Home Tags Posts tagged with "nikel"

0 87

Harga nikel di Bursa LME pada penutupan perdagangan pekan lalu, 26-29 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen dari persediaan nikel LME yang kembali melambung memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Pergerakan harga nikel di LME pada perdagangan pekan lalu terpantau masih sangat terpengaruh oleh posisi persediaan nikel di gudang LME. Arahan yang semakin melemah dari kebijakan larangan biji mentah Indonesia semakin membuat pergerakan sangat fokus terhadap posisi supply nikel. Adapun stok persediaan yang kembali melonjak memicu harga nikel untuk kembali melemah secara agregat sepekan akibat peningkatan persediaan dari 325.781 ton ke 329.136 ton.

Walaupun demikian, pergerakan harga nikel pada pekan lalu lebih didominasi pergerakan menguat meskipun persediaan terus meningkat. Sepanjang 4 hari perdagangan pekan lalu, harga nikel 3 kali mengalami penguatan. Penguatan tersebut lebih dilandasi oleh aksi beli para investor pasca penurunan tajam harga pekan sebelumnya dan dorongan data perekonomian AS yang cenderung positif.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan secara agregat sepekan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan ditutup turun 0,80% ke tingkat harga $18.575/ton atau melemah $150/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan berada dalam tekanan sisi persediaan nikel LME yang terus meningkat. Namun, aksi beli pasca pelemahan tajam harga berpotensi untuk membuat harga nikel dapat menguat tipis pekan ini.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 121

Harga nikel di Bursa London Metal Exchange pada perdagangan Senin 18 Agustus 2014 terpantau ditutup melemah. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif dari persediaan nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru hingga diatas 320.000 ton.

Persediaan nikel di Bursa LME yang terus melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir terpantau masih melanjutkan gerusan terhadap harga nikel. Persediaan nikel yang naik pada Senin lalu hingga 324.984 ton pada Senin lalu membuat harga nikel melemah akibat penumpukan supply yang makin besar di gudang LME.

Sebelumnya, harga nikel LME telah melambung hingga kisaran diatas $21.000/ton pada Mei lalu akibat larangan ekspor biji mentah Indonesia. Puncaknya, harga nikel mencapai tingkat harga tertinggi di 21.100 pada 13 Mei 2014. Posisi persediaan gudang LME pada saat itu, jauh lebih rendah dibandingkan posisi saat ini. Dengan posisi persediaan nikel di gudang yang saat itu berada di level 278.868 ton, posisi persediaan saat ini telah naik hingga 16,54%.

Pada penutupan perdagangan Senin 18 Agustus 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,43% ke tingkat harga 18.475/ton atau melemah $80/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel berpotensi untuk lanjut melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan USD yang melemahkan daya beli investor dan masih tingginya persediaan di gudang LME.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 309

Larangan pemerintah Indonesia terhadap ekspor bijih besi pada awal tahun ini telah memacu investasi dalam negeri sebanyak $ 18 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan sampai dengan tahun 2017, kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Sebagian besar investor dari Tiongkok berencana setidaknya akan membangun 64 fasilitas untuk memproses nikel, bauksit dan logam lainnya, R. Sukhyar, direktur jenderal mineral dan batubara, mengatakan dalam sebuah wawancara. Sampai akhir tahun 2014 nanti, diperkirakan nilai investasi akan mencapai $ 4.9 miliar.  

Harga nikel yang digunakan untuk membuat stainless steel telah mengalami penguatan sebanyak 56 persen tahun ini, naik menjadi $ 21.625 per metrik ton pada bulan Mei. Sementara di bursa berjangka LME (London Metal Exchange) nikel diperdagangkan 0,4 persen lebih tinggi yaitu di harga $ 18.820 per ton, naik untuk hari ketiga. Harga akan tetap di atas $ 18.000 pada tahun ini, kata Sukhyar.

Jumlah smelter nikel yang akan dibangun para adalah sebanyak 30 yang akan memproses sekitar 20 juta ton bijih besi dan diperkirakan target produksi ini akan dicapai saat smelter mulai berfungsi di tahun 2017, kata Sukhyar. Sebelum larangan tersebut, bijih mentah dikirimkan langsung ke China untuk membuat nikel pig iron.

Kelebihan pasokan dibandingkan permintaan akan sebesar 97.100 ton pada tahun 2015, menurut Morgan Stanley, sementara Goldman Sachs Group Inc melihat ada defisit sebesar 200.000 ton di tahun yang sama. Larangan ekspor bijih besi mentah telah mengurangi hasil produksi tambang-tambang di Indonesia sebesar 8,9 persen dari target produksi tahun 2015, demikian pernyataan Morgan Stanley dalam sebuah laporan tertanggal 8 Juli.

Mindo Sianipar/Vibiz Commodity Academy/VM/VBN
Editor : Jul Allens
image: commons.wikipedia.org

0 208

Harga nikel pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2014 di Bursa LME terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh kembali pecahnya rekor tertinggi baru pada persediaan nikel di gudang LME.

Pergerakan persediaan nikel di gudang LME yang kembali memecahkan rekor tertinggi baru, kembali berdampak pada anjloknya harga nikel di LME. Persediaan nikel di gudang LME yang kini berada di level 317.874 ton, memberi tekanan kepada harga akibat penumpukan persediaan di nikel siap kirim di bursa. Tekanan dari persediaan nikel tersebut, terpantau telah menjadi momok pada pergerakan harga nikel LME sejak pertengahan Juli 2014.

Sebelumnya, posisi supply nikel justru menjadi dorongan fundamental kuat yang mengangkat harga nikel hingga level tertinggi 2 tahun. Hal tersebut disebabkan oleh hilangnya aliran pengiriman nikel asal Indonesia akibat kebijakan larangan ekspor biji mentah Indonesia. Posisi Indonesia pada pasar nikel global, merupakan penghasil nikel terbesar global dengan total produksi mencapai 30% total output global.

Pada perdagangan Rabu 6 Agustus 2014, harga nikel ditutup melemah signifikan di Bursa London Metal Exchange. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan anjlok hingga 0,94% ke tingkat harga $18.400 atau melemah $175/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan kembali melemah pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan nilai USD yang dapat melemahkan daya beli investor.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 305

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Agustus 2014, terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif kuat dari persediaan gudang di LME yang terus meningkat ke rekor tertinggi baru.

Tekanan kuat dari tingginya persediaan nikel di gudang LME, terpantau masih menjadi momok terhadap pergerakan harga nikel. Persediaan nikel yang kembali naik hingga 1,75% dalam sepekan dari 312.156 ton ke 317.628 ton, membuat harga nikel terus turun akibat sentimen dari tekanan sisi supply.

Pergerakan melemah dari sisi supply pun, terpantau semakin memburuk pasca rilis data manufaktur global pada akhir pekan lalu. Data manufaktur global yang berada dalam kondisi negatif padaInggrismemicu harga nikel kian tergerus akibat potensi pelemahan demand terhadap nikel LME. Hal tersebut, bahkan menutup sentimen positif dari peninglatan sektor manufaktru Jerman dan AS serta pasar logam terbesar dunia yaitu Tiongkok yang mengalami penguatan sektor manufaktur kwe level 51,7% dari sebelumnya di level 51.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga nikel berjangka LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 4,4% ke tingkat harga $18.375/ton atau melemah $855/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak kembali melemah pada perdagangan. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen negatif dari tekanan persediaan nikel LME yang terus meningkat.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 222

Harga logam-logam di Bursa LME pada perdagangan Kamis 31 Juli 2014 terpantau ditutup dengan penguatan pada tembaga dan timah, sedangkan nikel justru mengalami pelemahan. Kecenderungan penguatan pada harga logam di Bursa LME dipicu oleh dorongan aksi beli serta kondisi sentimen dari sisi supply pada logam-logam LME.

Pergerakan harga logam-logam di Bursa LME pada perdagangan Kamis lalu, terpantau mengalami kecenderungan untuk menguat jelang rilis data-data manufaktur global pada Jumat 1 Agustus 2014. Harga timah yang pada Kamis lalu harus ditutup anjlok, bahkan kembali naik signifikan. Sementara pada pergerakan harga tembaga, terus melemahnya harga tembaga dalam pekan ini, terpantau mengakhiri trend tersebut pada perdagangan kemarin. Namun, harga nikel justru mengalami pelamahan akibat penumpukan persediaan di gudang LME.

Pada perdagangan timah di LME kemarin, harga timah terpantau ditutup menguat akibat masih adanya dorongan sentimen positif dari potensi kelangkaan akibat kebijakan ekspor Indonesia. Imbas dari hal tersebut harga timah LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,55% ke tingkat harga $22.950/ton atau menguat $350/ton.

Sejalan dengan pergerakan harga timah, harga tembaga juga terpantau menguat di LME akibat aksi beli para investor pasca terus melemahnya harga tembaga. Harga tembaga LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan pada Kamis lalu ditutup naik 0,78% ke tingkat harga $7.120/ton atau menguat $55/ton.

Sementara pada pergerakan harga nikel LME, pada Kamis lalu, persediaan nikel yang kembali memecahkan rekor tertinggi di LME memicu harga nikel untuk mengalami pelemahan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan ditutup turun 0,13% ke tingkat harga $18.800/ton atau melemah $25/ton.

Terkait untuk pergerakan harga logam-logam di Bursa LME pada perdagangan hari ini, Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi adanya kecenderungan harga logam untuk mengalami penguatan. Hal tersebut dilandasi oleh telah rilisnya data manufaktur Tiongkok yang menguat. Terpantau pada pagi ini, data manufaktur Tiongkok berdasarkan Biro Statistik setempat naik dari level 51 ke 51,7. Sementara pada data HSBC final manufacturing PMI, sektor manufaktur Tiongkok juga dikabarkan menguat dari level 50,7 ke 51,7.

Walaupun demikian, terpantau dari penutupan perdagangan logam di bursa Asia pada siang ini, harga tembaga di Shanghai Future Exchange hanya mengalami penguatan tipis. Terbatasnya penguatan tembaga di SHFE, dipicu oleh masih kuatnya sentimen negatif dari pemberian izin ekspor konsentrat tembaga oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, akan selesainya masa perbaikan smelter-smelter di Tiongkok turut memberikan tekanan akibat potensi peningkatan supply Tiongkok.

 Terkait pergerakan harga tembaga di SHFE pada perdagangan hari ini, tembaga masih dapat ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Harga tembaga SHFE untuk kontrak Oktober 2014 naik 0,16% ke tngkat harga 50.530 Yuan/ton atau menguat 80 Yuan/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 215

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 30 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh rilis data GDP kuartal 2 Amerika Serikat yang mengindikasikan potensi penguatan demand nikel di pasar AS.

Pengaruh data GDP kuartal AS yang rilis pada Rabu lalu, terpantau cukup kuat untuk mempengaruhi harga nikel di Bursa LME. Ekspektasi akan peningkatan demand dari pasar AS, pasca rilis data tersebut, berhasil meningkatkan harga nikel yang sebelumnya melemah akibat ketidakpastian persediaan nikel di LME yang terus meningkat dan terpantau masih naik sebesar 1.680 ton pada Rabu lalu.

Berdasarkan data GDP kuartal 2 AS yang baru rilis pada Rabu kemarin, pertumbuhan perekonomian Amerika Serikat naik hingga 4% dari sebelumnya -2,1% dan melebihi ekspektasi di 2,9%. Dampak dari data tersebut, peningkatan perekonomian AS menumbuhkan harapan peningkatan permintaan nikel untuk kebutuhan perekonomian AS yang sedang tumbuh.

Pada perdagangan Rabu 30 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,24% ke tingkat harga $18.825/ton atau menguat $230/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak melemah terbatas pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi wait and see para investor akibat akan rilisnya data-data manufaktur di Jerman, Uni Eropa, Tiongkok, dan AS pada Jumat mendatang.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 188

Harga logam-logam di LME sepertin nikel, tembaga, dan timah pada perdagangan Kamis 24 Juli 2014 terpantau ditutup menguat cukup signifikan. Penguatan harga logam di Bursa LME dipicu oleh rentetan data manufaktur global yang rilis pada Kamis lalu.

Rilis beberapa data manufaktur global pada Kamis lalu terpantau cenderung memberikan dampak sentimen positif terhadap pergerakan harga logam di LME. Data-data manufaktur dari negara Tiongkok, Jerman, dan kawasan Uni Eropa yang menguat membuat indikasi akan adanya peningkatan demand logam di pasar global meskipun data serupa di AS dan Prancis mengalami penurunan.

Berdasarkan data-data manufaktur tersebut, data Tiongkok menjadi hal yang lebih difokuskan oleh para investor akibat posisi Tiongkok selaku pengguna logam terbesar dunia. Dari data HSBC Flash Manufacturing PMI Tiongkok, sektor manufaktur Tiongkok dikabarkan naik ke level 52 dari sebelumnya di 50,7 dengan ekspektasi awal di 51. Masih dari perkembangan data manufaktur Asia, data markit flash manufacturing PMI Jepang, berbalik dengan Tiongkok justru melemah 0,7 poin ke level 50,8 meskipun diestimasi akan naik ke level 51,9.

Dari kawasan Eropa, data manufaktur juga terpantau berada dalam kondisi mixed, namun cenderung untuk menguat. Berdasarkan data manufaktur yang dirilis kemarin, Jerman dan EU mengalami penguatan sektor manufaktur sedangkan Prancis justru melemah. Pada data manufaktur di Eropa, data Jerman menunjukan sektor manufkatur Jerman naik dari 54 ke 55,9, sektor manufaktur EU naik dari 51,8 ke level 51,9, sedangkan Prancis Turun dari 48,2 ke 47,6. Imbas dari kecenderungan penguatan di data manufaktur tersebut, harga logam LME terangkat akibat ekspektasi akan penguatan demand logam global.

Pada perdagangan Kamis 24 Juli 2014, harga nikel, tembaga, dan timah terpantau ditutup menguat cukup signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,58% ke tingkat harga $19.175/ton atau menguat $110/ton, tembaga naik 1,05% ke tingkat harga $7.145/ton atau menguat $74,5/ton, sementara timah menguat 0,56% ke tingkat harga $22.325/ton atau naik $125/ton.

Sedangkan terkait pergerakan pasar logam di Bursa Asia pada hari ini, harga tembaga di SHFE terpantau ditutup menguat sementara timah KLTM ditutup flat. Harga tembaga bejangka SHFE untuk kontrak September 2014 naik 1,49% ke tingkat harga 51.040 Yuan/ton atau menguat 750 Yuan/ton. Sementara timah KLTM pada hari ini ditutup tanpa mengalami perubahan di tingkat harga $22.280/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga logam-logam LME akan cenderung kembali menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen positif dari data manufaktur global khususnya Tiongkok dan juga Jerman.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 138

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 23 Juli 2014 terpantau ditutup menguat dalam level yang tidak signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh kondisi persediaan gudang LME yang mengalami penurunan pada Rabu lalu.

Pergerakan harga nikel di Bursa LME yang masih sepi arahan dan cenderung wait and see terhadap kelanjutan kebijakan Indonesia terpantau ditutup menguat tipis akibat pergerakan posisi persediaan LME. Persediaan nikel di gudang LME yang menurun dari 311.214 ton ke level 310.716 ton membuat harga nikel terdorong untuk menguat akibat sentimen dari sisi supply. Posisi pergerakan terhadap nikel sendiri masih cenderung flat akibat aksi wait and see terhadap kelanjutan kebijakan Indonesia terkait larangan ekspor biji mentah pasca terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden.

Pada perdagangan Rabu 23 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat tipis. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,34% ke tingkat harga $19.065/ton atau menguat $65/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung kembali menguat pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentimen positif dari penguatan data HSBC Flash Manufacturing PMI Tiongkok yang naik melebihi ekspektasi di level 51 dengan berada di level 52 atau naik 2 poin.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 149

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh aksi beli para investor pasca terperosoknya harga nikel pada perdagangan pekan lalu.

Pergerakan harga nikel yang melemah hingga lebih dari 2% pada pekan lalu terpantau mulai memicu aksi beli oleh para investor di LME. Anjloknya harga nikel LME ke level $18.610/ton atau 2,35% secara agregat sepekan, dianggap telah terlalu rendah sehingga menumbuhkan efek koreksi pada pergerakan harga nikel.

Pelemahan pada harga nikel sendiri dipicu oleh lonjakan stok nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru hingga level 311.000 ton pada akhir pekan lalu. Imbas dari tingginya persediaan nikel di LME tersebut, harga nikel terus tergerus akibat sentimen negatif dari tekanan tumpukan supply nikel yang menghapus kekhawatiran akan potensi defisit supply dari kebijakan pelarangan ekspor biji mentah Indonesia.

Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,56% ke tingkat harga $18.900/ton atau menguat $290/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung untuk bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan sentimen negatif dari tingginya persediaan nikel LME. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.600-$19.250.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 177

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga nikel di LME pada pekan lalu dipicu oleh pergerakan persediaan nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru sepanjang sejarah LME.

Persediaan nikel LME yang tinggi pada perdagangan pekan lalu dengan dua kali memecahkan rekor, terpantau terus menggerus harga nikel. Pergerakan harga nikel yang sebelumnya cenderung stabil di kisaran $19.000/ton, akhirnya harus keluar dari kisaran tersebut hingga pada kisaran $18.000/ton akibat tumpukan supply di LME.

Berdasarkan data persediaan nikel LME, pada pekan lalu stok nikel sempat dua kali memecahkan rekor persediaan pada dua hari terakhir perdagangan. Puncaknya, pada perdagangan Jumat pekan lalu, persediaan nikel naik hingga ke level 311.088 atau naik 3.758 ton dalam sepekan. Hal tersebut berdampak pada harga nikel yang anjlok pada dua hari perdagangan terakhir akibat kuatnya sentimen negatif dari sisi supply pada nikel LME.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 2,35% ke tignkat harga $18.610/ton atau melemah $450/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel berpotensi untuk mengalami penguatan secara agregat sepekan akibat aksi beli para investor. Namun, pergerakan nikel pada pekan ini, akan lebih dipengaruhi oleh posisi pergerakan supply nikel yang telah menjadi perhatian utama para investor sejak beberapa pekan lalu.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 137

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Kamis 17 Juli 2014 terpantau kembali ditutup melemah. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif dari persediaan nikel di gudang LME yang kembali menguat.

Data persediaan nikel yang kembali melonjak ke rekor tertinggi baru sepanjang sejarah LME, terpantau memberikan dampak sentimen engatif kuat terhadap harga nikel LME. Persediaan gudang yang dinyatakan naik hingga level 310.782 ton, secara signifikan mengikis sentimen positif dari potensi defisit supply akibat larangan ekspor Indonesia. Imbas dari hal tersebut, nikel LME tergerus akibat tekanan pada tingginya supply nikel di bursa.

Selain faktor persediaan nikel yang tinggi di gudang LME, harga nikel juga terdorong melemah oleh aksi substitusi nikel Indonesia oleh Tiongkok. Dikabarkan, Tiongkok mensubstitusi ketergantungan akan nikel Indonesia dengan mengimpor nikel asal Filipina meskipun memiliki kualitas yang lebih rendah.

Pada perdagangan Kamis 17 Juli 2014, harga nikel di Bursa LME terpantau ditutup menguat. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,65% ke tingkat harga $19.175/ton atau melemah $125/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung bergerak melemah. Hal tersebut dilandasi oleh tekanan sentimen negatif dari tumpukan nikel di gudang LME yang membuat harga nikel LME masih sulit untuk menguat. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.000-$19.350/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

To show sotck chart