Home Tags Posts tagged with "nikel"

0 88

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 terpantau ditutup menguat signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh aksi beli para investor pasca terperosoknya harga nikel pada perdagangan pekan lalu.

Pergerakan harga nikel yang melemah hingga lebih dari 2% pada pekan lalu terpantau mulai memicu aksi beli oleh para investor di LME. Anjloknya harga nikel LME ke level $18.610/ton atau 2,35% secara agregat sepekan, dianggap telah terlalu rendah sehingga menumbuhkan efek koreksi pada pergerakan harga nikel.

Pelemahan pada harga nikel sendiri dipicu oleh lonjakan stok nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru hingga level 311.000 ton pada akhir pekan lalu. Imbas dari tingginya persediaan nikel di LME tersebut, harga nikel terus tergerus akibat sentimen negatif dari tekanan tumpukan supply nikel yang menghapus kekhawatiran akan potensi defisit supply dari kebijakan pelarangan ekspor biji mentah Indonesia.

Pada perdagangan Senin 21 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,56% ke tingkat harga $18.900/ton atau menguat $290/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung untuk bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini di LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi penguatan sentimen negatif dari tingginya persediaan nikel LME. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.600-$19.250.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 112

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga nikel di LME pada pekan lalu dipicu oleh pergerakan persediaan nikel di gudang LME yang terus memecahkan rekor tertinggi baru sepanjang sejarah LME.

Persediaan nikel LME yang tinggi pada perdagangan pekan lalu dengan dua kali memecahkan rekor, terpantau terus menggerus harga nikel. Pergerakan harga nikel yang sebelumnya cenderung stabil di kisaran $19.000/ton, akhirnya harus keluar dari kisaran tersebut hingga pada kisaran $18.000/ton akibat tumpukan supply di LME.

Berdasarkan data persediaan nikel LME, pada pekan lalu stok nikel sempat dua kali memecahkan rekor persediaan pada dua hari terakhir perdagangan. Puncaknya, pada perdagangan Jumat pekan lalu, persediaan nikel naik hingga ke level 311.088 atau naik 3.758 ton dalam sepekan. Hal tersebut berdampak pada harga nikel yang anjlok pada dua hari perdagangan terakhir akibat kuatnya sentimen negatif dari sisi supply pada nikel LME.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 2,35% ke tignkat harga $18.610/ton atau melemah $450/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel berpotensi untuk mengalami penguatan secara agregat sepekan akibat aksi beli para investor. Namun, pergerakan nikel pada pekan ini, akan lebih dipengaruhi oleh posisi pergerakan supply nikel yang telah menjadi perhatian utama para investor sejak beberapa pekan lalu.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 83

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Kamis 17 Juli 2014 terpantau kembali ditutup melemah. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif dari persediaan nikel di gudang LME yang kembali menguat.

Data persediaan nikel yang kembali melonjak ke rekor tertinggi baru sepanjang sejarah LME, terpantau memberikan dampak sentimen engatif kuat terhadap harga nikel LME. Persediaan gudang yang dinyatakan naik hingga level 310.782 ton, secara signifikan mengikis sentimen positif dari potensi defisit supply akibat larangan ekspor Indonesia. Imbas dari hal tersebut, nikel LME tergerus akibat tekanan pada tingginya supply nikel di bursa.

Selain faktor persediaan nikel yang tinggi di gudang LME, harga nikel juga terdorong melemah oleh aksi substitusi nikel Indonesia oleh Tiongkok. Dikabarkan, Tiongkok mensubstitusi ketergantungan akan nikel Indonesia dengan mengimpor nikel asal Filipina meskipun memiliki kualitas yang lebih rendah.

Pada perdagangan Kamis 17 Juli 2014, harga nikel di Bursa LME terpantau ditutup menguat. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,65% ke tingkat harga $19.175/ton atau melemah $125/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung bergerak melemah. Hal tersebut dilandasi oleh tekanan sentimen negatif dari tumpukan nikel di gudang LME yang membuat harga nikel LME masih sulit untuk menguat. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.000-$19.350/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 90

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 16 Juli 2014 terpantau ditutup melemah tipis. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen negatif dari data persediaan nikel di gudang LME.

Persediaan nikel di gudang LME masih menjadi momok sekaligus arahan terkuat pada pergerakan harga nikel di Bursa LME. Pasar nikel yang masih sepi arahan sekaligus menunggu kelanjutan keputusan terkait kebijakan presiden baru Indonesia maupun perkembangan sanksi Rusia oleh AS, membuat pergerakan cenderung flat. Namun, posisi persediaan nikel di gudang LME yang kembali naik ke level 308.418 ton, berimbas pada penguatan dorongan sentimen negatif dari sisi supply pada harga nikel LME.

Pada perdagangan Rabu 16 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah tipis. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,02% ke tingkat harga $19.300/ton atau melemah $30/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung berada dalam trend melemah. Hal tersebut dilandasi oleh pergerakan pasar yang masih sepi arahan sedangkan persediaan nikel di gudang LME masih sangat tinggi. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.100-$19.500.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 121

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Kamis 10 Juli 2014 terpantau ditutup melemah signifikan. Pelemahan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh sentimen quick count pemilu Indonesia dan persediaan nikel LME.

Hasil quick count pemilu Indonesia yang cenderung memenangkan Joko Widodo sebagai presiden Indonesia, terpantau membuat harga nikel di LME anjlok Kamis lalu. Kekhawatiran akan dievaluasinya kebijakan terkait larangan ekspor biji mentah Indonesia, dengan landasan Joko Widodo dianggap cukup bersahabat dengan pasar membuat harga nikel tertekan oleh ekspektasi lonjakan supply apabila larangan ekspor biji mentah dihentikan. Walaupun demikian, sebelumnya, kedua calon presiden Indonesia baik Prabowo maupun Joko Widodo telah memberi indikasi akan melanjutkan kebijakan pelarangan ekspor biji mentah Indonesia.

Selain faktor hasil quick coung pemilu Indonesia, harga nikel juga tergerus oleh lonjakan persediaan nikel di gudang LME. Pada kamis lalu, terpantau persediaan nikel di gudang LME mencapai level tertinggi sepanjang sejarah dengan menyentuh 307.410 ton. Lonjakan persediaan gudang tersebut, akhirnya memicu pelemahan harga nikel LME akibat tekanan kuat dari sentimen sisi supply.

Pada perdagangan Kamis 10 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun hingga 2,93% ke tingkat harga $19.050/ton atau melemah $575/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung untuk melemah pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif dari data persediaan gudang LME yang diperkirakan masih akan kuat. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.700-$19.400/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 61

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Senin 7 Juli 2014 terpantau kembali ditutup melemah. Pelemahan harga nikel di Bursa LME didorong oleh masih tingginya stok gudang LME disaat sentimen positif perekonomian global mulai melemah.

Stok gudang LME yang masih sangat tinggi di kisaran lebih dari 300.000 ton kembali memicu harga nikel untuk melemah di Bursa LME. Tingginya persediaan di LME, menghapus dorongan sentimen positif dari potensi defisit supply nikel akibat larangan ekspor biji mentah Indonesia.

Sebelumnya, harga nikel LME masih dapat menguat meskipun persediaan terpantau masih tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh dorongan sentimen positif dari cerahnya prospek ekonomi Tiongkok dan AS yanng berpotensi meningkatkan permintaan nikel global. Namun, seiring belum adanya sentimen positif baru, harga nikel kembali terdorong melemah oleh tingginya persediaan nikel LME.

Pada perdagangan Senin 7 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup melemah cukup signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan turun 0,90% ke tingkat harga $19.300/ton atau melemah $175/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak kembali melemah pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh masih lancarnya aliran supply nikel ke bursa LME yang membuat persediaan nikel di LME masih cenderung tinggi. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.000-$19.750.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 145

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan pekan lalu terpantau mengalami penguatan secara agreagat sepekan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh kondisi perekonomian global yang terindikasi membaik sehingga berpotensi memicu peningkatan demand terhadap nikel.

Perekonomian global yang terlihat membaik pada pekan lalu, terpantau memicu harga nikel untuk mengalami dorongan menguat. Rilis data perekonomian global, khususnya Tiongkok dan AS yang berada dalam kondisi positif menjadi landasan para investor untuk melihat prospek permintaan nikel dari pasar global.

Dari Tiongkok, sektor manufaktur yang naik ke level 51 dari sebelumnya 50,8 mengindikasikan keberhasilan pemberian stimulus oleh pemerintah Tiongkok untuk mengejar target pertumbuhan. Dampak dari peningkatan sektor manufaktur tersebut, investor melihat prospek permintaan nikel Tiongkok berpotensi untuk meningkat.

Selain dari potensi tiongkok, peningkatan permintaan nikel juga berpotensi terjadi akibat mulai kondusifnya perekonomian AS. Rilis beberapa data perekonomian AS seperti penciptaan lapangan kerja yang naik melebihi ekspektasi serta tingkat pengangguran yang turun dari 6,3% ke 6,1% membuat pasar AS berpotensi untuk menguat. Imbas dari penguatan tersebut, permintaan nikel turut berpotensi untuk terangkat sehingga nikel mendapatkan sentimen positif dari perbaikan ekonomi AS tersebut.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 3,32% ke tingkat harga $19.475/ton atau menguat $625/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung kembali menguat pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen positif dari sisi demand yang diperkirakan masih akan kuat pada pekan ini. Terkait pergerakan harga nikel di pekan ini, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.500-$20.000/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 118

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Kamis 3 Juli 2014 terpantau kembali ditutup menguat dalam level signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh kondisi perekonomian global yang berpotensi mengangkat permintaan nikel global.

Kondisi perekonomian global yang sedang berada dalam kondisi positif terpantau kembali memicu harga nikel untuk terus menguat sepanjang pekan ini. Dorongan kondisi ekonomi global yang semakin diperkuat dengan data AS yang berada dalam kondisi positif. Imbas dari data AS yang positif serta dorongan perekonomian Tiongkok yang sebelumnya juga telah terindikasi membaik, menumbuhkan potensi peningkatan demand nikel dari kedua negara tersebut sehingga harga nikel terdorong menguat.

Pada perdagangan Kamis 3 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 3,5% ke tingkat harga $19.850/ton atau menguat $675/ton. Dengan penguatan signifikan pada perdagangan kemarin tersebut, harga nikel di Bursa LME juga tercatat berhasil naik fantastis sebesar $1000/ton sepanjang 4 hari perdagangan pekan ini.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh potensi kuat aksi profit taking para investor akibat lonjakan harga signifikan sepanjang pekan ini. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $19.500-$20.000/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 132

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Rabu 2 Juli 2014 terpantau berhasil ditutup menguat signifikan. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu oleh ekspektasi peningkatan demand nikel yang terindikasi dari rilis data pekerja AS.

Data ADP Employment Change AS terpantau berhasil memicu harga nikel untuk kembali menguat di Bursa LME. Penguatan harga nikel yang terindikasi mulai lesu akibat pelemahan potensi sanksi ekonomi terhadap Rusia, kembali menguat akibat kemungkinan peningkatan permintaan nikel dari pasar AS. Peningkatan permintaan nikel oleh pasar AS, didasaro oleh data yang menunjukan perusahaan-perusahaan di AS merekrut hingga 314.000 tenaga baru pada Juni, jauh lebih tinggi dibandingkan data sebelumnya serta ekspektasi yang masing-masing berada di level 179.000 dan 205.000.

Sebelumnya, harga nikel telah terdorong menguat akibat larangan ekspor biji mentah Indonesia dan juga indikasi penguatan perekonomian Tiongkok terutama di sektor manufaktur. Dampak dari kedua hal tersebut, membuat posisi fundamental baik dari sisi supply maupun demand nikel tergerak untuk mengalami penguatan.

Pada perdagangan Rabu 2 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel ditutup menguat signifikan. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 1,29% ke tingkat harga $19.175/ton atau menguat $245/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel masih akan cenderung untuk bergerak menguat pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh posisi fundamental supply dan demand nikel yang terpantau berada dalam posisi baik bagi penguatan harga nikel. Terkait pergerakan harga nikel. Range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.750-$19.600/ton.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

0 151

Harga nikel di Bursa LME pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014 terpantau berhasil ditutup menguat. Penguatan harga nikel di Bursa LME dipicu peningkatan tensi konflik antara Rusia dengan Ukraina.

Kembali memburuknya kondisi Ukraina akibat gagalnya gencatan senjata antara pihak aparat keamanan Ukraina dengan gerakan pro separatis Rusia memicu harga nikel untuk kembali terangkat di Bursa LME. Peningkatan jumlah persediaan nikel di gudang LME bahkan terpantau kurang berpengaruh terhadap pergerakan harga nikel. Potensi terganggunya aliran supply nikel Rusia akibat konflik tersebut diduga lebih berpengaruh terhadap pergerakan harga nikel pada perdagangan kemarin di LME. Sebelumnya, harga nikel juga telah terangkat oleh larangan ekspor biji mentah Indonesia yang berpotensi diperpanjang berdasarkan pernyataan kedua calon presiden Indonesia.

Pada perdagangan Selasa 1 Juli 2014 di Bursa LME, harga nikel terpantau ditutup menguat. Harga nikel LME untuk pengiriman 3 bulan kedepan naik 0,69% ke tingkat harga $18.930/ton atau menguat $130/ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga nikel akan cenderung bergerak kembali menguat pada perdagangan hari ini di Bursa LME. Hal tersebut dilandasi oleh adanya peningkatan tensi konflik Ukraina yang semakin berpotensi memicu sanksi ekonomi terhadap Rusia selaku salah satu produsen nikel terbesar dunia. Terkait pergerakan harga nikel, range normal diprediksi akan berada di kisaran $18.500-$19.500.

 

 

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia

To show sotck chart