Home Tags Posts tagged with "nikel"

0 6

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 30 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh rilis data GDP kuartal 2 Amerika Serikat yang mengindikasikan potensi penguatan demand nikel di pasar AS.

Pengaruh data GDP kuartal AS yang rilis pada Rabu lalu, terpantau cukup kuat untuk mempengaruhi harga nikel di Bursa LME. Ekspektasi akan peningkatan demand dari pasar AS, pasca rilis data tersebut, berhasil meningkatkan harga nikel yang sebelumnya melemah akibat ketidakpastian persediaan nikel di LME yang terus meningkat dan terpantau masih naik sebesar 1.680 ton pada Rabu lalu.

Berdasarkan data GDP kuartal 2 AS yang baru rilis pada Rabu kemarin, pertumbuhan perekonomian Amerika Serikat naik hingga 4% dari sebelumnya -2,1% dan melebihi ekspektasi di 2,9%. Dampak dari data tersebut, peningkatan perekonomian AS menumbuhkan harapan peningkatan permintaan nikel untuk kebutuhan perekonomian AS yang sedang tumbuh.

Pada perdagangan Rabu 30 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,24% ke tingkat harga $18.825/ton atau menguat $230/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak melemah terbatas pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi aksi wait and see para investor akibat akan rilisnya data-data manufaktur di Jerman, Uni Eropa, Tiongkok, dan AS pada Jumat mendatang.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 134

Harga logam-logam di LME sepertin nikel, tembaga, dan timah pada perdagangan Kamis 24 Juli 2014 terpantau ditutup menguat cukup signifikan. Penguatan harga logam di Bursa LME dipicu oleh rentetan data manufaktur global yang rilis pada Kamis lalu.

Rilis beberapa data manufaktur global pada Kamis lalu terpantau cenderung memberikan dampak sentimen positif terhadap pergerakan harga logam di LME. Data-data manufaktur dari negara Tiongkok, Jerman, dan kawasan Uni Eropa yang menguat membuat indikasi akan adanya peningkatan demand logam di pasar global meskipun data serupa di AS dan Prancis mengalami penurunan.

Berdasarkan data-data manufaktur tersebut, data Tiongkok menjadi hal yang lebih difokuskan oleh para investor akibat posisi Tiongkok selaku pengguna logam terbesar dunia. Dari data HSBC Flash Manufacturing PMI Tiongkok, sektor manufaktur Tiongkok dikabarkan naik ke level 52 dari sebelumnya di 50,7 dengan ekspektasi awal di 51. Masih dari perkembangan data manufaktur Asia, data markit flash manufacturing PMI Jepang, berbalik dengan Tiongkok justru melemah 0,7 poin ke level 50,8 meskipun diestimasi akan naik ke level 51,9.

Dari kawasan Eropa, data manufaktur juga terpantau berada dalam kondisi mixed, namun cenderung untuk menguat. Berdasarkan data manufaktur yang dirilis kemarin, Jerman dan EU mengalami penguatan sektor manufaktur sedangkan Prancis justru melemah. Pada data manufaktur di Eropa, data Jerman menunjukan sektor manufkatur Jerman naik dari 54 ke 55,9, sektor manufaktur EU naik dari 51,8 ke level 51,9, sedangkan Prancis Turun dari 48,2 ke 47,6. Imbas dari kecenderungan penguatan di data manufaktur tersebut, harga logam LME terangkat akibat ekspektasi akan penguatan demand logam global.

Pada perdagangan Kamis 24 Juli 2014, harga nikel, tembaga, dan timah terpantau ditutup menguat cukup signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,58% ke tingkat harga $19.175/ton atau menguat $110/ton, tembaga naik 1,05% ke tingkat harga $7.145/ton atau menguat $74,5/ton, sementara timah menguat 0,56% ke tingkat harga $22.325/ton atau naik $125/ton.

Sedangkan terkait pergerakan pasar logam di Bursa Asia pada hari ini, harga tembaga di SHFE terpantau ditutup menguat sementara timah KLTM ditutup flat. Harga tembaga bejangka SHFE untuk kontrak September 2014 naik 1,49% ke tingkat harga 51.040 Yuan/ton atau menguat 750 Yuan/ton. Sementara timah KLTM pada hari ini ditutup tanpa mengalami perubahan di tingkat harga $22.280/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga logam-logam LME akan cenderung kembali menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh kuatnya sentimen positif dari data manufaktur global khususnya Tiongkok dan juga Jerman.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 88

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 23 Juli 2014 terpantau ditutup menguat dalam level yang tidak signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh kondisi persediaan gudang LME yang mengalami penurunan pada Rabu lalu.

Pergerakan harga nikel di Bursa LME yang masih sepi arahan dan cenderung wait and see terhadap kelanjutan kebijakan Indonesia terpantau ditutup menguat tipis akibat pergerakan posisi persediaan LME. Persediaan nikel di gudang LME yang menurun dari 311.214 ton ke level 310.716 ton membuat harga nikel terdorong untuk menguat akibat sentimen dari sisi supply. Posisi pergerakan terhadap nikel sendiri masih cenderung flat akibat aksi wait and see terhadap kelanjutan kebijakan Indonesia terkait larangan ekspor biji mentah pasca terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden.

Pada perdagangan Rabu 23 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat tipis. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,34% ke tingkat harga $19.065/ton atau menguat $65/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung kembali menguat pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh adanya sentimen positif dari penguatan data HSBC Flash Manufacturing PMI Tiongkok yang naik melebihi ekspektasi di level 51 dengan berada di level 52 atau naik 2 poin.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 109

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh aksi beli para investor pasca terperosoknya harga nikel pada perdagangan pekan lalu.

Pergerakan harga nikel yang melemah hingga lebih dari 2% pada pekan lalu terpantau mulai memicu aksi beli oleh para investor di LME. Anjloknya harga nikel LME ke level $18.610/ton atau 2,35% secara agregat sepekan, dianggap telah terlalu rendah sehingga menumbuhkan efek koreksi pada pergerakan harga nikel.

Pelemahan pada harga nikel sendiri dipicu oleh lonjakan stok nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru hingga level 311.000 ton pada akhir pekan lalu. Imbas dari tingginya persediaan nikel di LME tersebut, harga nikel terus tergerus akibat sentimen negatif dari tekanan tumpukan supply nikel yang menghapus kekhawatiran akan potensi defisit supply dari kebijakan pelarangan ekspor biji mentah Indonesia.

Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,56% ke tingkat harga $18.900/ton atau menguat $290/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung untuk bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan sentimen negatif dari tingginya persediaan nikel LME. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.600-$19.250.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 125

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga nikel di LME pada pekan lalu dipicu oleh pergerakan persediaan nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru sepanjang sejarah LME.

Persediaan nikel LME yang tinggi pada perdagangan pekan lalu dengan dua kali memecahkan rekor, terpantau terus menggerus harga nikel. Pergerakan harga nikel yang sebelumnya cenderung stabil di kisaran $19.000/ton, akhirnya harus keluar dari kisaran tersebut hingga pada kisaran $18.000/ton akibat tumpukan supply di LME.

Berdasarkan data persediaan nikel LME, pada pekan lalu stok nikel sempat dua kali memecahkan rekor persediaan pada dua hari terakhir perdagangan. Puncaknya, pada perdagangan Jumat pekan lalu, persediaan nikel naik hingga ke level 311.088 atau naik 3.758 ton dalam sepekan. Hal tersebut berdampak pada harga nikel yang anjlok pada dua hari perdagangan terakhir akibat kuatnya sentimen negatif dari sisi supply pada nikel LME.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 2,35% ke tignkat harga $18.610/ton atau melemah $450/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel berpotensi untuk mengalami penguatan secara agregat sepekan akibat aksi beli para investor. Namun, pergerakan nikel pada pekan ini, akan lebih dipengaruhi oleh posisi pergerakan supply nikel yang telah menjadi perhatian utama para investor sejak beberapa pekan lalu.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 99

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Kamis 17 Juli 2014 terpantau kembali ditutup melemah. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif dari persediaan nikel di gudang LME yang kembali menguat.

Data persediaan nikel yang kembali melonjak ke rekor tertinggi baru sepanjang sejarah LME, terpantau memberikan dampak sentimen engatif kuat terhadap harga nikel LME. Persediaan gudang yang dinyatakan naik hingga level 310.782 ton, secara signifikan mengikis sentimen positif dari potensi defisit supply akibat larangan ekspor Indonesia. Imbas dari hal tersebut, nikel LME tergerus akibat tekanan pada tingginya supply nikel di bursa.

Selain faktor persediaan nikel yang tinggi di gudang LME, harga nikel juga terdorong melemah oleh aksi substitusi nikel Indonesia oleh Tiongkok. Dikabarkan, Tiongkok mensubstitusi ketergantungan akan nikel Indonesia dengan mengimpor nikel asal Filipina meskipun memiliki kualitas yang lebih rendah.

Pada perdagangan Kamis 17 Juli 2014, harga nikel di Bursa LME terpantau ditutup menguat. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,65% ke tingkat harga $19.175/ton atau melemah $125/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung bergerak melemah. Hal tersebut dilandasi oleh tekanan sentimen negatif dari tumpukan nikel di gudang LME yang membuat harga nikel LME masih sulit untuk menguat. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.000-$19.350/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 106

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 16 Juli 2014 terpantau ditutup melemah tipis. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif dari data persediaan nikel di gudang LME.

Persediaan nikel di gudang LME masih menjadi momok sekaligus arahan terkuat pada pergerakan harga nikel di Bursa LME. Pasar nikel yang masih sepi arahan sekaligus menunggu kelanjutan keputusan terkait kebijakan presiden baru Indonesia maupun perkembangan sanksi Rusia oleh AS, membuat pergerakan cenderung flat. Namun, posisi persediaan nikel di gudang LME yang kembali naik ke level 308.418 ton, berimbas pada penguatan dorongan sentimen negatif dari sisi supply pada harga nikel LME.

Pada perdagangan Rabu 16 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah tipis. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,02% ke tingkat harga $19.300/ton atau melemah $30/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung berada dalam trend melemah. Hal tersebut dilandasi oleh pergerakan pasar yang masih sepi arahan sedangkan persediaan nikel di gudang LME masih sangat tinggi. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.100-$19.500.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 130

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Kamis 10 Juli 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen quick count pemilu Indonesia dan persediaan nikel LME.

Hasil quick count pemilu Indonesia yang cenderung memenangkan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia, terpantau membuat harga nikel di LME anjlok Kamis lalu. Kekhawatiran akan dievaluasinya kebijakan terkait larangan ekspor biji mentah Indonesia, dengan landasan Joko Widodo dianggap cukup bersahabat dengan pasar membuat harga nikel tertekan oleh ekspektasi lonjakan supply apabila larangan ekspor biji mentah dihentikan. Walaupun demikian, sebelumnya, kedua calon presiden Indonesia baik Prabowo maupun Joko Widodo telah memberi indikasi akan melanjutkan kebijakan pelarangan ekspor biji mentah Indonesia.

Selain faktor hasil quick coung pemilu Indonesia, harga nikel juga tergerus oleh lonjakan persediaan nikel di gudang LME. Pada kamis lalu, terpantau persediaan nikel di gudang LME mencapai level tertinggi sepanjang sejarah dengan menyentuh 307.410 ton. Lonjakan persediaan gudang tersebut, akhirnya memicu pelemahan harga nikel LME akibat tekanan kuat dari sentimen sisi supply.

Pada perdagangan Kamis 10 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun hingga 2,93% ke tingkat harga $19.050/ton atau melemah $575/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung untuk melemah pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif dari data persediaan gudang LME yang diperkirakan masih akan kuat. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.700-$19.400/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 64

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Senin 7 Juli 2014 terpantau kembali ditutup melemah. Pelemahan harga nikel di Bursa LME didorong oleh masih tingginya stok gudang LME disaat sentimen positif perekonomian global mulai melemah.

Stok gudang LME yang masih sangat tinggi di kisaran lebih dari 300.000 ton kembali memicu harga nikel untuk melemah di Bursa LME. Tingginya persediaan di LME, menghapus dorongan sentimen positif dari potensi defisit supply nikel akibat larangan ekspor biji mentah Indonesia.

Sebelumnya, harga nikel LME masih dapat menguat meskipun persediaan terpantau masih tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh dorongan sentimen positif dari cerahnya prospek ekonomi Tiongkok dan AS yanng berpotensi meningkatkan permintaan nikel global. Namun, seiring belum adanya sentimen positif baru, harga nikel kembali terdorong melemah oleh tingginya persediaan nikel LME.

Pada perdagangan Senin 7 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah cukup signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,90% ke tingkat harga $19.300/ton atau melemah $175/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh masih lancarnya aliran supply nikel ke bursa LME yang membuat persediaan nikel di LME masih cenderung tinggi. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.000-$19.750.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 149

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau mengalami penguatan secara agreagat sepekan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh kondisi perekonomian global yang terindikasi membaik sehingga berpotensi memicu peningkatan demand terhadap nikel.

Perekonomian global yang terlihat membaik pada pekan lalu, terpantau memicu harga nikel untuk mengalami dorongan menguat. Rilis data perekonomian global, khususnya Tiongkok dan AS yang berada dalam kondisi positif menjadi landasan para investor untuk melihat prospek permintaan nikel dari pasar global.

Dari Tiongkok, sektor manufaktur yang naik ke level 51 dari sebelumnya 50,8 mengindikasikan keberhasilan pemberian stimulus oleh pemerintah Tiongkok untuk mengejar target pertumbuhan. Dampak dari peningkatan sektor manufaktur tersebut, investor melihat prospek permintaan nikel Tiongkok berpotensi untuk meningkat.

Selain dari potensi tiongkok, peningkatan permintaan nikel juga berpotensi terjadi akibat mulai kondusifnya perekonomian AS. Rilis beberapa data perekonomian AS seperti penciptaan lapangan kerja yang naik melebihi ekspektasi serta tingkat pengangguran yang turun dari 6,3% ke 6,1% membuat pasar AS berpotensi untuk menguat. Imbas dari penguatan tersebut, permintaan nikel turut berpotensi untuk terangkat sehingga nikel mendapatkan sentimen positif dari perbaikan ekonomi AS tersebut.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 3,32% ke tingkat harga $19.475/ton atau menguat $625/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung kembali menguat pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen positif dari sisi demand yang diperkirakan masih akan kuat pada pekan ini. Terkait pergerakan harga nikel di pekan ini, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.500-$20.000/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

To show sotck chart