphone, tablet dan kategori yang lain termasuk produk otomatisasi rumah dan smartwatch dimana Intel optimis akan ada 40 juta yang menggunakan chip Intel pada tahun 2014 sedangkan di akhir tahun 2013, hanya ada 10 juta tablet berprosesor Intel. Salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan Intel adalah peningkatan pengeluaran sebesar USD 100 juta. Uang tersebut sebagian besar ditujukan kepada divisi pemasaran untuk membantu mempromosikan perangkat-perangkat Intel.

Intel mengatakan, pendapatan dari sektor penjualan perangkat seperti smartphone dan tablet naik 9 persen menjadi USD 1,1 miliar. Namun, kerugian operasional meningkat hingga USD 620 juta dari USD 495 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih Intel untuk untuk periode yang berakhir 28 Desember yaitu USD 2,63 miliar atau 51 sen per saham, dibandingkan dengan laba pada periode tahun sebelumnya yang sebesar USD 2,47 miliar atau 48 sen per saham. Pada kuartal pertama tahun ini, Intel memproyeksikan akan meraih pendapatan sebesar USD 12,8 miliar plus atau turun USD 500 juta dari periode sebelumnya.

(ra/JA/vbn)

Pic: techworld

0 329

Goldman Sachs Group Inc yang merupakan sebuah perusahaan investasi perbankan multinasional Amerika dan bergerak di bidang perbankan investasi global, sekuritas, manajemen investasi, dan jasa keuangan lainnya terutama dengan nasabah institusi melaporkan berkurangnya keuntungan pada Q4 2013.  Laba bersih kuartal keempat turun 19 persen karena berkurangnya pendapatan perdagangan. Meskipun begitu, kuatnya hasil investasi perbankan dan rendahnya biaya yang dikeluarkan telah membantu Wall Street untuk mengalahkan ekspektasi para analis.

Meskipun pendapatan lebih baik dari perkiraan sebelumnya, saham Goldman jatuh 2,2 persen di perdagangan sore kemarin, hal ini telah mengurangi keuntungan dari beberapa hari terakhir karena investor lebih fokus melakukan investasi di perusahaan berpendapatan tetap, mata uang, dan komoditas perdagangan. Hal ini menunjukkan level terburuk bisnis Goldman sejak tahun 2008.

Goldman membukukan laba bersih kuartal keempat sebesar USD 2,33 miliar atau USD 4,60 per saham, turun dari USD 2,89 miliar atau USD 5,60 per saham setahun yang lalu, pendapatan turun 4,9 persen menjadi USD 8,78 miliar. Sebelumnya, para analis memprediksikan keuntungan Goldman hanya sebesar USD 4,22 per sahan dengan pendapatan sebesar USD 7,71 miliar.

Pada sebuah konferensi dengan para analis, Goldman Sachs Chief Financial Officer, Harvey Schwartz mengatakan bahwa perusahaan telah dihadapkan dengan lingkungan pasar yang sulit pada tahun 2013, di mana ekonomi global tampak sulit mengalami kemajuan. Bisnis FICC Goldman seperti yang dilansir WSJ telah melalui tahun yang sulit dimana bisnis perusahaan  terhambat oleh lambatnya pemulihan ekonomi baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini membuat klien dihadapkan pada posisi yang kompleks sehingga menimbulkan resiko yang sangat tinggi.

Untuk tahun 2013, perdagangan FICC Goldman membukukan pendapatan  USD 8,65 miliar, turun 13 persen dari tahun lalu dan berada pada angka terendah sejak krisis keuangan. Untuk kuartal keempat, pendapatan perdagangan FICC turun 15 persen dari tahun sebelumnya menjadi USD 1,72 miliar.

Kinerja Goldman secara year on year tetap menunjukkan pendapatan yang lebih lemah dari beberapa bank AS lainnya. Pada hari Rabu lalu, Bank of America melaporkan bahwa unit pendapatan tetap melonjak 22 persen dari tahun sebelumnya. Goldman mengatakan, bahwa perusahaan investasi banking akan meningkatkan penawaran dibandingkan dengan akhir kuartal ketiga 2013.

Untuk memotong biaya, Goldman mengurangi pembayaran karyawan di akhir tahun 2013. Beban dari gaji dan tunjangan karyawan tercatat turun 3 persen menjadi USD 12,6 miliar. Pengeluaran biaya tersebut 37 persen berasal dari total pendapatan, rotal tenaga kerja Goldman tumbuh sebesar 2 persen pada tahun lalu. Secara keseluruhan biaya operasional Goldman adalah USD 5,23 miliar, naik sedikit dari USD 4,92 miliar pada tahun sebelumnya dan USD 4,56 miliar pada kuartal sebelumnya.

Goldman berpendapat bahwa klien akan mengambil risiko yang lebih besar karena berfokus pada datangnya arah pasar. Meski demikian, Goldman telah berusaha untuk beradaptasi dengan era investasi baru dengan menjadi lebih selektif dalam menempatkan modal pada tingkat risiko yang lebih rendah. Untuk kuartal keempat, jumlah pendapatan ekuitas Goldman yang mencakup perdagangan dan perusahaan broker merosot 27 persen dari tahun sebelumnya, namun naik 4,1 persen dari kuartal ketiga menjadi USD 1,68 miliar. Goldman juga melaporkan bahwa return on equity untuk triwulan terakhir 2013 ini meningkat 12,7 persen.

(ra/JA/vbn)

Pic: salon

0 298

Meskipun kecil, HTC Corp berhasil mencatat laba bersih untuk kuartal keempat, didukung oleh keuntungan dari penjualan sahamnya di perusahaan headphone AS. Meski mencatat laba bersih, produsen smartphone asal Taiwan ini masih mencatat rugi usaha di tengah penurunan penjualan.

Laba bersih awal HTC adalah sebesar USD 10,4 juta seperti yang dilansir Market Watch, hasil ini didapat setelah HTC menjual sahamnya yang tersisa di Beats Electronics LLC sebesar TWD 265 juta.

Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan para analis yang telah memperkirakan HTC akan mengalami rugi bersih sebesar TWD 1,09 miliar. Raihan di kuartal keempat ini juga lebih baik dari kuartal ketiga ketika perusahaan membukukan rugi bersih sebesar TWD 2,97 miliar.

Untuk kegiatan operasioanal, HTC masih mencatat rugi karena tingginya biaya produksi dan menyusutnya jumlah penjualan. Meski begitu, kerugian operasi HTC sudah mengecil menjadi TWD 1,56 miliar pada kuartal keempat dari TWD 3,5 miliar pada kuartal ketiga,” kata HTC.

Pendapatan HTC tercatat mencapai TWD 42,9 miliar dan sesuai dengan perkiraan perusahaan yang sebesar TWD 40-45 miliar atau turun dari TWD 47 miliar pada kuartal ketiga.

HTC sempat mendapat masa jaya dalam pasar smartphone Android di AS di tahun 2010. Namun, dengan mulai bermunculannya produsen smartphone Android lain yang lebih kuat, HTC terus mengalami kesulitan untuk mengikuti kompetisi hingga tidak lagi berada di antara 10 pembuat smartphone global terbesar.

(ra/JA/vbn)

Pic: droidlife

0 264

PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 12 persen pada kuartal III 2013 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. tetapi tercatat mengalami rugi bersih sebesar Rp 318 miliar atau meningkat 2 kali lipat dari kerugian yang dialami tahun kemarin.

Peningkatan kerugian ini antara lain disebkan oleh rugi selisih kurs yang meningkat  113 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. hal ini menunjukan MLIA banyak melakukan impor bahan baku, sementara ekspor yang malah menurun 1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya  menyebabkan terjadinya defisit yang dialami perusahaan.

Rasio utang perusahaan kini mencapai 6 kali lipat dari ekuitasnya menunjukan jumlah utang yang sangat besar. sementara jika dibandingkan dengan total aset yang mereka miliki, jumlah total utangnya mencapai 86 persen. Hal ini membuat MLIA memiliki resiko likuiditas yang cukup tinggi.

Dihitung dari laporan keuangan kuartal III 2013 MLIA mencatatkan rasio P/E negatif karena kerugiannya, sementara posisi harga yang berada di bawah nilai bukunya menunjukan kondisi yang sesungguhnya dari perusahaan.

Pada perdagangan kemarin MLIA menguat dari pembukaan di Rp. 400  dan ditutup di Rp. 410. Sementara pada perdagangan hari ini dibuka di Rp. Rp 410 atau tetap pada pembukaan kemarin dan sampai berita ini dibuat, MLIA belum bergerak dari harga pembukaannya.

Dari segi teknikal, tekanan jual beberapa hari belakangan belum mampu menurunkan indikator RSI dari area jenuh jual. Sementara stochastic belum menunjukan tanda-tanda berarti yang dapat merubah tren pergerakan harga. Sementara jika ditarik dari agustus lalu, saat ini harga sedang berkonsolidasi di area gap yang terbentuk antara 19 sampai 20 agustus lalu.

Hal yang perlu diperhatikan untuk trading jangka pendek yaitu, jika harga tembus resistance gap di Rp. 410 diperkirakan dapat melanjutkan rally, namun jika yang terjadi sebaliknya, harga dapat kembali ke arah support Rp. 360. Sementara untuk investasi jangka panjang, lebih baik hindari MLIA karena kondisi fundamentalnya yang cukup mengkhawatirkan.

(ja/JA/vbn)

0 388

Raksasa media dan hiburan, Walt Disney Co melaporkan berhasil mencatat peningkatan laba hingga 12 persen pada kuartal keempat. Menurut Walt Disney, kenaikan laba ini disebabkan naiknya semua segmen bisnis mereka.

Disney mengatakan pendapatan dari segmen jaringan media Walt Disney media yang meliputi ESPN dan ABC naik 1 persen secara year on year menjadi USD 4,95 miliar.

Namun laba usaha untuk segmen usaha ini turun 8 persen menjadi USD 1,44 miliar. Hal ini disebabkan adanya peningkatan fee afiliasi dan biaya pemrogaman ESPN.

Pendapatan untuk segmen usaha taman hiburan dan resort tumbuh 8,5 persen menjadi USD 3,7 miliar. Hal ini didorong oleh bagusnya pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik dan tingginya tingkat royalti dari Tokyo Disney Resort.

Untuk pendapatan segmen usaha studio hiburan naik 7 persen menjadi USD 1,5 milyar. Hal ini membuat laba usaha naik 35 persen menjadi USD 108.000.000.

Sementara pendapatan dari produk konsumen naik 14 persen menjadi USD 1 miliar dengan pendapatan operasional naik 30 persen menjadi USD 347 juta.

Pendapatan divisi media interaktif naik lebih dari dua kali lipat menjadi USD 396 juta karena dibantu oleh penjualan game untuk perangkat konsol dan ponsel di Jepang .

Secara total, pendapatan total Walt Disney untuk kuartal keempat naik 7,3 persen menjadi USD 11,57 miliar dari USD 10,78 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Walt Disney melaporkan raihan laba bersih di kuartal keempat tercatat sebesar USD 1,4 miliar atau USD 0,77 per saham. Jumlah laba bersih tersebut meningkat dibandingkan kuartal IV tahun lalu sebesar USD 1,24 triliun atau USD 0,68 per saham.

(ra/JA/vbn)

To show sotck chart