Home Tags Posts tagged with "laba bersih"

0 203

PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 12 persen pada kuartal III 2013 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. tetapi tercatat mengalami rugi bersih sebesar Rp 318 miliar atau meningkat 2 kali lipat dari kerugian yang dialami tahun kemarin.

Peningkatan kerugian ini antara lain disebkan oleh rugi selisih kurs yang meningkat  113 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. hal ini menunjukan MLIA banyak melakukan impor bahan baku, sementara ekspor yang malah menurun 1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya  menyebabkan terjadinya defisit yang dialami perusahaan.

Rasio utang perusahaan kini mencapai 6 kali lipat dari ekuitasnya menunjukan jumlah utang yang sangat besar. sementara jika dibandingkan dengan total aset yang mereka miliki, jumlah total utangnya mencapai 86 persen. Hal ini membuat MLIA memiliki resiko likuiditas yang cukup tinggi.

Dihitung dari laporan keuangan kuartal III 2013 MLIA mencatatkan rasio P/E negatif karena kerugiannya, sementara posisi harga yang berada di bawah nilai bukunya menunjukan kondisi yang sesungguhnya dari perusahaan.

Pada perdagangan kemarin MLIA menguat dari pembukaan di Rp. 400  dan ditutup di Rp. 410. Sementara pada perdagangan hari ini dibuka di Rp. Rp 410 atau tetap pada pembukaan kemarin dan sampai berita ini dibuat, MLIA belum bergerak dari harga pembukaannya.

Dari segi teknikal, tekanan jual beberapa hari belakangan belum mampu menurunkan indikator RSI dari area jenuh jual. Sementara stochastic belum menunjukan tanda-tanda berarti yang dapat merubah tren pergerakan harga. Sementara jika ditarik dari agustus lalu, saat ini harga sedang berkonsolidasi di area gap yang terbentuk antara 19 sampai 20 agustus lalu.

Hal yang perlu diperhatikan untuk trading jangka pendek yaitu, jika harga tembus resistance gap di Rp. 410 diperkirakan dapat melanjutkan rally, namun jika yang terjadi sebaliknya, harga dapat kembali ke arah support Rp. 360. Sementara untuk investasi jangka panjang, lebih baik hindari MLIA karena kondisi fundamentalnya yang cukup mengkhawatirkan.

(ja/JA/vbn)

0 306

Raksasa media dan hiburan, Walt Disney Co melaporkan berhasil mencatat peningkatan laba hingga 12 persen pada kuartal keempat. Menurut Walt Disney, kenaikan laba ini disebabkan naiknya semua segmen bisnis mereka.

Disney mengatakan pendapatan dari segmen jaringan media Walt Disney media yang meliputi ESPN dan ABC naik 1 persen secara year on year menjadi USD 4,95 miliar.

Namun laba usaha untuk segmen usaha ini turun 8 persen menjadi USD 1,44 miliar. Hal ini disebabkan adanya peningkatan fee afiliasi dan biaya pemrogaman ESPN.

Pendapatan untuk segmen usaha taman hiburan dan resort tumbuh 8,5 persen menjadi USD 3,7 miliar. Hal ini didorong oleh bagusnya pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik dan tingginya tingkat royalti dari Tokyo Disney Resort.

Untuk pendapatan segmen usaha studio hiburan naik 7 persen menjadi USD 1,5 milyar. Hal ini membuat laba usaha naik 35 persen menjadi USD 108.000.000.

Sementara pendapatan dari produk konsumen naik 14 persen menjadi USD 1 miliar dengan pendapatan operasional naik 30 persen menjadi USD 347 juta.

Pendapatan divisi media interaktif naik lebih dari dua kali lipat menjadi USD 396 juta karena dibantu oleh penjualan game untuk perangkat konsol dan ponsel di Jepang .

Secara total, pendapatan total Walt Disney untuk kuartal keempat naik 7,3 persen menjadi USD 11,57 miliar dari USD 10,78 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Walt Disney melaporkan raihan laba bersih di kuartal keempat tercatat sebesar USD 1,4 miliar atau USD 0,77 per saham. Jumlah laba bersih tersebut meningkat dibandingkan kuartal IV tahun lalu sebesar USD 1,24 triliun atau USD 0,68 per saham.

(ra/JA/vbn)

0 254

Produsen mobil terbesar di dunia, Toyota Motor Corp menyatakan telah menaikkan proyeksi laba akhir tahunnya sebesar 13 persen.

Naiknya laba ini dikontribusikan oleh pelemahan yen dan naiknya penjualan dari jajaran produk Prius dan Lexus yang merupakan kendaraan ekspor perusahaan tersebut.

Toyota memprediksi akan memperoleh kenaikkan laba bersih hingga JPY 1,67 triliun (USD 16,9 miliar) pada akhir tahun buku 2013 yang berakhir 31 Maret 2014.

Untuk informasi, produsen mobil yang berbasis di Jepang ini sebelumnya mengatakan mereka memprediksi akan memperoleh laba bersih hingga JPY 1,48 triliun.

Meningkatnya laba bersih ini juga didukung oleh meningkatnya laba bersih yang didapat dari General Motors Co dan Volkswagen AG di kuartal akhir tahun ini.

Terus meningkatnya laba Toyota juga berhasil mengembalikan kepercayaan publik terhadap kebijakan ekonomi yang dicanangkan Perdana Menteri Shinzo Abe untuk meningkatkan kembali nilai yen yang terus melemah terhadap setiap mata uang utama global pada tahun 2012.

Melemahnya yen juga sempat memberikan banyak tekanan terhadap para eksportir Jepang. Karena hal tersebut, optimisme terhadap kebijakan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe (Abenomics) goyah.

Tidak hanya hal tersebut, kepercayaan terhadap Abenomics juga semakin tergerus ketika dua perusahaan besar Jepang yaitu Sony Corp dan Nissan Motor Co mengatakan telah memangkas proyeksi laba mereka.

Toyota adalah perusahaan yang paling diuntungkan dari Abenomics karena mata uang yang mereka gunakan adalah Dollar AS. Perdana menteri Shinzo Abe mungkin akan mengatakan peningkatan laba Toyota sebagai kemenangan bagi Abenomics yang terbukti berhasil.

Baiknya kinerja perusahaan ini  pada perdagangan bursa saham Jepang masih belum bisa mengangkat indeks bursa pada penutupan perdagangan hari ini dimana Indeks Nikkei melemah 0,4% menjadi 14167,95 basis poin.  Sedangkan indeks berjangka mengalami peningkatan sebesar 99 poin menjadi 14335 basis poin dengan level support sebesar 14075 poin dan level resistant 14513 poin. Indeks Topix turun 0,1% menjadi 1181,24 basis poin.

(ra/JA/vbn)

0 216

Nissan Motor Co, menyatakan telah memangkas proyeksi pendapatannya dan akan merubah susunan direksi untuk mengatasi masalah kualitas kinerja serta sulitnya kondisi ekonomi yang akan terjadi di banyak pasar negara lain.

Perusahaan ini sebelumnya berhasil membukukan laba bersih sebesar JPY 107,8 miliar untuk kuartal Juli-September. Raihan tersebut meningkat tipis sebesar 2 persen dari JPY 105,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya

Sementara untuk penjualan hingga bulan September naik 16 persen menjadi JPY 2,5 triliun. Presiden dan CEO Nissan, Carlos Ghosn mengatakan pelemahan kinerja ini disebabkan berbagai masalah yang terjadi di luar perkiraan di antaranya pelemahan  yang terjadi di banyak pasar negara berkembang dan mahalnya modal.

Dia juga mengumumkan bahwa telah terjadi perobakan, di mana chief operating officer, Toshiyuki Shiga telah diturunkan dari posisinya.

“Perlu dilakukan tindakan secepat mungkin terkait dengan perlambatan kinerja ini,” kata Ghosn. Ia menekankan bahwa langkah penurunan Shiga ini diambil untuk melakukan penyegaran di jajaran direktur Nissan.

Selain memangkas proyeksi pendapatan, Nissan juga melakukan pemangkasan prediksi laba untuk tahun fiskal 2013 yang berakhir bulan Maret tahun depan sebesar 15,5 persen menjadi JPY 355 miliar.

Ghosn mengatakan pekan lalu Nissan telah menarik lebih dari 188.000 mobil dan SUV Infiniti di seluruh dunia untuk memperbaiki kerusakan software kontrol rem yang bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, pada bulan September Nissan juga menarik kembali 908.900 kendaraan di seluruh dunia untuk memperbaiki cacat pada sensor akselerator yang dapat menyebabkan kinerja mesin menjadi tidak stabil.

CEO produsen mobil kedua terbesar di Jepang ini juga mengatakan kalau penjualan mobil di Rusia, Australia, Indonesia, Thailand dan Brazil akan melemah di tahun ini. Meskipun begitu, hal yang sama diprediksi tidak akan terjadi di Cina.

Perusahaan juga akan menjalankan sembilan rencana ekspansi dengan biaya investasi sebesar USD 8,5 miliar dalam bentuk tunai. Jumlah tersebut merupakan nilai investasi tertinggi yang pernah dikeluarkan oleh Nissan.

Nissan sendiri akan mulai membuat mobil di Brasil pada tahun 2014. Hal ini diklaim akan membantu mengurangi biaya dari tarif yang dikenakan pada kendaraan yang diimpor dari Meksiko .

(ra/JA/vbn)

0 232

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) melaporkan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 7,55 triliun.

Jumlah tersebut meningkat hingga 1,62 persen dibandingkan kuartal III tahun 2012 yang sebesar Rp 7,43 triliun.

Sedikitnya kenaikan laba bersih perseroan ini tidak lepas dari naiknya beban perseroan.

Di mana beban pokok penjualan naik hingga 15,27 persen menjadi Rp 40,3 triliun di kuartal III 2013 dari Rp 34,96 triliun di kuartal III tahun lalu.

Hal ini membuat laba kotor naik tipis 6,67 persen menjadi Rp 14,39 triliun pada kuartal III 2013 dari Rp 13,49 triliun pada kuartal III 2012.

Selain itu, beban usaha yang terdiri dari beban penjualan, beban umum dan administrasi meningkat 11,8 persen menjadi Rp 3,98 triliun pada kuartal III tahun ini dari Rp 3,56 triliun pada kuartal III tahun lalu.

Hal ini membuat laba usaha naik tipis 4,83 persen menjadi Rp 10,41 triliun pada kuartal III tahun ini dari Rp 9,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara pendapatan perseroan naik 12,86 persen menjadi Rp 54,69 triliun di kuartal III tahun ini dari Rp 48,46 triliun di periode yang sama tahun 2012.

Untuk total aset, hingga September 2013 total aset HM Sampoerna tercatat mencapai Rp 27,07 triliun dengan posisi kas dan setara kas senilaiRp 99,39 miliar.

Jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 16,16 triliun. Raihan itu lebih tinggi dari jumlah ekuitas yang hanya Rp 10,91 triliun.

(ra/JA/VBN)

0 448

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan mencatat laba bersih sebesar Rp 347,99 miliar.

Raihan tersebut anjlok hingga 44,5 persen dari periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 627,78 miliar.

Jatuhnya laba bersih ANTM di kuartal III tahun ini disebabkan oleh naiknya beban pokok penjualan sebesar 23,91 persen menjadi Rp 7,52 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,72 triliun.

Hal ini membuat laba kotor mengalami penurunan menjadi Rp 1,29 triliun di kuartal III tahun 2013 dari sebelumnya Rp 1,41 triliun dimkuartal III tahun 2012.Beban usaha hingga kuartal III tahun ini meningkat 3,43 persen menjadi Rp 813,59 miliar.

Sementara, penjualan bersih mengalami kenaikan 19,00 persen di kuartal III tahun 2013 menjadi Rp 8,81 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 7,13 triliun.

Sedangkan total aset diakhir  kuartal III 2013 mengalami peningkatan sekitar 7,24 persen menjadi Rp 21,25 triliun dari sebelumnya Rp 19,70 triliun di akhir Desember 2012.

Sebelumnya ANTM menyatakan bisa meraih tambahan pendapatan senilai USD 150 juta dari pengoperasian pabrik smelter alumina (chemical grade alumina/CGA) yang berada di Tayan, Kalimantan.

Smelter berkapasitas produksi 300 ribu ton tersebut rencananya akan mulai beroperasi bulan Oktober ini. Tingkat utilisasi perseroan ditargetkan bisa mencapai 60-70 persen dari kapasitas terpasang mulai tahun depan.

Pengoperasian smelter CGA di Tayan itu diharapkan mampu menggantikan potensi kehilangan pendapatan ANTM dari ekspor bahan mentah bijih nikel senilai USD 300 juta bila pemerintah mulai menerapkan aturan pelarangan ekspor bahan mentah hasil tambang dalam waktu dekat.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (4/11), ANTM  berada di posisi Rp.1150 dan beluim mengalami perubahan dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 470 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.1550 dimana harga tertinggi di Rp.1660 dengan harga terendah di Rp.1530.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound tipis namun belum bisa rally dalam waktu dekat ini. Pergerakan saham akan lambat  jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham yang  menunjukkan momentum yang merangkak  ke posisi yang moderat dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bullish.

Kisaran Rp.1520 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.1610 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

0 282

Pada kuartal III tahun 2013, PT MNC Investama Tbk (BHIT) melaporkan berhasil meraih pendapatan hingga Rp 8,4 triliun.

Raihan tersebut meningkat hingga 21 persen dari Rp 6,9 triliun dari periode yang sama tahun 2012.

Meningkatnya pendapatan BHIT banyak didukung oleh dari bisnis media berbasis konten dan iklan sebesar 59 persen senilai Rp 4,9 triliun serta media berbasis pelanggan sebesar 26 persen senilai Rp2,2 triiun.

Untuk dari jasa keuangan tercatat naik sebesar 7 persen  menjadi Rp 600,18 miliar dan pertambangan meningkat 5 persen menjadi 415,2 miliar.

Sementara EBITDA dari BHIT tercatat meningkat sebesar 19 persen dari Rp 2,4 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp 2,9 triliun pada kuartal III tahun ini.

Pelemahan nilai tukar terhadap USD menjadi Rp 11.613 di akhir September 2013 menjadi unralized loss senilai Rp 966 miliar. Dengan begitu, laba bersih BHIT tercatat menjadi Rp 26,6 miliar.

Sebelumnya BHIT juga telah membeli kembali saham KPIG dengan nilai Rp 669,9 miliar atau sebanyak 446,6 juta saham dengan harga Rp 1.500 per lembar.

Menurut perseroan, tujuan dari pembelian saham ialah untuk berinvestasi. Jumlah itu tercatat mencapai 8,95 persen dari total saham perseroan.

Sebelumnya dilaporkan pemegang saham KPIG yaitu Bhakti Investama sebesar 28,085 saham MNC Land, UBS AG Singapore 16,55 persen, ABN AMRO Nominess Singapore Pte Ltd 13,56 persen, dan UOB Kay Hian Private Limited 10,14 persen.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (4/11), BHIT  berada di posisi Rp.345 dan mengalami penurunan harga saham Rp.10 per lembar sahamnya dari perdagangan pekan lalu. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 10 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.345 dimana harga tertinggi di Rp.345 dengan harga terendah di Rp.335.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini tren yang konsolidasi dalam fase yang masih tertekan. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish.

Kisaran Rp.335 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.370 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/vbn)

0 267

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melaporkan membukukan laba bersih sebanyak Rp 390,03 miliar.

Jumkah tersebut meningkat 38,03 persen dbandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut perseroan raihan ini sudah mencapai 70,28 persen dari target laba WIKA di tahun 2013 sebesar Rp 555 miliar.

Untuk tahun 2013 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kontrak hingga 21 persen sebesar Rp 38,87 triliun.

Perolehan kontrak ini juga termasuk carry over proyek dari tahun 2012 sebesar Rp 18,12 triliun.

Komposisi perolehan kontrak baru WIKA untuk tahun 2013 masih tetap didominasi oleh Induk Perusahaan dengan komposisi terhadap Anak Perusahaan 60:40.

Target Penjualan di luar proyek-proyek kerjasama tahun 2013 tercatat meningkat hingga 20,8 persen menjadi sebesar Rp 11,86 triliun dibandingkan realisasi tahun 2012.

WIKA optimistis dapat mencapai target kinerjanya karena pencapaian kontrak baru di kuartal III tahun 2013 sudah mencapai 63,97 persen atau sebesar Rp 13,28 triliun dari target Kontrak Baru 2013.

Untuk informasi, pada tahun 2013 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan kontrak baru sebesar Rp 20,76 triliun.

(ra/JA/VBN)

0 390

Dalam laporan keuangan kuartal III tahun 2013, PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) melaporkan berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 6,91 miliar. Jumlah tersebut meningkat tinggi hingga 216,97 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012.

Melonjaknya laba bersih Bank Nobu ini banyak didukung oleh pendapatan bunga yang meningkat signifikan menjadi Rp 93,81 miliar di kuartal III tahun 2013 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 26,66 miliar.

Beban bunga tercatat meningkat tinggi hingga 194,67 persen menjadi Rp 46,47 miliar di kuartal III 2013. Pendapatan operasional dari pos lain-lain tercatat melonjak tinggi hingga Rp 3,38 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 963 juta.

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat naik tinggi hingga 105,69 persen menjadi Rp 1,96 triliun di kuartal III tahun 2013 dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 951,5 miliar. Sedangkan untuk dana deposito dan giro relatif di kuartal III tahun ini tercatat sebesar Rp 930,24 miliar dan Rp 875,11 miliar.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (31/10), NOBU  berada di posisi Rp.550 dan belum terjadi pergerakan  dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah naik 30 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham banyak dijual oleh investor

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound teknikal namun belum berpotensi rally. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak naik  ke posisi yang moderat  dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bullish.

Kisaran Rp.500 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.565 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/VBN)

0 407

Hingga kuartal III tahun 2013, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melaporkan mencatat laba bersih sebesar Rp 3,27 triliun. Jumlah tersebut meningkat tipis hingga 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 3,04 triliun. Kenaikan laba tersebut banyak ditopang oleh penjualan perseroan yang meningkat 12,4 persen menjadi Rp 40,02 triliun di kuartal III 2013 dari Rp 35,59 triliun di Kuartal III 2012.

Menurut GGRM, ketersediaan produk yang semakin luas di pasar dan kegiatan promosi untuk merek yang sudah ada maupun yang baru berhasil meningkatan total volume penjualan sebesar 5 persen menjadi 52,8 miliar batang. Untuk total volume penjualan industri rokok kretek di kuartal III tahun 2013 tercatat hanya tumbuh sebesar 1,7 persen dibandingkan periode yang sama.

Untuk beban pokok penjualan di kuartal III tahun 2013 tercatat meningkat 14 persen menjadi Rp 22,4 triliun. Beban bahan baku juga meningkat 16 persen menjadi Rp 8,5 triliun. Sedangkan pinjaman jangka pendek naik hingga 42,5 persen menjadi Rp 13,5 triliun. Dana pinjaman tersebut digunakan perseroan untuk mendanai peningkatan persediaan dan aset tetap, termasuk mesin, peralatan dan properti.

Penambahan aset tetap dan aset lainnya berupa mesin dan peralatan baru untuk produksi rokok, kemasan dan percetakan serta peralatan logistik hingga 44 persen menjadi Rp 15,1 triliun.

Untuk pergerakan harga saham sampai dengan perdagangan siang ini (1/11), GGRM  berada di posisi Rp.36.150 dan mengalami penurunan harga saham Rp.700 per lembar sahamnya dari perdagangan hari sebelumnya. Namun secara mingguan saham ini sudah anjlok 1300 poin dari perdagangan  pekan lalu. Hari ini saham dibuka di posisi Rp.36.900 dimana harga tertinggi di Rp.37.050 dengan harga terendah di Rp.35.700.

Analis  mengemukakan bahwa update teknikal terhadap kinerja saham ditinjau pada major pattern, saham ini menunjukkan rebound tipis namun tidak bisa rally terhambat koreksi karena bergerak mencari posisi support yang kuat. Dan jika dilihat dari indikator -indikator teknikal saham menunjukkan momentum yang bergerak turun ke posisi yang lebih rendah dan  beberapa indikator kekuatan tren menunjukkan pertengahan pola bearish.

Kisaran Rp.36.000 merupakan support yang   kuat  dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu  perdagangan mendatang . Sedangkan kisaran Rp.38.450 merupakan resistance yang  kuat dan level ini diperkirakan masih mungkin tercapai atau tertembus dalam 1 minggu perdagangan mendatang.

(ra/JA/VBN)

To show sotck chart