Bursa Asia Tersandung, Indeks Tiongkok CSI 300 Anjlok Hampir 5 Persen

485

(Vibiznews – Index) – Saham Asia tersandung ke terendah enam bulan pada hari Jumat, terluka oleh tanda-tanda pertempuran perdagangan AS dengan China dan banyak negara lain yang mulai dilanda aksi jual, sementara harga minyak berombak sebelum pertemuan OPEC untuk membahas peningkatan produksi.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun sebanyak 0,35 persen, sempat menyentuh titik terlemah sejak awal Desember lalu naik tipis sehinggu menutup kerugian sehingga menjadi 0,15 persen. Namun untuk satu minggu terakhir, indeks ini telah turun 2,3 persen.

KOSPI dari Korea Selatan mencapai posisi terendah sembilan bulan dan di Cina daratan, indeks CSI 300 kehilangan hampir 5 persen minggu ini ke satu-tahun terendah.

Nikkei 225, indeks Jepang, turun 0,8 persen untuk kerugian mingguan sebesar 1,7 persen.

India bergabung dengan Uni Eropa dan China sebagai pembalasan terhadap tarif Trump untuk baja dan aluminium, menaikkan bea impor atas kacang almond AS hingga 20 persen dan meningkatkan posisinya sebagai pembeli produk terbesar dunia.

Sementara beberapa investor masih berharap Washington dan Beijing dapat membuat kesepakatan sebelum Juli 6, ketika putaran pertama tarif AS pada barang-barang Cina serta tarif balasan oleh China akan berlaku, namun banyak pihak melihat berkurangnya harapan akan adanya kompromi awal.

Sentimen yang memburuk mendorong imbal hasil obligasi AS lebih rendah dan memicu ambil untung dalam dolar.

Imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS turun menjadi 2,910 persen US 10 YT = RR dari tertinggi Kamis 2,950 persen dan tertinggi tiga minggu 3,010 persen yang disentuh pada Rabu pekan lalu.

Ketika dolar kehilangan tenaga, euro bangkit kembali ke $ 1,1630 EUR = setelah mencapai level terendah 11-bulan $ 1,1508 pada hari Kamis.

Pound Inggris melompat kembali ke tertinggi tujuh bulan setelah kepala ekonom Bank of England, Andy Haldane, tiba-tiba bergabung dengan minoritas pembuat kebijakan yang menyerukan kenaikan suku bunga ke 0,75 persen, mengutip kekhawatiran tentang meningkatnya tekanan upah.

Pound GBP = D3 naik ke posisi $ 1,3270, dari terendah Kamis $ 1,3102.

Yuan Cina melemah sekitar 0,15 persen di CNY onshore, CFXS dan perdagangan CNH = D4 di luar negeri, berada di dekat level terendah sejak pertengahan Januari.

Harga minyak naik pada ketidakpastian menjelang pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan perusahaan produsen utama lainnya.

Selasti Panjaitan/VBN/Coordinating Partner Vibiz Consulting Group
Editor : Asido Situmorang

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here